AL USROH AL INSANIYYAH

Oleh: Ahmad Lahmudin

Ilustrasi: Persaudaraan (dok. istimewa)

إن الحمد لله نحمده, ونستعينه ونستغفره, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضل له, ومن يُضللْ فلا هادي له, ونشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, وأن محمدا عبده ورسوله.

Alhamdulilah, puji syukur kehadirat Allah SWT atas nikmat persaudaraan yang dianugerahkan kepada kita semua, tanpa melihat suku, ras, kelompok, maupun agama tertentu. Shalawat dan salam tercurahkan teruntuk baginda Rasulullah SAW yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Anak-anakku sayang..
Mari kita renungi firman Allah SWT dalam surat An Nisa ayat 1, tentang kewajiban kita untuk menjaga ikatan persaudaraan sesama manusia atau al usratul insaniyyah;

يا ايها الناسُ اتَّقُوا ربَّكُمُ الذى خلقكم من نفسٍ واحدةٍ وخلق منها زوجَها وبَثَّ منهما رجالاً كثيراً ونساءً واتَّقوا اللهَ الذى تساءلون به والارحامَ إن الله كان عليكم رقيباً
Dr Wahbah Az Zuhaily dalam tafsir Al Washitnya, di lembar ke- 279 mengatakan bahwa ayat tersebut berbicara tentang persatuan umat manusia yang harus dijaga;

ومن أجل الحُفّاظ على الوحدة الإنسانية بين جميع البشر, أمر الله تعالى واوصى عباده أن يتعاونوا ويتضامنوا ويتراحموا
Demi menjaga kesatuan umat manusia maka Allah perintahkan kepada hamba-Nya untuk saling menolong, perkuat rasa solidaritas serta pegang teguh ikatan silaturrahim.

Anak-anakku sayang..
Agama mewajibkan untuk menjaga ikatan silaturrahim. Allah SWT sangat menentang perbuatan orang-orang yang memutus ikatan silaturrahim. Ini ditunjukkan oleh kata al Arham yang berbarengan dengan kata Allah dalam satu kalimat – واتَّقوا اللهَ الذى تساءلون به والارحامَ – Dalam ayat yang lain di surat Muhammad ayat 22 dikatakan bahwa kerusakan di muka bumi salah satu penyebabnya adalah memutus ikatan silaturrahim (Tafsir Al Kurtubi, juz 19, h. 273). Terhadap non muslim sekalipun kita dilarang memutus ikatan silaturrahim. Asma’, saudari istri Rasulullah, Aisyah RA, namun berbeda ibu, pernah bertanya kepada Rasulullah terkait ibundanya yang non muslim;
اأصِلُ أمّى؟ نعم, صِلِي أُمَّكِ
Apakah aku tetap menjaga ikatan silaturrahim dengan ibuku yang non muslim? Nabi menjawab: Iya, engkau harus tetap menjaga ikatan silaturrahim dengan ibumu meskipun ia seorang musyrik.

Anak-anakku sayang..
Perbedaan adalah sunnatullah. Kita tidak dapat memaksakan orang lain untuk satu pendapat, satu ide, satu pilihan dengan kita – إنك لا تهدى من احببْتَ – (QS. Al Qasas: 56) Tugas kita hanya sebatas memberi petunjuk, saran, atau pendapat tentang kebenaran yang kita yakini – إنّك لَتهْدِى الى صراطٍ مستقيمٍ وَ– (QS. Asy Syura: 52) Hanya Allah SWT yang punya hak prerogatif untuk membolak balikkan hati manusia dengan hidayah taufik-Nya menuju kepada kebenaran hakiki – لكنّ اللهَ يهدى من يشاء وَ- (QS. Al Qasas: 56) (Udhwa’ul Bayan Fi Idhahil Qur’an bil Qur’an, Syeh Al ‘Allamah Muhammad Amin bin Muhammad, juz 6, h.505).
Di tengah perbedaan pendapat, perbedaan pilihan di antara kita. Mari kita tetap jaga persaudaraan sesama manusia. Kita buang rasa benci diganti dengan sikap saling menolong, menumbuhkan rasa solidaritas serta tetap menyambung ikatan silaturrahim di antara kita. Sehingga kita dapatkan kedamaian bukan perpecahan.
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
فهلْ عسيْتُم إنْ توَلَّيْتم أنْ تُفْسِدُوْا فى الأرض وتُفَطِّعُوْا أرْحامَمُمْ ً
Apakah kiranya jika kamu berpaling untuk tidak tha’at kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dengan berbuat maksiat dan memutus ikatan silaturrahim (QS. Muhammad:22/Tafsir Al Kurtubi, juz 19. h.273)

Penulis adalah Rois Syuriah MWC NU Tarumajaya

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *