ANAK INVESTASI AKHIRAT

Oleh. Ahmad Lahmudin

الحمد لله نحمده, ونستعينه ونستغفره, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضل له, ومن يضلل فلا هادي له, ونشهد أن لا اله إلا الله وحده لا شريك له, وان محمدا عبده ورسوله.

Alhamdulilah, segala puji bagi Allah, tempat kita meminta pertolongan, ampunan, serta tempat perlindungan dari keburukan nafsu dan buruknya tingkah laku kita. Barang siapa yang mendapatkan petunjuk dari-Nya maka tidak akan tersesat. Sebaliknya, barang siapa yang Allah sesatkan maka tidak akan ada jalan kebaikan teruntuknya. Kita bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah, yang sendiri, tiada sekutu bagi-Nya. Dan kita bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.

Anakku sayang..
Investasi terbesar yang kita tanam untuk kehidupan akhirat kelak adalah anak-anak kita. Nabi Muhammad bersabda:

اذا مات ابن ادم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية, وعلم يُنتفع به, وولدٍ صالح يدعوله (رواه مسلم)
Apabila anak Adam meninggal dunia maka terputus amal ibadahnya terkecuali tiga perkara: shadaqah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya (HR. Muslim)

Menurut Muhammad Sa’id Mursi dalam bukunya Tarbiyatul Awlad Fil Islam, tiga perkara dalam hadis tersebut ada dalam diri anak-anak kita.

Bila anak kita melaksanakan shalat sebab didikan kita maka pahala shalatnya kita dapatkan juga. Lalu anak kita tersebut mengajarkan shalat kepada cucu kita dan cucu kita melaksanakan shalat maka pahala shalatnya kita dapatkan juga. Begitu seterusnya. Setiap kebaikan yang kita ajarkan kemudian dilakukan oleh anak kita maka pahalanya juga akan kita dapatkan. Didikan kita itu menjadi shadaqoh jariah teruntuk kita.

Bila ilmu yang kita miliki kita ajarkan kepada anak-anak kita tentang shalat, puasa, akhlak terpuji, dan kebaikan lainnya. Kemudian dilaksanakan oleh anak kita maka ilmu kita termasuk ilmu yang bermanfaat.

Bila anak-anak kita mendoakan kita setelah kita meninggal dunia maka anak kita telah menjadi anak yang sholeh.

Anakku sayang..
Pada dasarnya setiap anak tercipta dalam keadaan baik. Tergantung kedua orang tuanya yang kelak membuatnya baik atau buruk.

كل مولودٍ يولد على الفطرة فأبواه يُهوّدانه ويُنصّرانه ويُمجِّسانه
Setiap anak terlahir dalam kondisi suci. Tergantung kedua orang tuanya yang akan membuatnya menjadi seorang Yahudi, Nasrani atau Majusi.

Allah perintahkan kepada kita untuk mendidik, mengajarkan diri kita sendiri agar terpelihara dari siksa api neraka dengan cara melaksanakan setiap perintah Allah dan meninggalkan setiap larangan-Nya. Allah juga perintahkan agar mendidik keluarga kita, anak-anak kita agar selalu taat kepada Allah, melarang berbuat maksiat, sehingga mereka juga terpelihara dari siksa neraka. Allah katakan itu dalam surat at-Tahrim ayat 6:

يا ايها الذين امنوا قوا انفسكم واهليكم ناراً
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka

Anakku sayang..
Esok ketika sinar mentari pagi menjadi milik anak kita. Maka yakinlah bahwa ada peran kita sebagai orang tua untuk mendapatkannya. Segala nikmat yang Allah berikan kepadanya merupakan nikmat kita juga sebagai orang tua. Ketika manusia berdoa teruntuknya maka kitapun sebagai orang tua mendapatkan doa tersebut. Allah perkenankan baginya memberikan syafaat kelak di akhirat teruntuk kita sebagai orang tuanya. Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda;

إن أطيب ما أكلتم من كسْبكم , وإن أولادكم من كسبكم ( أخرجه الترمذى )
Sesungguhnya paling baiknya sesuatu yang kamu makan yaitu berasal dari usahamu sendiri. Dan sesungguhnya anak-anak kamu sekalian adalah termasuk usaha kamu.

Mari sama-sama kita didik anak-anak kita dengan kebaikan sehingga mereka kelak menjadi penolong kita di kehidupan akhirat, menjadi shadaqoh jariah. Jangan sampai kita berangkat ke alam akhirat dengan mewarisi keburukan kepada anak-anak kita. Itu berarti bukan pahala tetapi dosa-dosa yang akan dikirim oleh anak-anak kita di dunia. Bukankah setiap kebaikan yang kita tanam kepada seseorang akan berakibat baik kepada kita? Begitupun sebaliknya, setiap keburukan yang kita tanam akan berakibat buruk teruntuk kita ketika orang tersebut melakukannya? Nabi bersabda:

من دعا إلى هدًى كان له من الاجر مثلُ أجور مَن تبعه لا ينقص ذلك مِن أجورهم شيئًا, ومن دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثلُ اثام من ثبعه لا ينقص ذلك من اثامِهم شيئًا.
Barang siapa yang mengajak kepada kebaikan kepada orang lain maka ia akan memperoleh pahala kebaikan dari orang yang diajaknya dengan tidak mengurangi sedikitpun kebaikan orang tersebut. Dan barang siapa yang mengajak keburukan kepada orang lain maka ia akan memperoleh dosa dari orang-orang yang melakukannya dengan tidak mengurangi sedikitpun dosa keburukan orang tersebut.

Kita tutup dengan sebait doa ..

ربنا هب لنا من ازواجنا وذريتنا قرة اعين واجعلنا للمتقين اماما
Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa (QS. At-Furqan:74)

Penulis adalah Rois Syuriah MWC NU Tarumajaya

Referensi;
Syekh Abdul Hamid bin Badis, Tafsir Ibnu Badis, Jilid 2, hal. 221
Muhammad Sa’id Mursy, Fan Tarbiatil Awlad Fil Islam, hal 9-10

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *