Pertemuan ke 2 Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA


Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an
Minggu, 29 Februari 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

(Surat Al Fatihah)فاتحة الكتاب

Surat Al-Fatihah mempunyai beberapa nama. Antara lain;

Pertama, Al Fatihah (Pembuka). Sebab Al-Qur’an diawali dengan surat ini dari sisi urutan surat dalam Mushaf Al-Qur’an. Bukan dari sisi nuzulul qur’an atau urutan turunnya ayat-ayat Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad Sallallahu ‘Alaihi wa Aallam.

Imam Ibnu Jarir At Thabari berpendapat bahwa penamaan Fatihatul Kitab (Pembukaan Kitab) sebab setiap Mushaf Al-Qura’an dimulai dengan Surat Al-Fatihah. Ketika shalat juga diwajibkan membaca Surat Al-Fatihah.

Kedua, Ummul Kitab (Induk Al-Kitab). Sebab memuat tujuan-tujuan pokok isi Al-Qur’an. Tujuan tersebut diantaranya berupa pujian kepada Allah SWT, menetapkan sifat ketuhanan, perintah dan larangan, memohon hidayah serta ketetapan iman, berita tentang kisah umat-umat terdahulu, serta informasi tentang orang-orang yang beruntung dan yang celaka.

Al-Fatihah merupakan induk bagi surat-surat yang lain di dalam Al-Qur’an. Bangsa Arab menyebut Ummun (Induk) bagi sesuatu yang mencakup kepada yang lainnya. Seperti Makkah Al Mukarramah disebut Ummul Qura, sebab seluruh kota menginduk kepadanya. Bendera-bendera perang disebut juga Ummun, sebab seluruh tentara berada di belakang untuk diikuti. Bumi juga disebut dengan Ummun, sebab berkumpul semua makhluk bumi di dalamnya. Seorang penyair berkata;

فالأرض معقلنا وكانت أمنا * فيها مقابرنا وفيها نولد

Bumi adalah tempat berlindung kita. Dia adalah ibu kita. Di Bumi kelak keberadaan kubur-kubur kita. Di Bumi tempat kita terlahir.

Ketiga, As-Sab’ul Matsani (Tujuh ayat yang diulang). Sebab terdapat tujuh ayat yang diulang-ulang dibaca di setiap rakaat shalat. Diriwayatkan oleh sebagian Sahabat bahwa yang dimaksud Sab’an Minal Matsani dalam Surat Al-Hijr ayat 87 adalah Surat Al-Fatihah.

وَلَقَدْ اتَيْنا سَبْعًا مِنِ الْمَثَانِيْ والقرْانَ العظِيْمِ

Al’allamah, Al Quthubi dalam tafsirnya, Al Jami’ li Ahkamil Qur’an, mengatakan bahwa Surat Al Fatihah mempunyai dua belas nama, diantaranya As Syifa, Al Wafiyah, Al Asas, Al Hamdu, dan lainnya. Nama-nama tersebut bersifat tauqifi, yaitu berupa informasi langsung dari Rasulullah. Ada pula yang berasal dari hasil ijtihad para Sahabat. Imam Al Alusi mengatakan dalam tafsirnya, Ruhul Ma’ani, bahwa Al Fatihah mempunyai lebih dari dua puluh nama.

Keutamaan Surat Al Fatihah di antaranya berasal dari Nabi Sallallahu ‘Alaihi wa Sallam di dalam Shoheh Bukhori dari Abu Sa’id Al Mu’alla radiallhu anhu berkata;

كنتُ أصلي في المسجد , فدعاني رسولُ الله صلى الله عليه وسلم فلم أجِبْ حتى صليتُ , ثم أتيتُه , فقال : ما منعك أن تأتي ؟ فقلتُ يا رسول الله , إني كنتُ أصلي , فقال : ألم يقلْ الله : ( يا أيها الذين امنوا استجيبوا لله وللرسول إذا دعاكم لما يحييكم ) ؟ ثم قال : لأعْلَمَنّكم سورةً هي أعظم السور في القران قبل أن تَخْرج من المسجد.
ثم أخذ بيدي , فلما أراد أن أن يخرج , قلت يا رسول الله : ألم تقلْ لأعْلمنّك سورة هي أعظم سورةٍ في القران ؟ قال : ( الحمد لله رب العالمين ) هي السبع المثاني والقران العظيم الذي أوتيتُه ( رواه البخاري وأبو داود والنسائ )

Ketika saya sedang shalat di masjid. Tiba-tiba Rasulullah memanggilku. Namun tidak aku jawab panggilannya. Akupun mendatangi Rasulullah se usai shalat. Rasulullah bersabda: Mengapa engkau enggan mendatangai panggilanku? Aku menjawab: Wahai Rasulullah, diriku dalam keadaan shalat. Rasulullah kembali bersabda: Tidakkah Allah telah berfirman: (Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, -QS. Al Anfal: 24-).
Rasulullah kemudian bersabda: Sungguh aku akan memberitahukan kepadamu surat yang paling agung di dalam Al-Qur’an, sebelum engkau keluar dari masjid.
Tatkala aku hendak keluar dari masjid, Rasulullah memegangi tanganku. Akupun berkata: Tidakkah Engkau telah bersabda untuk memberitahukan satu surat yang paling agung di dalam Al Qur’an? Rasulullah pun bersabda: yaitu (Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin) atau As Sab’ul Matsani dan Al-Qur’anul ‘Adzim yang telah diturunkan kepadaku.

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *