Tafsir tentang A’udzu Billahi Minasyaithonirrajim Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA

اَلْاِسْتِــــــــــــعَاذّة

Tafsir tentang A’udzu Billahi Minasyaithonirrajim
Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA
Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an
Minggu, 8 Februari 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

Allah SWT berfirman dalam surat An-Nahl ayat 98;

فَاِذَا قَرَأْتَ الْقُرْانَ فَاسْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطنِ الرَّجِيْمِ

‘Maka apabila engkau (Muhammad) hendak membaca Al-Qur’an, mohonlah perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk’

أعوذ , mempunyai arti أستجير وألجأ (Aku berlindung). Terdapat di dalam Al-Qur’an, surat Ad-Dukhan, ayat 20;

وَاِنِّيْ عُذْتُ بِرَبِّكمْ اَنْ تَرْجُمُوْنِ

‘Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku, dari ancamanmu untuk merajamku’

الشيطان , berarti yang mempunyai sifat sombong. Diambil dari kata شَطَنَ (jauh). Seperti ungkapan شَطَّتْ دَارُهُ (jauh rumahnya), وبئر شطون (sumur yang dalam dasarnya).

Imam Al Qurtubi berkata, dinamai Setan sebab menjauh meninggalkan kebenaran dan sombong. Oleh karena itu setiap kesombongan, baik dari bangsa jin, manusia maupun binatang disebut Setan.

Ungkapan ‘Setan’ tidak hanya diperuntukkan untuk kalangan jin. Dia dapat disematkan pula teruntuk manusia. Ini bisa dilihat di dalam Al-Qur’an surat Al-An’am, ayat 112;

وكذلك جعلنا لكل نبيٍّ عدوًّا شيطين الانس والجنّ ..

‘Dan demikianlah untuk setiap Nabi Kami menjadikan musuh yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin’

Diriwayatkan bahwa suatu ketika Sayyidina Umar, Radhiallahu ‘Anhu, mengendarai keledai yang berlenggak-lenggok, tampak angkuh. Diapun berkata;

أنزلوني , فإنما أركبتموني على شيطان

‘Turunkanlah aku darinya! Sesungguhnya engkau telah memberikan kendaraan setan teruntukku!’

الرجيم , bermakna المرجوم (terkutuk), menggunakan wazan فعيل dengan makna مفعول . Seperti ungkapan عين كحيم yang berarti mata yang dicelaki, كفّ خضيب yang berarti telapak tangan yang dicat, رجل لعين yang berarti lelaki yang dilaknat.

Imam Al Qurtubi berkata, الرَجْم berasal dari kata الرمي بالحجارة (melempar dengan batu). Bisa juga berarti القتل (pembunuhan), اللعن (pengutukan), الطرد (menjauhkan), الشتم (cacian). Terdapat pula di dalam Al-Qur’an surat Asy-Syu’ara, ayat 116;

قالوْا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ ينُوْحُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمَرْجُوْمِيْنَ

‘Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak mau berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempar batu sampai mati)”

Maka makna Setan adalah sesuatu yang dilaknat, dijauhkan dari rahmat Allah, Azza wa Jalla

Dengan demikian dapat disimpulkan makna dari Isti’adzah yaitu aku memohon perlindungan kepada Allah dari kejahatan setan yang sombong, yang bertujuan untuk menyesatkan diriku. Aku berlindung kepada Sang Pencipta, Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui, dari gangguan setan, fitnahnya serta godaannya. Tidak ada yang dapat menjauhkan diriku dari keburukan setan terkecuali Allah, Tuhan sekalian alam ..

Wa Allahu A’lam ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *