Tafsir Surat Al-Fatihah, 1

تفسير فاتحة الكتاب , ۱

Tafsir tentang Surat Al Fatihah, 1
Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA
Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an
Minggu, 22 Maret 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

بسم الله الرحمن الرحيم.
الحمد لله ربّ العالمين. الرحمن الرحيم. مالك يوم الدين. إياك نعبد وإياك نستعين. اهدنا الصراط المستقيم. صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين.

الحمد لله

الحمد , adalah pujian dengan sesuatu yang baik dengan cara mengagungkan dan menghormati.

Al Qurthubi berkata, الحمد di kalangan orang Arab bermakna memuji dengan sifat kesempurnaan. Huruf ‘alif’ dan ‘lam’ untuk meniadakan jenis. Oleh karenanya Allah Subhanahu wa Ta’ala berhak kepada seluruh pujian tanpa terkecuali. Memuji lawan katanya adalah mencela. الحمد lebih umum dari kata الشكر. Sebab syukur terkait dengan nikmat yang dibarengi dengan hati, lisan dan perbuatan. Berbeda dengan memuji yang cukup hanya dengan lisan. Seperti ungkapan حَمِدْتُ الرَّجُلَ على شَجاعَتِهِ و عَلَى عِلْمِهِ (Saya memuji seorang lelaki atas keberanian dan ilmunya).

At Thabari berpendapat, kata الحمد dan الشّكر adalah satu makna. Seperti ungkapan الحمدُ لله شكرًا .

Al Qurthubi mengomentari pendapat At Thabari dengan mengatakan bahwa pendapatnya At Thabari adalah termasuk pendapat yang tidak disukai. Alasannya, الحمد merupakan pujian atas sesuatu tanpa didahului oleh perbuatannya. Sedangkan الشكر adalah pujian atas sesuatu yang didahului oleh perbuatan. Oleh karenanya الحمد lebih umum dari kata الشكر .

رب العالمين

Kata الرَبِّ menurut bahasa adalah mendidik, memperbaiki keadaannya sesuatu, menjaganya. Al Harawi berkata, makna الربّ dapat disematkan kepada seseorang yang dapat memperbaiki dan menyempurnakan sesuatu, maka dikatakan teruntuk orang tersebut dengan ungkapan قَدْ رَبَّهُ . Orang-orang yang ahli memahami kitab-kitab samawi dinamai الرَّبَّانِيُّوْنَ .

Di dalam kitab Ashohhah dikatakan, رَبَّ فُلَانٌ وَلَدَهُ يَرُبُّهُ تَرْبِيَةً أي رَبَّاهُ (Fulan telah mendidik anaknya). Kalimat الْمُرَبُّوْنَ (para pendidik) adalah bentuk jamak dari bentuk tunggal الْمُرَبِّيْ .

Lafal الرَّبّ berasal dari kata التَّرْبِيَّة (memelihara). Allah SWT mengatur dan memelihara para makhluknya. Lafal الرَّب mempunyai beberapa makna, yaitu الْمَالِك (yang menguasai), الْمُصْلِح (yang memperbaiki), الْمَعْبُوْد (yang disembah), السَّيِّد (pemimpin), الْمُطَاع (yang ditaati). Seperti ungkapan هذا ربّ الإبل (ini pemilik onta), و ربُّ الدار (dan ini pemilik rumah). Lafal الرب hanya diperuntukkan untuk penyebutan Allah. Boleh dipergunakan bagi selain Allah dengan syarat menambahkan ‘idhofah’ (kata tambahan setelahnya). Di dalam hadis dikatakan;

لا يقلْ أحدُكم : أَطْعِمْ ربَّكَ , وَضِّئْ رَبَّكَ , ولا يقلْ أحدكم ربِّي , وليقلْ سيِّدي ومولايَ (رواه الشيخان)

‘Tidak boleh engkau mempergunakan kata أطعم ربّك (berilah makan tuanmu), وضِّئْ ربّك (bersihkan tuanmu). Jangan pula engkau ucapkan رَبّيْ (tuanku). Ucapkanlah dengan kata سيِّدي ومولايَ (tuanku)’

اَلْعالمين

Abu Su’ud berkata, lafal الْعالَم mempunyai arti nama bagi sesuatu yang telah dikenali. Nama-nama tersebut biasanya telah diinformasikan oleh Sang Pencipta, yaitu Allah Tabaraka wa Ta’ala sebagai ciptaan-Nya.

Ibnu Al Jauzi berkata, العالم menurut ahli bahasa Arab adalah nama bagi makhluk, sejak dari awal keberadaan mereka sampai berakhir. Sedangkan menurut ilmu pengetahuan, العالم adalah nama bagi alam semesta yang bahru yang terdiri dari tatanan tata surya, bintang, langit, bumi beserta seisinya.

Asal kata العالم , bisa jadi berasal dari kata الْعَلَم (alam, nama). Ini mendukung dari apa yang telah dikemukakan oleh ahli bahasa Arab. Boleh jadi berasal dari kata الْعَلَامَة (tanda, petunjuk). Ini menguatkan pendapat dari pakar ilmu pengetahuan.

Setiap sesuatu yang ada di alam ini sebagai petunjuk adanya Sang Pencipta, Yang Mengatur, Yang Maha Bijaksana, yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berkata seorang penyair;

فيا عجبًا كيف يُعْصى الإله . أم كيف يَجْحده الجاحد

‘Sungguh alangkah aneh! Bagaimana seseorang tidak taat kepada Tuhannya? Atau bagaimana mungkin seseorang tidak percaya kepada Tuhannya?’

ولله في كلِّ تحريكةٍ . وتسكينةٍ أبداً شاهدٌ

‘Sesungguhnya Allah menjadi saksi setiap benda yang bergerak maupun yang terdiam’

وفي كل شئٍ له ايةٌ . تدل على أنّه واحدٌ

‘Segala sesuatu itu menjadi tanda yang menunjukkan atas ke-Esaan-Nya’

Ibnu ‘Abbas berkata, ربّ العالمين mempunyai arti Tuhannya manusia, jin beserta para malaikat.

Sedangkan Al Farra dan Abu ‘Ubaidah mengatakan bahwa الْعالم adalah ungkapan dari sesuatu yang berakal, yaitu manusia, jin, malaikat dan setan. Binatang tidak termasuk ke dalamya sebab tidak berakal.

Sebagian ulama berkata, semua makhluk, baik manusia, jin, malaikat, burung, tumbuh-tumbuhan, benda mati, adalah الْعالَم . Dengan demikian, ربُّ العالمين maksudnya adalah Tuhan untuk seluruh alam, baik benda hidup maupun benda mati ..

Wa Allahu A’lam ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *