SYA’BAN, BULAN KEBAIKAN

Oleh. Ahmad Lahmudin

الحمد لله الذى جعلنا من الناصحين , وافهمنا من علوم العلماء الراسخين . والصلاة والسلام على من نسخ دينُه أديانَ الكفرة والطالحين , وعلى اله واصحابه الذين كانوا بتمسك شريعته صالحين .

Alhamdulilah, segala puji bagi Allah, yang telah menjadikan bulan Rajab sebagai pensucian badan dengan cara beristighfar, menjadikan bulan Sya’ban sebagai tempat pensucian hati, dan menjadikan bulan Ramadhan sebagai wadah pensucian jiwa. Shalawat dan salam selalu terkirim kepada baginda Rasulullah, Muhammad SAW.

Anakku sayang ..
Hari Kamis esok, Insya Allah kita telah masuk di awal bulan Sya’ban tahun 1441 H. Pada bulan inilah seluruh amal perbuatan manusia selama setahun lamanya dilaporkan kepada Allah SWT. Nabi bersabda:

يرفع اللهُ اعمال العباد كلها فى هذا الشهر

‘Allah angkat amal perbuatan manusia pada bulan ini’

Suatu ketika Nabi bertanya kepada para sahabat:

أتدرون لِم سمى شعبان؟ قالوا الله ورسوله أعلم. قال لأنه يتشعّب فيه خيرٌ كثيرٌ

‘Apakah kamu tahu mengapa dinamai Sya’ban? Para sahabat menjawab, Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui. Nabi bersabda, karena di dalamnya bercabang kebaikan yang banyak’

Dari Yahya bin Mu’az, dia berkata:

إن فى شعبان خمسة احرفٍ يُعطَى بكل حرف عطيّةً للمؤمنين: بالشين الشرف والشفاعة, وبالعين العزة والكرامة, وبالباء البرّ, وبالالف الألفة, وبالنون النور.

‘Sesungguhnya pada kata Sya’ban terdapat lima huruf yang menunjukkan kebaikan bagi orang-orang mu’min. Huruf Syin berarti kemuliaan dan syafaat, huruf ‘Ain berarti keagungan, huruf Ba berarti kebaikan, huruf Alif berarti kasih sayang, dan huruf Nun berarti cahaya’

Anakku sayang ..
Sebentar lagi kita berada di pertengahan bulan Sya’ban atau biasa kita sebut dengan nisfu Sya’ban. Malamnya adalah malam yang terbaik di sisi Allah, yang hanya bisa ditandingi dengan malam Lailatul Qadr. Sabda Nabi:

ما من ليلةٍ بعد ليلة القدر أفضل من ليلة نصف شعبان

‘Tidak ada malam yang lebih baik setelah malam lailatul qadr terkecuali malam nisfu sya’ban’

Dalam hadis lain Nabi bersabda:

من احيا ليلة العيد وليلة النصف من شعبان لم يمتْ قلبُهُ حين تموت القلوب

‘Barang siapa yang menghidupkan, meramaikan malam ‘ied dan malam nisfu Sya’ban maka hatinya tidak akan mati ketika hati-hati manusia yang lain mati’

Anakku sayang ..
Mari sama-sama kita perbanyak ibadah di bulan ini. Kita hias dengan beribadah di malam-malamnya dan berpuasa di siang harinya, terutama pada malam nisfu Sya’ban. Sebab di malam tersebut, Allah bukakan pintu rahmat-Nya.

Pernah suatu ketika datang malaikat Jibril Alaihissalam pada malam nisfu Sya’ban menemui Rasulullah;

يا محمد هذه ليلة تُفتح فيها ابواب السماء وأبواب الرحمة , فقم وصل وارفع رأسك ويديك إلى السماء

‘Wahai Muhammad, malam ini adalah malam dimana dibuka pintu-pintu langit dan rahmat Allah, oleh karenanya dirikanlah shalat, angkat kepalamu ke langit seraya bentangkan kedua tanganmu’

Anakku sayang ..
Saat ini kita sedang diuji Allah dengan wabah virus Corona. Umat manusia seluruh dunia dibuat panik, kaget, bingung. Hampir tidak ada negara yang lepas dari virus yang mematikan ini. Ratusan ribu orang harus terpapar. Puluhan ribu orang telah meninggal. Hingga saat ini belum ditemukan obat penangkalnya.

Bagi seorang mukmin harus mempunyai keyakinan bahwa apa yang sedang terjadi adalah suratan takdir Allah SWT. Boleh jadi, musibah ini merupakan jalan bagi kita untuk lebih mengenal Allah. Ini merupakan cara Allah untuk mengasihi kita semua. Bahwa tidak ada keabadian di dunia ini. Harta, jabatan, anak, istri, merupakan titipan yang kelak pasti akan kita tinggalkan. Kita akan kembali kepada Dzat Al Muqaddasah, Wajibul Wujud, La Yusyarikuhu fihi Ghairuhu, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Abi Abdillah Muhammad bin Ibrahim bin ‘Abbad an-Nafazi ar-Randi berkomentar perihal penyakit yang menimpa kepada seorang hamba;

فهذه هي وجهة التعرف التي فتحها الله تعالى له , وحصلت له الغبطة بها , واثرَها على عبادة الثقلين والله اعلم ..

‘Penyakit yang menimpa seorang hamba merupakan jalan menuju kepada ma’rifat (mengenal Allah) yang dibuka teruntuknya. Maka sebab penyakit tersebut akan membuat hamba merasa gembira. Allah memberikan keutamaan kepada penyakit itu sendiri ketimbang ibadah yang dilakukan di saat adanya penyakit tersebut’

Diriwayatkan dari Sa’id Al Maqbari, dia berkata, Saya mendengar Abu Hurairoh Radiallahu Anhu berkata;

قال الله تبارك وتعالى : إني أبتلي عبدي المؤمن , فإذا لم يشكني إلى عُوّاده حللت عنه عقدي , وبدَّلته لحماً خيرًا من لحمه , ودما خيرا من دمه , ثم قلت له : استأنفِ العملَ (أخرجه الدارمي)

‘Allah Tabaraka Wa Ta’ala berfirman: Aku akan memberikan ujian kepada hambaku yang mukmin. Apabila dia tidak meratap, mengadu kepadaku melalui orang-orang yang mengunjunginya maka Aku akan lepaskan ikatan-Ku. Aku ganti dagingnya dengan daging yang lebih baik. Aku ganti darahnya dengan darah yang lebih baik. Lalu Aku katakan kepadanya, mulailah untuk beramal’

Namun demikian, kita juga mesti ikhtiar, berusaha untuk terlepas dari wabah virus Corona. Yang telah terpapar harus diusahan sembuh seperti sediakala. Yang belum terpapar harus berusaha menghindar sesuai anjuran pihak yang berwenang, dalam hal ini pihak Pemerintah. Isolasi adalah salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus Corona. Cukup berada di rumah terkecuali bila ada kebutuhan yang mendesak.

Anakku sayang ..
Kita berdoa di bulan Sya’ban ini, bulan yang penuh kebaikan, bulan yang penuh kasih sayang, bulan yang penuh cahaya. Semoga badai virus Corona akan segera berlalu ..

Referensi;

  • Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad as-Syakir Al-Khoubawy, Durratun Nasihin, hal. 206-210
  • Abi Abdillah Muhammad bin Ibrahim bin ‘Abbad an-Nafazi ar-Randi, Ghaitsul Mawahib al Aliyah, hal. 17-18

Penulis adalah Rois Syuriah MWC NU Tarumajaya

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *