BERDOALAH …

Oleh. Ahmad Lahmudin

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره, ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا, من يهده الله فلا مضل له, ومن يضلل فلا هادي له, وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له, وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وسلم.. أما بعد

Anakku sayang …
Suatu ketika Ibrahim bin Adhan ditanya oleh seseorang,

ما بالُنا ندعو فلا يستجاب لنا؟

Mengapa doa yang kami panjatkan tidak terkabulkan?

قال: لانكم عرفْتمُ اللهَ فلم تُطيْعُوْه, وعرفْتُمُ الرسولَ فلم تتَّبِعوا سُنَّته, وعرفتم القران فلم تعملوا به, وأكلْتم نِعَمَ اللهَ فلم تَؤُدُّوْا شُكْرَها, وعرفتمُ الْجنةَ فلم فلم تطلبوها, وعرفتم النّارَ فلم تهربوا منها, وعرفتم الشيطانَ فلم تحاربوه ووافقتموه, وعرفتم الموت فلم تستعدّوا له, ودفنْتم الأموات فلم تعتبروا, وتركتم عيوبكم واشتغلتم بعيوب الناس.

‘Ibrahim menjawab, “Doa kalian tidak dikabulkan disebabkan kalian mengenal Allah tapi kalian tidak mentaati-Nya. Kalian mengenal Rasulullah tapi tidak mengikuti sunah-sunahnya. Kalian mengenal al Qur’an tapi tidak mengamalkannya. Kalian merasakan nikmat-nikmat yang Allah berikan tapi tidak mensyukurinya. Kalian mengetahui surga tapi tidak mencarinya. Kalian mengetahui neraka tapi tidak lari darinya. Kalian mengenal setan tapi tidak memeranginya malah kalian menjadikan teman untuknya. Kalian mengenal kematian tapi tidak mempersiapkan diri untuk menuju kepadanya. Kalian ikut mengubur orang-orang yang meninggal dunia tapi tidak dijadikan sebagai peringatan. Kalian biarkan aib-aib kalian dengan sibuk membicarakan aib-aib orang lain!”

Rasulullah SAW juga pernah bercerita perihal seseorang yang doanya tidak dikabulkan Allah SWT padahal ia telah bersusah payah melakukannya,

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: الرجلَ يُطيلُ السفرَ, اَشْعَثَ اَغْبَرَ, يَمُدُّ يَدَيْهِ الى السماءِ: يا ربِّ يا ربِّ, وَمَطْعَمُهُ حرامٌ, ومَشْرَبُهُ حرامٌ, ومَلْبَسُهُ حرامٌ (وَغُذِيَ بالحرامِ) فَأَنَّى يُسْتجابُ لذالك؟

‘Rasulullah SAW bersabda; Seseorang yang melakukan perjalanan jauh sehingga keadaannya tampak kusut lalu menadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa: “Wahai Tuhanku! Wahai Tuhanku!” Padahal makanan, minuman dan pakaian yang ia kenakan didapat dengan cara yang haram. Bagaimana mungkin doanya terkabulkan?’

Anakku sayang …
Allah SWT tidak akan pernah menyia-nyiakan doa setiap hamba-Nya yang meminta kepada-Nya

وإذا سألك عبادى عَنّى فإنّى قريبٌ أُجيبُ دعْوَةَ الدّاعِ إذا دعانِ

‘Dan ketika hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku’ (QS. Al Baqarah: 186)

Allah SWT teramat dekat kepada hamba-Nya, melebihi dekatnya hamba dengan urat lehernya sendiri.

ونحن أقْربُ إليه من حبْل الْوريد

‘Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya’ (QS. Qaf: 16)

Bila ada doa hamba yang tidak terkabul maka bukan semata Allah SWT tidak menjawabnya. Tapi pasti ada yang salah pada diri hamba tersebut. Apakah sudah terpenuhi syarat doa yang diterima? Pertama, seorang hamba yang berdoa harus meyakini bahwa tidak ada yang mampu mengabulkan keinginannya kecuali Allah SWT. Kedua, ia harus mempunyai keyakinan bahwa setiap perantara yang dapat menghantarkan kepada keinginannya berada dalam genggaman kekuasaan-Nya. Ketiga, doa harus dibarengi dengan niat yang tulus di hati. Keempat, menjauhkan diri dari memakan barang yang haram. Kelima, tidak boleh bosan untuk terus berdoa meskipun keinginannya belum tercapai.

Ibnu Atha’illah menambahkan syarat bagi orang yang berdoa yaitu harus menjaga hati ketika ia menyendiri, menjaga ucapan ketika berada di hadapan manusia, dan menjaga pandangan mata dari yang tidak dihalalkan. Adapun waktu atau keadaan yang doa biasanya dikabulkan, sebagaimana terdapat di dalam banyak hadis Nabi yaitu di waktu sahur atau sepertiga akhir malam, saat berbuka puasa, waktu di saat azan dan iqamah, waktu di antara dzuhur dan ashar pada hari Rabu, saat darurat atau terpaksa, saat sedang bepergian, saat sakit, saat turun hujan, saat berada di medan perang untuk membela agama Allah.

Anakku sayang …
Hakekat doa adalah pengakuan atas ketidakmampuan hamba kepada Tuhannya. Hamba pada posisi amat lemah sementara Allah Maha Kuasa. Terjadi relasi, hubungan atas bawah, tidak sejajar apalagi melebihi,

فإذا صدر من الأدنى الى الأعلى على سبيل التضرع والشفاعة يقال له دعاءٌ

‘Ketika terjadi relasi, pertalian, hubungan dari bawah ke atas dengan cara merendahkan diri disertai dengan permintaan pertolongan maka disebut dengan doa’

Jumhur ulama mengatakan bahwa doa menempati posisi yang paling penting dalam persoalan ibadah. Sebab Allah SWT menuntut hamba-Nya agar berdoa kepada-Nya.

وقال رَبُّكُم اُدْعونى أَسْتَجِبْ لكم

‘Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu” (QS. Gafir: 60)

Allah SWT teramat murka kepada hamba yang tidak meminta kepada-Nya.

فلوْلا إذْجاءَهم بَأْسُنا تَضَرَّعُوْا ولكن قَسَتْ قُلُوْبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطانُ ماكانُوْا يَعْمَلونَ

‘Maka mengapa mereka tidak memohon kepada Allah dengan tunduk merendahkan diri ketika datang siksaan Kami kepada mereka, bahkan hati mereka telah menjadi keras dan syaitanpun menampakkan kepada mereka kebagusan apa yang selalu mereka kerjakan’ (QS. Al An’am: 43)

Nabi Muhammad SAW bersabda;

الدعاءُ مُخُّ العبادة (رواه الترمزى)

‘Doa adalah inti, sari dari ibadah’ (HR Turmudzi)

Dalam hadis yang lain Nabi bersabda;

الدعاءُ سِلاحُ المؤمن وعِماد الدين, ونورُ السماوات والأرض (رواه ابو يعلى والحاكم عن على)

‘Doa adalah senjatanya orang mu’min. Doa adalah tiang agama. Doa juga sebagai cahayanya langit dan bumi’ (HR. Aby Ya’la dan Hakim dari Ali)

Anakku sayang …
Mari kita persiapkan diri sebelum berdoa agar doa-doa yang kita panjatkan dikabulkan Allah SWT. Kita yakin bahwa Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan setiap permohonan hamba-Nya. Bila sampai hari ini ada doa kita yang belum terkabulkan maka yakinlah bahwa kebaikan doa kita tersebut kelak akan kita peroleh di kehidupan akhirat. Ibnu Abbas radiallahu anhu berkata;

كلُّ عبدٍ دعا اُسْتُجيبَ له, فان كان الذى يدعو به رِزْقًا له فى الدنيا اُعْطِيَهُ, وان لم يكن رزقًا له فى الدنيا ذُخِرَ له

‘Setiap hamba yang berdoa pasti akan diterima doanya. Jika ia berdoa memohon rizki di dunia maka akan diberikan. Ketika rizki yang diminta tidak diberikan di dunia maka rizki tersebut akan disimpan kemudian akan diberikan kelak di akhirat’

Sebait doa kita panjatkan, semoga badai virus Corona segera berakhir teruntuk kita, kaum muslimin, serta umat manusia, di manapun mereka berada. Singkirkan ujaran kebencian. Bersama bergandeng tangan. Saling bahu membahu. Dengan izin Allah, badai viris Corona pasti berlalu …

المرجع:
الجامع لأحكام القران والمبيّن لما تضمّنه من السنة وﺁي الفرقان, أبي عبد الله محمد بْن أحمد بْن أبي بكرٍ القرطبيّ, الجزء ٣, الصحيفة ١٧٧- ١٨٥

Penulis adalah Rois Syuriah MWC NU Tarumajaya

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *