Pertemuan 6 Kitab Ghaitsul Mawahib Al Aliyyah fi Syarhil Hikami Al ‘Athoiyah

Pertemuan 5,
Kitab Ghaitsul Mawahib Al Aliyyah fi Syarhil Hikami Al ‘Athoiyah
Syekh Abi Abdullah Muhammad bin Ibrahim bin ‘Abbad An Nafazi Ar Randi

Ranting NU Bogasari dan HMR
Selasa, 14 April 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

أرحِ نفسك من التدبير فما قام به غيرك عنك لا تقم به لنفسك

‘Istirahatkanlah dirimu dari mengatur persoalan dunia. Sesuatu yang telah ditempatkan oleh selain dirimu maka jangan engkau tempatkan teruntukmu’

Tercela bagi makhluk yang mengatur persoalan dunia mereka pada jalan yang telah kami uraikan di pertemuan sebelumnya. Karena Allah SWT sungguh telah menjamin urusan dunia mereka. Allah sendiri yang telah mengatur urusan dunia mereka. Allah hanya meminta kepada mereka untuk mengosongkan hati-hati mereka dari sibuk dengan urusan dunia. Meminta kepada mereka melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai hamba serta tugas-tugas sebagai seorang yang telah mukallaf.

Maksud dari mengatur urusan dunia bagi seorang hamba yaitu dengan menentukan sendiri kebutuhan-kebutuhan dunianya sesuai dengan tuntutan syahwat dan hawa nafsunya. Dia mengatur apa yang layak teruntuknya. Dengan bersusah payah dia persiapkan diri untuk itu. Ini akan segera mendatangkan kelelahan. Boleh jadi dia akan kecewa sebab sebagian besar apa yang telah dia rencanakan tidak sesuai dengan kenyataannya. Usahanyapun menjadi batal. Akibatnya, dia akan tinggalkan ibadah, akan bertentangan dengan hukum-hukum Tuhannya, serta melawan takdir Tuhannya. Jika sudah demikian maka itu akan mendorong kepadanya untuk ditinggalkan, dijauhi, diputus rasa cintanya beserta sebab-sebab yang menghantarkannya kepada Tuhannya.

Sahal bin Abdullah Radialluhuanhu berkata;

ذروا التدبير والاختيار فإنهما يكدران على الناس عيشهم

‘Tinggalkanlah mengutar dan berusaha untuk persoalan dunia. Sebab keduanya akan membuat susah kehidupan manusia’

Berkata Sayyid Abu Al Hasan Al Syadzili;

إن كان ولا بد من التدبير فدبّروا أن لا تدبّروا

‘Jika mesti harus ada perencanaan maka rencanakanlah untuk tidak merencanakan’

Wa Allahu A’lam bi Shawab ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *