Sekolah Kepribadian Di Bulan Ramadhan

Oleh. Ahmad Lahmudin

Esok, ketika mentari pagi bersinar. Insya Allah tubuh kita telah dibalut oleh bulan Ramadhan. Bulan tempat menuai setiap kebaikan. Tempat setiap amal ibadah dilipatgandakan nilainya. Tempat setiap permohonan akan dijawab. Tempat segala dosa akan diampuni bagi yang bertaubat. Tempat di mana surga teramat merindukan kita.

Makhluk seisi langit dan bumi kecuali setan laknatullah, bergembira saat awal ramadhan tela tiba. Dalam satu hadis diceritakan,

إذا هل هلال رمضان صاح العرش والكرسى والملائكة وما دونهم يقولون طوبى لأمة محمد عليه الصلاة والسلام بما عند الله تعالى لهم من الكرامة واستغفرت لهم الشمس والقمر والكواكب والطيور فى الهواء والسمك فى الماء وكل ذى روح على وجه الارض فى الليل والنهار الا الشياطين عليهم اللعنة. فاذا أصبحوا لا يترك الله تعالى أحدا منه الا يغفرله. ويقول الله تعالى للملائكة: اجعلوا صلاتكم وتسبيحكم فى رمضان لامة محمد عليه الصلاة والسلام.

‘Ketika terlihat bulan malam ramadhan maka berteriak arasy, kursy, malaikat dan makhluk lainnya, seraya berkata, “Keberuntungan telah datang untuk umat Muhammad Alahissalam dengan kemuliaan yang Allah berikan kepada mereka. Matahari, bulan, bintang-bintang di langit, burung-burung di udara, ikan di air, dan setiap makhluk bumi yang bernyawa, mereka semua memohonkan ampunan teruntuk umat Muhammad, baik siang maupun malam, kecuali setan laknatullah.” Ketika datang waktu pagi, Allah tidak menyisakan seorangpun dari umat Muhammad terkecuali ampunan yang diberikan kepada mereka. Kemudian Allah berfirman kepada para malaikat, “Wahai para malaikat, jadikanlah shalat dan tasbihmu di bulan ramadhan teruntuk umat Muhammad alahissalam.”

Saat ramadhan pergi. Musibah besar seakan menimpa umat nabi Muhammad. Seisi alam menangis karena kepergiannya. Nabi ceritakan hal tersebut,

إذا كان اخر ليلة من رمضان بكت السموات والارض والملائكة مصيبة لامة محمد عليه الصلاة والسلام. قيل يارسول الله اي مصيبة هى؟ قال عليه الصلاة والسلام ذهاب رمضان فان الدعوات فيه مستجابة والصدقات مقبولة والحسنات مضاعفة والعذاب مدفوع.
‘Ketika datang malam akhir bulan ramadhan, menangis langit dan bumi serta para malaikat sebab ada musibah yang menimpa umat Muhammad. Rasulullah kemudian ditanya, “Musibah apa itu wahai rasul?” Rasulullah menjawab, “Musibah sebab perginya bulan ramadhan. Karena di bulan ramadhan setiap doa terkabul, setiap shadaqah diterima, setiap amal baik dilipatgandakan, dan setiap azab tertolak.”

Bulan ini dinamai Ramadhan yang berarti membakar setiap dosa-dosa yang telah kita perbuat oleh sebab selama bulan ini kita melakukan amal-amal baik di dalamnya, diantaranya berpuasa.

Puasa berarti berusaha mengalahkan musuh Allah SWT, yaitu setan. Dengan berpuasa kita berusaha mengekang syahwat atau nafsu perut dan kemaluan kita. Sebab, syahwat atau nafsu itulah yang menjadi tempat bersemainya syetan dalam diri kita. Sehingga ada hijab atau jarak yang membuat kita dan Sang Pencipta, Allah SWT menjauh. Nabi bersabda,

لولا ان الشياطين يحومون على قلوب بنى ادم لنظروا الى ملكوت السموات

‘Seandainya tidak ada syetan yang mengitari hati-hati anak Adam, niscaya mereka dapat melihat alam malakut’

Dari sisi dunia kedokteran, puasa dapat menjadi obat bagi berbagai macam penyakit jasmani. Ini telah teruji secara ilmiah akan besarnya manfaat puasa untuk kesehatan. Bukankah, sebelum dilakukan tindakan operasi sering kali dianjurkan untuk terlebih dahulu berpuasa?

Dari sisi rohani atau spiritual, puasa merupakan Madrasah Ruhaniyah, sebagai sekolah untuk menempa rohani atau jiwa seorang muslim. Tanda kelulusannya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut. Pertama, mempunyai perasaan patuh, tunduk atas setiap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebab perasaan patuh, tunduk adalah inti tujuan ibadah. Allah berfirman,

وأمرنا لنسلم لرب العالمين

‘Dan kita disuruh menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam’ ( al-An’am: 71)

Kedua, menjadi pribadi yang sabar menanggung setiap kesulitan dalam menjalani hidup. Sebab dengan kesabaran seseorang akan mampu mengontrol nafsu atau keinginannya. Bukan sebaliknya, nafsu atau keinginan yang mengatur manusia sehingga manusia tidak ubahnya seperti binatang. Allah SWT menyindir orang-orang yang diatur oleh nafsu atau keinginannya dalam surat Muhammad ayat 12:

ويأكلون كما تأكل الأنعام والنار مثوًى لهم

‘Dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka’

Ketiga, dapat menjadi pribadi yang penuh cinta kasih kepada sesama, empati kepada kesulitan orang lain, harus lembut perasaannya, dermawan, suka menyeka air mata orang-orang yang sengsara, dan pelipur bagi orang-orang yang ditimpa bencana. Siapapun dia, apapun latar belakangnya, atas nama agama apapun.

Keempat, menjadi pribadi yang mempunyai rasa takut kepada Allah, baik di tempat tertutup maupun di tempat terbuka. Sehingga dapat menjadi pribadi yang bertaqwa yang menjadi inti tujuan dari puasa itu sendiri, لعلكم تتقون, agar kamu menjadi pribadi yang bertaqwa.

Hari ini kita berada di situasi pandemi wabah virus korona atau Covid-19. Manusia seluruh dunia tersentak. Pertanggal 20 April 2020, korban terinfeksi virus korona di seluruh dunia mencapai 2,39 juta jiwa. Meninggal dunia sebanyak 164.938 jiwa. Di Indonesia, pertanggal 22 April 2020, korban terinfeksi sebanyak 7.135 orang, yang meninggal mencapai 616 jiwa.

Mari jadikan Ramadhan kali ini sebagai sekolah untuk mendidik pribadi kita sebagai seorang muslim. Covid-19 sebagai media pembelajarannya. Sertifikat kelulusan akan diberikan kepada pribadi yang sabar dalam menghadapi pandemi virus korona. Mempunyai keyakinan bahwa ini merupakan ujian dari Allah untuk lebih dekat kepada-Nya. Pintu masuk untuk lebih mengenal-Nya,

فهذه هي وجهة التعرف التي فتحها الله تعالى له

‘Ini (wabah) merupakan pintu masuk yang Allah buka bagi setiap hamba untuk lebih mengenali-Nya’

Saatnya kita singsingkan lengan baju. Bersama menghadapi wabah ini dengan berbagi. Kebijakan untuk tetap tinggal di rumah membuat sebagian warga menghadapi himpitan ekonomi. Ramadhan mengingatkan kepada kita untuk sedikit mengosongkan perut. Berbagi kepada yang membutuhkan.

Bila saja, pada situasi seperti ini kita tidak bisa berbagi kepada sesama padahal kita mempunyai kelebihan harta. Yakinlah, Ramadhan hadir hanya sebatas ritual tahunan. Tanpa makna!

Penulis adalah Rois Syuriah MWC NU Tarumajaya

Rujukan;

  1. Imam Muhammad Ali As-Shabuni, Rawai’ul Bayah, Tafsir Ayatil Ahkam Min Al-Qur’an, Juz 1, hal. 187-218
  2. Syekh Abi ‘Abdillah Muhammad bin Ibrahim bin ‘Abbad An-Nafazi Ar-Randi, Ghaitsul Mawahib Al-Aliyyah, hal. 17
  3. Syekh Utsman Al-Khoubawy, Durratun Nasihin, hal. 7-13
  4. https://www.kompas.com
  5. Iustrasi gambar, Arwini.com

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *