Pesan Pesan KH. Abidullah Abdullah Kepada Santri Lirboyo

mwcnutarumajaya.or.id Silaturrahim santri Lirboyo ke kediaman KH. Abidullah Abdullah Kamis, 21/05/2020. Beberapa santri lirboyo soan ke KH. Abidullah Abdullah usai melakukan ziaroh dan buka puasa bersama di karang tengah tarumajaya Bekasi.

KH. Abidullah Abdullah berpesan kepada para santri untuk menyelesaikan Kitab Al Fiah Ibnu Malik karena WA MAN YURID IMROATAN JAMILAH FASYARTUHA ANTAHFADZOH AL FIAH (Siapa orang yang ingin memiliki wanita yang cantik syaratnya adalah hafal Al Fiah) Ibarat orang yang sudah belajar Al Fiah (indah dalam membaca kitabnya) seperti halnya memandang wanita yang indah.

WA MAN YURID IMROATAN WA SYATIAH FASYARTUHA ANTAHFADZOH IMRITIAH (siapa orang yang ingin memiliki wanita yang pas-pasan maka syaratnya hafal imriti) karena orang yang sudah belajar nadzom imriti pas-pasan dalam membaca kitabnya.

WA MAN YURID IMROATAN ASSAMINAH FASYARTUHA ANTAHFAZOH JURMIYAH (siapa orang yang ingin memiliki wanita yang gemuk maka syaratnya menghafal jurmiyah) karena dalam membaca kitabnya masih belum sempurana.

Beliau juga mengibaratkan santri yang sudah belajar Kitab Al Fiah seperti halnya rumah yang mewah. Akan tetapi belum memiliki kolam renangnya, untuk memiliki kolam renangnya harus mempelajari ilmu balaghohnya.

Beliau juga menceritakan bahwa pengarang Kitab Al Fiah yang kita ketahui ialah Syekh Abdullah Ibnu Malik bukanlah seorang pakar ilmu Nahwu Shorof, melaikan adalah pakar ilmu Tajwid. Sedangkan pakar ilmu Nahwu Shorof adalah temannya sendiri yaitu Syekh As Syatibi, lantas Syekh Ibdnu Malik menantang Syekh As Syatibi untuk mengarang kebalikan dari keduanya.

Suatu ketika Syekh Ibdnu Malik dan Syekh As Syatibi masuk kedalam bilik/kamar, dengan waktu yang sama keduanya keluar dan saling menanyakan berapa jumlah nadzom yang di karang.

Keduanya pun dengan jawaban 1001 bait nadzom

Dari sini kita simpulkan keduanya memiliki kealiman yang sama ratanya. Akan tetapi murid dari keduanya sangat berbeda pesat

Murid Syekh Ibnu Malik berjumlah 7 santri sedangkan murid Syekh As Syatibi berjumlah 7000 santri

Hingga akhirnya murid dari Syekh As Syatibi menimbulkan keraguan keilmuan dari Syekh Ibnu Malik karena sedikit dalam jumlah santrinya.

Hingga akhirnya santri dari Syekh As Syatibi itu menyampaikan keraguannya kepada gurunya.

Lantas apa yang di jawab oleh Syekh As Syatibi ?

Beliaupun menjawab “jangan salah faham dengan sedikit jumlah santrinya karena 1 santri Syekh Ibnu Malik itu berbanding dengan 1000 santri Syekh As Syatibi”.

Salah satu santri Syekh Ibnu Malik yang sangat terkenal mengarang kitab yang sangat fenomenal yakni Kitab Fathul Wahhab karya Syekh Zakaria Al Ansori.

Sumber : KH. Abidullah Abdullah

Pewarta : Munzir Tamam

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *