Sihir Dalam Sudut Pandang Syari’at (3)

Pertemuan ke-20

موقف الشريعة من السحر
Sihir dalam sudut pandang Syari’at

Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA
Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an
Minggu, 12 Juli 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

قال الله تعالى :
وَلَمَّا جَاءَهُمْ رَسُوْلٌ مِنْ عِنْدَ اللهِ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَهُمْ نَبَذَ فَرِيْقٌ مِنَ الَّذِيْنَ أُوْتُوا الْكِتَابَ كِتَابَ اللهِ وَرَاءَ ظُهُورِهِمْ كَأَنَّهُمْ لَل يَعْلَمُونَ . وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِيْنُ عَلىَ مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِيْنَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوْتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُوْلَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَاهُمْ بِضَارِّيْنَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوْا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَالَهُ فِى الأَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُوْنَ . وَلَوْ أَنَّهُمْ اَمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَمَثُوْبَةٌ مِنْ عِنْدِ اللهِ خَيْرٌ لَوْ كَانُوْا يَعْلَمُوْنَ .

التحــــليــــــل اللفظـــــــى
Mengurai lafaz (3)

فتنة , berarti الاختبار والابتلاء (ujian, cobaan). Seperti perkataan mereka, فتنتُ الذهب في النار إذا امتحنْتُهُ لتُعْرَف جَوْدته من رَداءته (saya menguji emas pada api agar dapat diketahui kadar yang baik dari yang jelek)

Berkata Al-Azhari, sekumpulan kata-kata yang searti dengan الفتنة yaitu, الابتلاء , الامتحان , الاختبار . Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 28,

واعْلَمُوْا اَنَّمَا اَمْوَالُكُمْ وَاَوْلَادَكُمْ فِتْنَةٌ.
‘Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan’

Allah juga berfirman dalam surat Al-Ankabut ayat 3,

ولقدْ فَتَنَّا الذين مِنْ قَبْلِهِمْ
‘Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka’

Al-Jasshos berkata, الفتنة yaitu keadaan sesuatu yang tampak terlihat baik atau buruk. Orang-orang Arab berkata,

فتنتُ الذهب إذا عرضتُه على النار لتُعْرف سلامتُه او غشُّهُ
‘Aku menguji kepada emas dengan ditangkan kepada api untuk mengetahui apakah asli atau tidak’

Kata الاختبار , demikian juga sama artinya. Sebab keadaan sesuatu tampak terlihat sebagaimana adanya. Oleh karenanya mesti diuji kebenarannya.

فلا تكفر , maksudnya ‘janganlah kamu menjadi kafir dengan sebab mempelajari sihir dan mengamalkannya’. Di dalam ayat terkandung isyarat bahwa mempelajari sihir dapat menyebabkan kepada kekafiran.

Berkata Az-Zamkhasyari, فلا تكفر , maksudnya ‘janganlah kamu mempelajari sihir dengan keyakinan bahwa sihir itu nyata (benar) maka dengan keyakinanmu itu kamu akan menjadi kafir’

بإذن الله , maksudnya adalah بإرادته ومشيئته (dengan keinginan dan kehendak-Nya). Ini sebagai dalil (argumentasi) bahwa sesungguhnya di dalam sihir terkandung dhoror (bahaya) yang tersimpan. Jika Allah berkehendak maka akan terhalang antara sihir dan orang yang disihir. Namun jika Allah kerkeinginan maka akan dilepaskan sihir tersebut hingga akan menimpa kepada orang yang disihir sebagai ketentuan yang menjadi ketetapan-Nya. Ini adalah mazhab (pendapat) ulama salaf yang terkait dengan konsep sebab-akibat.

لَمن اشتراه (sungguh orang yang membeli kepada sihir). Al-Alusi berkata, “seseorang yang mengganti Kitabullah kepada sesuatu yang telah dibacakan oleh setan-setan”. Huruf ‘lam’ berfungsi sebagai ‘ibtida’ (berada diawal kalimat) dengan posisi menjadi ‘mubtada’ atau masuk kepada ‘fi’il mudhori’. Lebih banyak ‘lam’ masuk kepada ‘fi’il madhi’ disertai dengan huruf ‘qad’. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 181;

لقدْ سَمِعَ اللهُ قَوْلَ الَّذين قالوا اِنَّ اللهَ فقيرٌ ونحن اَغْنِيَاءُ
‘Sunguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang Yahudi yang mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya.”

خلاق , secara bahasa bermakna النصيب (bagian). Sebagaimana firman Allah dalam surat Ali Imron ayat 77;

اولئك لا خلاقَ لهم في الاخرة
‘Mereka itu tidak memperoleh bagian bagian di akhirat’

الخلاق , terkadang bermakna القدَر (kemampuan). Berkata penyair;

فما لك بيتٌ لدى الشامخات . وما لك في غالبٍ من خلاق
‘Tidak ada tempat untukmu di sisi orang-orang yang sombong. Biasanya tidak ada kekuatan bagimu’

Berkata Az-Zujaj, maksud dari خلاق yaitu bagian yang berlimpah berupa kebaikan. Kata tersebut lebih banyak dipergunakan di dalam kebaikan. Sedikit dipergunakan untuk keburukan.

شَرَوْا , maksudnya adalah mereka menjual diri-diri mereka dengan sihir. Dikatakan, شرى bermakna اشترى (membeli) dan شرى bermakna باع (menjual), dengan makna berlawanan. Berkata penyair;

وشربتُ بُرْدًا ليتني . من بُعْدِ بردٍ كنتُ هامةً
‘Aku menjual selimut. Barang kali jauhnya selimut membuatku mati’

لَمَثُوبَةٌ , bermakna الثواب والجزاء (pahala, balasan). Maksudnya adalah, pahala dan balasan yang besar dari Allah Ta’ala sebab keimanan dan ketakwaan mereka.

Wa Allahu A’lam ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *