Pertemuan 2 – Pengajian Bulanan Masjid Jamie Assalam Wahana Pondok Ungu

Pertemuan ke-2
Pengajian Bulanan Masjid Jamie Assalam Wahana Pondok Ungu, Babelan, Bekasi.
Minggu, 2 Agusutus 2020

Sekarang aku hendak mendatangkan dua hadis mulia. Hadis pertama, yaitu hadis yang telah diijazahkan kepadaku dari al-‘Allamah, Syekh Muhammad Khatib, as-Syam (berbangsa Syam), al-Madani (lalu berbangsa Madinah), al-Hambali (yang bermazhab Hambali). Dia adalah Ibnu ‘Usman bin ‘Abbas bin ‘Usman dari guru-gurunya yang bersambung kepada Abu Dzar al-Ghippari radiallahu anhu, dari Rasulullah SAW, dari sebuah hadis yang diriwayatkan olehnya dari Tuhannya Azza wa Jalla, Allah berfirman;

يا عبادى إنّى حرّمتُ الظُّلْمَ على نفسى وجعلتُه بينكم محرَّمًا فلا تَظالموا , يا عبادى كُلُّكم ضالٌّ إلا من هديْتُهُ فاسْتَهْدُوْنى أهْدِكم , يا عبادى كُلُّكم جائِعٌ إلا من أطعْتُهُ فاسْتطْعِمُونى أُطْعِمْكم , يا عبادى كلكم عارٍ إلا من كسَوْتُهُ فاستكْسونى أكْسُكم , يا عبادى إنكم تُخْطِئُونَ باليل والنهار وأنا أغْفِرُ الذنوبَ جميعاً فاستغفرونى أغْفِرْلكم , يا عبادى إنكم لن تَبْلُغُوا ضُرِّى فتضُرُّنى ولن تَبْلُغُوا نفعى فتنفعونى , يا عبادى لو أنّ أوّلكم وﺁخرَكم وإنسَكم وجِنّكم كانوا على أتقى قلبِ رجلٍ واحد منكم ما زاد ذلك فى مُلْكِى شيئًا , يا عبادى لو أنّ أولكم وﺁخركم وإنسكم وجنكم كانوا على أَفْجَرِ قلب رجلٍ واحدٍ منكم ما نقص ذلك من مُلْكى شيئًا , يا عبادى لو أنّ أولكم وﺁخركم وإنسكم وجنكم قاموا فى صعيدٍ واحدٍ فسَئَلُوْنى فأعْطيتُ كلَّ واحدٍ مسأَلتَه ما نقصَ ذلك مما عندى إلا كما ينْقُصُ الْمُحِيْطُ إذا أُدْخِلَ الْبحرَ , يا عبادى إنما هىَ أعمالكم أُحْصِيْها لكم ثم أُوَفِّيْكم إِيَّاها فمن وَجدَ خيرًا فَلْيَحْمَدِ اللهَ ومن وجد غير ذلك يَلُوْمَنَّ إلا نفسَهُ

‘Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku haramkan perbuatan dzolim atas diri-Ku. Aku jadikan perbuatan dzolim di antara kamu sebagai sesuatu yang diharamkan, maka janganlah saling berbuat dzolim. Wahai hamba-Ku, kamu semua adalah orang-orang yang tersesat kecuali orang yang Aku beri petunjuk kepadanya. Maka memintalah petunjuk kepada-Ku niscaya Aku beri petunjuk kamu. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kamu semua adalah orang-orang yang lapar kecuali orang yang Aku beri makanan teruntuknya. Maka meminta makanlah kepada-Ku niscaya Aku beri makan engkau. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kamu semua adalah-orang yang tanpa busana kecuali orang yang Aku beri pakaian. Maka meminta pakaianlah kepada-Ku niscaya Aku akan beri pakaian. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya kamu telah berbuat dosa siang dan malam, sedangkan Aku Mengampuni setiap dosa. Maka meminta ampunlah kepada-Ku niscaya Aku ampuni. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya engkau tidak mungkin sampai kepada mudhorat-Ku lalu engkau membuat mudhorot kepada-Ku. Tidak mungkin engkau sampai pula kepada manfaat-Ku lalu engkau membuat manfaat kepada-Ku. Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang mendahuluimu dan yang berada di belakangmu, seluruh manusia serta bangsa jin, ketakwaan mereka melebihi seseorang yang paling takwa di antara kamu maka tidak dapat menambah sedikitpun dari kerajaan-Ku. Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang mendahuluimu dan yang berada di belakangmu, seluruh manusia serta bangsa jin, kedurhakaan mereka melebihi seseorang yang paling durhaka di antara kamu maka tidak akan mengurangi sedikitpun dari kerajaan-Ku. Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang mendahuluimu dan yang berada di belakangmu, seluruh manusia serta bangsa jin, berdiri di suatu tempat yang tinggi seraya memohon semuanya kepada-Ku kemudian aku berikan seluruh permohonan mereka maka tidak akan mengurangi sesuatu yang Aku miliki kecuali laksana jarum yang dilemparkan ke dalam lautan yang tidak akan mengurangi airnya. Wahai hamba-Ku, demikian itulah amal-amalmu yang Aku hitung kemudian Aku berikan kepadamu. Barang siapa yang mendapati kebaikan maka hendaknya mengucapkan ‘Alhamdulillah’. Namun bila tidak mendapati kebaikan maka jangan mencela terkecuali kepada dirimu sendiri’

( والحديث الثانى ), Hadis yang kedua, telah memberikan ijazah kepada saya, al-‘Allamah, as-Sayid Ahmad, al-Murshafi, al-Mishri, setelah memberikan ijazah kepadaku, as-Sayid Abdul Wahhab bin Ahmad Farahat, as-Syafi’i dari guru-gurunya bersambung kepada orang yang paling awal hingga sampai kepada ‘Amr bin al-‘Ash dari Nabi SAW bahwa sesungguhnya beliau bersabda;

الراحمون يَرْحَمُهُمُ الرّﺣﻣ︢ﻦُ تَباركَ و تعالى ارْحَمُوْا من فى الأرضِ يَرحَمْكمْ من فى السماءِ

‘Orang-orang yang mempunyai sifat kasih sayang maka Allah Tabaraka wa Ta’ala Yang Maha Penyayang akan menyayangi mereka. Sayangilah olehmu makhluk yang ada di muka bumi maka engkau akan di sayangi oleh makhluk yang ada di langit’

Makna hadis, orang-orang yang mempunyai kasih sayang adalah orang-orang yang berbuat baik kepada makhluk yang berada di muka bumi, baik manusia maupun hewan yang tidak diperintahkan untuk dibunuh maka Allah akan berbuat baik pula teruntuk mereka. Berbuat baiklah kamu terhadap makhluk ciptaan Allah meskipun makhluk tersebut tidak berakal dengan kasih sayang serta doa mohon rahmat dan ampunan Allah maka kamu akan disayangi oleh para malaikat dan Dzat yang rahmat-Nya mencakup kepada penduduk langit yang jumlah mereka lebih banyak dibandingkan makhluk bumi. Tidak diperkenankan bagi seseorang mendoakan kepada seluruh kaum muslimin agar diampuni semua dosa-dosa mereka, atau berdoa teruntuk orang yang fakir semisal mendapatkan 100 dinar padahal tidak ada jalan yang mudah bagi fakir tersebut untuk mendapatkannya. Kemudian ia berkata, ini merupakan bentuk kasih sayang kepada makhluk. Yang demikian itu telah keluar dari teks-teks syariat.

Di dalam mimpi dipertemukan kepada al-Ghazali. Al-Ghazali ditanya, “apa yang telah Allah perbuat terhadap engkau?” Beliau menjawab, “Allah menghentikanku tepat di hadapan-Nya. Dia berfirman kepadaku, dengan apa engkau berani menghadap-Ku? Lalu aku mulai menghitung amal-amalku. Allah kemudian berfirman, Aku tidak akan menerima amal-amalmu tersebut. Amal yang Aku terima adalah perbuatanmu di suatu hari terhadap lalat yang hinggap di atas tinta penamu saat engkau sedang menulis. Lalat tersebut hendak menghirup tinta penamu untuk dijadikan minumnya. Engkau tinggalkan sejenak kegiatan menulismu hingga lalat tersebut berlalu sebagai bentuk kasih sayangmu terhadapnya” Allah kemudian berfirm” Allah kemudian berfirman kepada malaikat, “Masukkanlah hambaku ini ke surga!”

Pada sabda Nabi, يرحمكم , terdapat dua riwayat. Pertama, dibaca ‘jazm’, يَرْحَمْكم , sebagai kata jawab dari ‘fi’il amr’. Kedua, dibaca ‘rafa’, يَرْحَمُكم , sebab termasuk ‘kalimat jumlah’ yang bermakna doa. Dibaca ‘rafa’ itu lebih utama dikarenakan doa Nabi tidak mungkin ditolak.

Termasuk ke dalam sebab-sebab husnul khotimah, yaitu menekuni doa berikut ini;

اَللَّهُمَّ أَكْرِمْ هَذِهِ الْأُمَّةَ الْمُحَمَّدِيَّةَ بِجَمِيْلِ عَوَائِدِكَ فِى الدَّارَيْنِ إِكْرَامًا لِمَنْ جَعَلْتَهَا مَنْ أُمَّتِهِ صلى الله عليه وسلم

‘Ya Allah, muliakanlah umat Nabi Muhammad ini dengan anugerah kebaikan-kebaikan-Mu di dunia dan akhirat sebab telah Engkau jadikannya sebagai umat Nabi Muhammad SAW’

Doa berikutnya adalah doa yang dipanjatkan di antara sunah shalat subuh dan fardhunya;

اَللهمَّ اغْفِرْ لِأُمَّةِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللهم ارْحَمْ أُمَّةَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اللهم اجْبُرْ أُمَّةَ سيِّدنا محمدٍ اللهم أَصْلِحْ أُمّةَ سيدنا محمدٍ اللهم عَافِ أمةَ سيدنا محمدٍ اللهم احْفَظْ أمة سيدنا محمدٍ اللهم ارْحمْ أمة سيدنا محمدٍ رحمةً عامةً يا ربّ العالمين اللهم اغْفِرْ لأمةِ سيدنا محمدِ مغفرةً عامةً يا ربّ العالمين اللهم فَرِّجْ عن أمةِ سيدنا محمدِ فَرْجًا عاجِلًا يا ربَّ العالمين .

‘Ya Allah, ampuni umat Nabi Muhammad. Ya Allah, syangi umat Nabi Muhammad. Ya Allah, lindungi umat Nab Muhammad. Ya Allah beri kecukupan umat Nabi Muhammad. Ya Allah, beri kebaikan umat Nabi Muhammad. Ya Allah, beri kesehatan umat Nabi Muhammad. Ya Allah, pelihara umat Nabi Muhammad. Ya Allah, sayangi umat Nabi Muhammad dengan kasih sayang yang merata, wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, ampuni umat Nabi Muhammad dengan ampunan yang merata, wahai Tuhan semesta alam. Ya Allah, ringankan beban umat Nabi Muhammad dengan keringanan yang segera, wahai Tuhan semesta alam’

Doa berikutnya yang mesti ditekuni;

يَا رَبَّ كُلَّ شَيْءٍ بِقُدْرَتِكَ على كُلِّ شَيْءٍ اِغْفِرْلِى كُلَّ شَيْءٍ وَلَا تَسْأَلْنِى عَنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَا تُحَاسِبْنِى فِى كُلِّ شَيْءٍ وأَعْطِنِى كُلَّ شَيْءٍ

‘Wahai Tuhan segala sesuatu. Dengan Kuasa-Mu atas segala sesuatu, ampunilah diriku atas segala sesuatu. Janganlah engkau tanya kepadaku tentang segala sesuatu. Jangan engkau hisab kepadaku di dalam segala sesuatu. Berikanlah segala sesuatu untukku’

Wa Allahu A’lam …

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *