Pertemuan 17 – Kitab Ghaitsul Mawahib Al Aliyyah fi Syarhil Hikami Al ‘Athoiyah

Pertemuan ke – 17
Kitab Ghaitsul Mawahib Al Aliyyah fi Syarhil Hikami Al ‘Athoiyah
Syekh Abi Abdullah Muhammad bin Ibrahim bin ‘Abbad An Nafazi Ar Randi

Ranting NU Bogasari dan HMR
Selasa, 4 Agustus 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

كيف يُشرق قلْبٌ صُورةُ الأكوان مُنْطبِعةٌ في مِرْﺁته

‘Bagaimana hati dapat bersinar sementara gambar selain Allah tercetak di cerminnya hati’

أم كيف يَرْحَلُ إلى الله , وهو مُكَبَّلٌ بشهْواته

‘Atau bagaimana hati dapat menuju kepada Allah sedangkan dia terbelenggu dengan sahwat-sahwatnya’

أم كيف يطْمَع أن يَدخل حضرةَ الله وهو لم يتطهّر من جنابة غفَلاته؟

‘Atau bagaimana bisa hati masuk ke hadirat Allah sedangkan dia belum bersuci dari junub sebab lupa kepada-Nya?’

أم كيف يَرْجو أن يفهَم دقائقَ الأسرارِ وهو لم يَتُبْ من هَفَواته؟

‘Atau bagaiamana hati dapat berharap mampu memahami rahasia-rahasia yang tersembunyi sedangkan ia tidak pernah bertaubat dari dosa-dosanya?’

Mengumpulkan dua hal yang saling bertentangan adalah mustahil. Seperti berkumpul antara gerak dan diam, antara cahaya dan kegelapan.

Perkara-perkara yang telah disebutkan oleh muallif (pengarang) Rahimahullahu Ta’ala adalah persoalan-persoalan yang saling bertentangan yang tidak dapat berkumpul satu dengan yang lainnya. Hati yang bersinar sebab cahaya iman dan keyakinan bertentangan dengan hati yang dikuasai oleh kegelapan yang disebabkan oleh kecenderungan kepada selain Allah, kepada sesuatu yang berwujud dengan dijadikan pegangan. Berjalan menuju kepada Allah dengan memutus jalan-jalan bagi nafsu bertentangan dengan membiarkan hawa nafsu dan sahwat. Masuk menuju kehadapan Allah yang dituntut bersih bagi orang yang melaluinya bertentangan dengan bagi seseorang yang dalam kondisi junub yang dituntut baginya untuk menjauhinya. Memahami rahasia-rahasia yang tersembunyi yang didapati dengan jalan takwa bertentangan dengan keadaan yang terus melakukan maksiat, dosa-dosa. Ini diisyaratkan oleh firman Allah dalam surat AL-Baqarah ayat 282;

واتَّقُوا اللهَ ويُعَلِّمُكُمُ اللهُ ..

‘Dan bertakwalah kepada Allah, Allah memberikan pengajaran kepadamu ..’

Diriwayatkan di dalam sebagian hadis-hadis;
من عمِل بما علِمَ ورَّثه علم ما لم يعلمْ

‘Barang siapa yang beramal dengan sesuatu yang ia ketahui maka akan didatangkan oleh Allah pengetahuan sesuatu yang sebelumnya ia tidak ketahui’

Berkata Yahya bin Ma’in Rahimahullahu Ta’ala, bertemu Ahmad bin Hambal dan Ahmad bin Abi al-Hawari. Berkata Ibnu Hambal kepada Ibnu Abi al-Hawari, “Ya Ahmad, ceritakanlah sebuah hikayat yang engkau dengar dari gurumu Abi Sulaiman!” Berkata Ibnu Abi al-Hawari, “Wahai Ahmad, ucapkanlah, سبحان الله tanpa diiringi dengan berbangga diri!” Berkata Ibnu Hambal, “ سبحان الله , perpanjanglah dengan tanpa berbangga diri!” Berkata Ibnu Abi al-Hawari, “Saya mendengar Abi Sulaiman berkata, jika jiwa-jiwa memiliki keyakinan untuk meninggalkan dosa-dosa maka terbuka alam malakut teruntuknya. Jiwa-jiwa tersebut kembali kepada hamba dengan membawa hikmah-hikmah yang baru tanpa diantar oleh orang yang ‘alim” Ahmad bin Hambal berdiri sebanyak tiga kali dan duduk juga sebanyak tiga kali, lalu berkata, “Aku tidak mendengar di dalam Islam sebuah hikayat yang membuat diriku ta’jub terkecuali ini ..!” Ia lalu membacakan sebuah hadis yang telah kita sebutkan di muka, من عمل بما علم ورّثه علم ما لم يعلم . Kemudian Ahmad bin Hambal berkata kepada Ahmad bin Abi al-Hawari, صدَقتَ يا أحمد , وصدق شيخك (telah berkata benar engkau wahai Ahmad, begitupun gurumu yang telah berkata benar).

Oleh sebab adanya persoalan-persoalan ini yang saling berlawanan maka menjadi sebuah keheranan bagi seorang muallif (pengarang) Rahimahullah, terhadap seseorang yang mempunyai keyakinan bahwa persoalan tersebut dapat digabungkan menjadi satu. Juga terhadap seseorang yang mempunyai keinginan memperoleh derajat para tokoh terkemuka tapi di satu sisi ia melakukan perbuatan yang teramat buruk.

Wa Allahu A’lam bi Shawab ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *