Pengajian Kitab Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratul ‘Ain (ke-3)

Pengajian kitab Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratul ‘Ain (ke-3)
Syekh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibari

Ranting NU Bogasari dan HMR
Sabtu, 8 Agustus 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

باب الصلاة
Bab tentang Shalat

Muallif (pengarang) lebih mendahulukan membicarakan shalat ketimbang yang lainnya, seperti masalah Thaharah (bersuci) disebabkan shalat merupakan yang terpenting dari hukum-hukum syar’i lainnya juga dikarenakan shalat adalah ibadah badaniyah (fisik) yang paling utama nilainya dibandingkan ibadah-ibadah fisik yang lainnya.

هى شرعا أقوال وأفعال مَخصوصةٌ مُفْتَتَحة بالتكبير مُخْتتَمة بالتسليم

Definisi shalat secara syar’i adalah ibadah yang berupa aqwal (ucapan-ucapan) dan af’al (perkataan-perkataan) yang khusus (yang telah ditentukan) yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Kata khusus di sini untuk mengeluarkan sujud tilawah dan sujud syukur dari definisi shalat. Kata khusus berarti harus mencakup ruku’ dan i’tidal. Di dalam sujud tilawah dan sujud syukur hal tersebut ditiadakan. Kata aqwal dan af’al mencakup juga kepada orang yang bisu, sakit dan seseorang yang dalam kondisi terikat.

وسُمِّيتْ بذلك لاشتمالها على الصلاة لغةً وهى الدعاء والمفروضات العينية خمسً فى كل يوم وليلةٍ معلومة من الدين بالضرورة فيكفر جاحدها ولم تجتمع هذه الخمس لغير نبينا محمد صلى الله عليه وسلم وفُرضت ليلةَ الإسراء بعد النبوة بعشر سنين وثلاثة أشهرٍ ليلةَ سبعٍ وعشرين من رجبَ ولم تجب صبحُ يومِ تلك الليلة لعدم العلم بكيفيتها

Aqwal (ucapan-ucapan) dan af’al (perbuatan-perbuatan) dinamai dengan lafaz shalat karena mencakup makna shalat secara bahasa, yaitu bermakna doa. Shalat-shalat yang termasuk wajib ‘aini (kewajibannya mencakup kepada seluruh umat muslim yang telah mukallaf) berjumlah lima yang dilakukan selama sehari semalam. Pengetahuan tentang kewajiban shalat bersifat dharuri (pasti, tidak bisa dihindari). Maka dihukumi kafir bagi yang mengingkarinya. Kewajiban shalat sebanyak lima kali dalam sehari semalam hanya ada pada masa nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi wa Sallam. Di masa sebelumnya dilakukan secara terpisah-pisah. Shalat subuh hanya dilakukan pada masa nabi Adam, shalat zuhur pada masa nabi Daud, shalat asar pada masa nabi Sulaiman, shalat maghrib pada masa nabi Ya’kub, dan shalat isya pada masa nabi Yunus. Awal diwajibkannya shalat lima waktu yaitu pada malam isranya nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, di tahun ke sepuluh lebih tiga bulan dari masa kenabian, tepat dimalam tanggal 27 Rajab. Awal shalat yang diwajibkan adalah shalat zuhur, bukan shalat subuh pada malam tanggal 27 Rajab sebab belum diketahui tata cara melaksanakannya.

(إنما تجب المكتوبة) أى الصلوات الخمس (على) كل (مسلم مكلفٍ) أى بالغٍ عاقل ذكر أو غيره (طاهر) فلا تجب على كافر أصلي وصبي ومجنون ومُغْمًى عليه وسكرانَ بلا تَعَدًّ لعدم تكليفهم ولا على حائض ونفساءَ لعدم صحتها منهما ولا قضاءَ عليهما بل تجب على مرتدٍّ ومُتَعَدٍّ بسَكَر

Shalat lima waktu diwajibkan kepada setiap individu muslim yang telah mukallaf (terkena beban hukum Allah) yang telah baligh (ditandai dengan usia, haid dan mimpi), berakal, laki-laki dan lainnya, juga dalam kondisi suci. Oleh karenanya tidak ada kewajiban bagi kafir asli (di luar murtad), anak kecil, orang gila, pingsan, mabuk bukan sebab melanggar hukum Allah, wanita yang haid dan nifas (melahirkan). Tidak sah shalatnya kedua wanita tersebut, juga tidak wajib bagi keduanya untuk mengqodo (mengganti) shalat yang ditinggalkannya. Berbeda dengan orang yang murtad (keluar dari agama Islam lalu kembali lagi) dan orang yang mabuk dengan cara melanggar hukum Allah maka keduanya wajib mengqodo shalat yang ditinggalkannya.

(ويُقتل) أىٌّ (المسلم) المكلف الطاهر حدا بضَرْب عُنُقه (إن أخرجها) أى المكتوبةَ عامدا (عن وقت جمع) لها إن كان كسِلا مع اعتقاد وجوبها (إن لم يتبْ) بعد الإستتابة وعلى ندب الإستتابة لا يضمن مَن قتله قبل التوبة لكنه يأثِم ويُقتل كفراً إن تركها جاحدا وجوبَها فلا يغسل ولا يُصَلّى عليه

Hukuman had (hukuman yang disebabkan selain pembunuhan, melukai anggota badan orang lain atau menghilangkan fungsinya), yaitu dibunuh dengan memenggal leher bagi muslim yang telah mukallaf dan dalam kondisi suci yang dengan sengaja meninggalkan shalat fardu di waktu jama (dari zuhur sampai habisnya waktu asar atau dari maghrib sampai berakhirnya waktu shalat isya). Dengan catatan dia meninggalkan shalat disebabkan malas padahal ia meyakini akan kewajiban shalat fardu. Ia pun telah diminta untuk bertaubat namun tetap enggan untuk bertaubat. Permintaan untuk bertaubat hukumnya adalah sunah, maka tidak dimintai pertanggungjawaban bagi pihak pembunuh sebelum yang bersangkutan bertaubat, dia hanya dihukumi berdosa. Pembunuhan disebabkan oleh kufurnya seseorang karena mengingkari wajibnya shalat lima waktu. Jasadnya tidak dimandikan juga tidak dishalati.

(ويبادر) مَن مرّ (بفائت) وجوباً إن فات بلا عذرٍ فيلزمه القضاء فورا قال شيخنا أحمد بن حجرٍ رحمه الله تعالى والذى ظهر أنه يلزمه صرف جميع زمنه للقضاء ما عدا ما يحتاج لصرفه فيما لا بد له منه وإنه يحرم عليه التطوع ويبادر به ندبا إن فات بعذرٍ كنوم لم يَتعَدَّ به ونسيانٌ كذلك

Seorang muslim yang telah mukallaf dan dalam kondisi suci yang telah meninggalkan shalat lima waktu dengan tanpa alasan yang dibenarkan oleh syariat maka hukumnya wajib untuk segera mengqodo shalatnya tersebut. Berkata Syaikhuna Ahmad bin Hajar Rahimahullahu Ta’ala , menjadi jelas bagi seseorang yang wajib untuk segera mengqodo shalatnya yang tertinggal, yaitu menggunakan seluruh waktunya untuk mengqodo shalatnya dengan menyisakan waktu yang dibutuhkan untuk dipergunakan bagi kewajiban lain yang memang harus dilakukan. Haram baginya melakukan pekerjaan sunah di waktu tersebut. Sunah baginya untuk mensegerakan shalat yang tertinggal yang disebabkan oleh alasan yang dibenarkan, seperti tidur yang tidak melanggar (berbeda dengan tidur yang melanggar, seperti tidur di waktu yang diduga keras ia tidak akan terbangun sebelum melaksanakan kewajiban), demikian juga lupa yang tidak disebabkan oleh sesuatu yang dilarang, seperti melakukan permainan catur yang mengakibatkan ia lupa.

(ويسن ترتيبه) أى الفائت فيقضى الصبح قبل الظهر وهكذا (وتقديمه على حاضرةٍ لا يُخاف فوتها) إن فات بعذر وإن خشي فوتُ جماعتها على المعتمد وإذا فات بلا عذر فيجب تقديمه عليها أما إذا خاف فوتُ الحاضرة بأن يقع بعضُها وإن قلّ خارجَ الوقت فيلزمه البدء بها ويجب تقديم ما فات بغير عذر بغير عُذرٍ وإن فقد الترتيب لأنه سنة والبدار واجبٌ ويندب تأخير الرواتب عن الفوائت بعذر ويجب تأخيرها عن الفوائت بغير عذرٍ ..

Disunahkan tertib ketika melaksanakan shalat fardu yang tertinggal. Maka diqodo shalat subuh sebelum shalat zuhur, dan seterusnya. Shalat yang tertinggal didahulukan atas shalat yang tidak tertinggal bila tidak dikhawatirkan waktu untuk shalat yang tidak tertinggal tidak tersisa. Itu bila shalat yang tertinggal disebabkan uzur (alasan yang dibenarkan oleh agama). Meskipun timbul kekhawatiran tidak bisa mengikuti shalat berjamaah akibat dari mendahulukan shalat yang tertinggal tersebut. Namun apabila shalat yang tertinggal disebabkan oleh alasan yang tidak dibenarkan oleh agama maka wajib mendahului shalat yang tertinggal atas shalat yang tidak tertinggal. Apabila dikhawatirkan waktu tidak tersisa teruntuk shalat yang tidak tertinggal disebabkan mendahului untuk melaksanakan shalat yang tertinggal, meskipun melaksanakan diluar waktunya lebih sedikit, maka wajib mendahului shalat yang tidak tertinggal. Wajib mendahulukan shalat yang tertinggal dengan tanpa alasan yang dibenarkan oleh agama meskipun dengan meniadakan tertib (seperti seseorang meninggalkan shalat zuhur dan asar dengan adanya uzur kemudian ia meninggalkan shalat maghrib dan isya dengan tanpa uzur maka wajib mendahulukan mengqodo shalat maghrib dan isya baru kemudian mengqodo zuhur dan asar. Sebab tertib pada persoalan ini hukumnya adalah sunah sedangkan mensegerakan hukumnya adalah wajib. Disunnahkan diakhirkannya shalat rawatib (shalat-shalat sunah yang mengiringi shalat wajib) atas shalat wajib yang ditinggalkan yang disebabkan oleh uzur. Dan wajib diakhirkannya shalat-shalat rawatib atas shalat wajib yang ditinggalkan tanpa adanya uzur.

Wa Allahu A’lam bi Shawab ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *