Hukum-Hukum Syar’i Di Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 101-103

Pertemuan ke-25

الأحكامُ الشرْعِيَّةُ
Hukum-hukum Syar’i di dalam surat Al-Baqarah ayat 101-103

Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA
Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an
Minggu, 16 Agusutus 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

الحُكْمُ الأوّلُ
Hukum yang pertama

Apakah sihir itu kenyataan dan berbekas dalam kehidupan nyata?
Ulama berbeda pendapat tentang persoalan sihir, apakah sihir itu nyata di dalam realitas atau sekedar permainan sulap dan khayalan?
Mayoritas ulama dari golongan Ahlussunnah wal Jama’ah berpendapat bahwa sihir itu nyata dan berbekas dalam kehidupan nyata. Sedangkan menurut golongan al-Mu’tazilah dan sebagian Ahlussunnah berpendapat bahwa sihir tidak punya realitas dalam kehidupan nyata. Sihir menurut pendapat mereka hanya sebatas tipuan, menyembunyikan dan menyesatkan. Sihir merupakan bagian dari permainan sulap. Menurut mereka, sihir terbagi ke dalam beberapa bagian.

Macam-macam sihir menurut Mu’tazilah.
Pertama, khayalan dan tipuan. Sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian para pesulap yang memperlihatkan kepadamu seekor burung yang disembelih kemudian terlihat olehmu burung tersebut dapat terbang. Padahal itu hanya sebatas kecepatan gerakan pesulap. Burung yang telah disembelih bukanlah burung yang terbang. Pada dasarnya dia mempunyai dua burung. Salah satunya dia sembunyikan yang ia telah sembelih. Sementara yang satunya dia perlihatkan. Mereka (Mu’tazilah) berkata, termasuk ke dalam macam sihir ini adalah sihirnya para penyihir Firaun. Mereka menjadikan tongkat-tongkat dilubangi kemudian dipenuhi dengan air raksa. Demikian juga tali-tali yang berasal dari kulit diisi dengan air raksa. Mereka buat lubang-lubang di bawah tempat-tempat yang dipenuhi oleh api. Ketika tali-tali dan tongkat-tongkat dilemparkan di atas api kemudian air raksa menjadi panas maka terlihat bergerak tali-tali dan tongkat-tongkat tersebut. Oleh karena kebiasaan air raksa yang memuai ketika terkena suhu panas. Maka manusia menyangka bahwa tali-tali dan tongkat-tongkat berubah menjadi ular-ular yang dapat bergerak dan berjalan.
Kedua, perdukunan dan peramalan dengan cara mufakat. Sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian tukang ramal dan para dukun dengan cara mewakilkan kepada orang lain untuk meneliti rahasia-rahasia manusia. Ketika datang orang-orang yang mempunyai kepentingan merekapun memberitahukannya. Orang-orang tersebut akhirnya menduga bahwa rahasia-rahasia tersebut berasal dari jin dan setan-setan. Mereka mengikatkan diri dan taat kepada para dukun dengan melalui mantera-mantera dan jimat-jimat. Mereka mengira bahwa setan-setan telah memberitahukan kepada para dukun dengan hal-hal yang ghaib. Manusia pada akhirnya mempercayai para dukun. Rahasia-rahasia yang dimiliki tidak lain hasil kemufakatan antara dukun dan orang lain yang telah dipersiapkan sebelumnya.
Al-Jashash berkata, mayoritas mistik-mistik Al-Hallaj adalah hasil mufakat. Suatu ketika Al-Hallaj bermufakat dengan sekelompok orang. Orang-orang tersebut meletakkan roti, daging dan buah-buahan untuk Al-Hallaj di tempat-tempat yang telah ditentukan sendiri oleh Al-Hallaj. Kemudian Al-Hallaj berjalan bersama para sahabatnya di padang sahara. Diapun memerintahkan untuk menggali tempat-tempat tersebut. Seketika keluar roti-daging dan buah-buahan yang telah disembunyikan sebelumnya. Merekapun menyangka bahwa hal tersebut merupakan karamah yang dimiliki oleh Al-Hallaj.

Ketiga, macam sihir yang lain yaitu dengan cara mengadu domba, memfitnah serta membuat kerusakan, melalui cara-cara yang samar dan halus. Yang demikian itu telah berlaku umum dan merata terjadi di banyak manusia. Dikisahkan ada seorang wanita yang berkeinginan untuk merusak hubungan yang terjalin di antara suami-istri. Dia kemudian datang kepada sang istri seraya berkata, “Sungguh suamimu telah berpaling darimu. Dia berkeinginan untuk kembali menikah kepada wanita lain. Aku akan membantumu dengan cara menyihirnya sehingga dirinya tidak membencimu dan tidak ada keinginan kepada wanita lain selain dirimu. Namun, dengan syarat engkau dapat mengambilkan teruntukku tiga helai rambut yang berada di tenggorokannya dengan menggunakan pisau cukur. Lakukanlah selagi ia tertidur lalu berikan tiga helai rambut tersebut kepadaku sehingga menjadi sempurna sihirku” Maka terpedayalah sang istri oleh ucapannya dan mempercayainya. Wanita tersebut kemudian pergi kepada sang suami lalu berkata, “Sungguh istrimu telah mencintai lelaki lain. Dia hendak menyembelihmu dengan pisu cukur saat engkau tertidur agar ia bisa bebas darimu. Aku lakukan ini karena rasa kasihanku kepadamu. Aku masih membutuhkan nasihatmu. Maka terbangunlah dari tidurmu malam ini. Berpura-puralah engkau seakan telah tertidur maka engkau akan mengetahui kebenaran ucapanku ini” Ketika malam telah tiba, lelaki tersebut berpura-pura telah tertidur di rumahnya. Kemudian datanglah istrinya dengan membawa sebilah pisau cukur untuk mencukur sebagian rambut yang tumbuh di tenggorokannya. Lelaki itupun membuka matanya dan melihat sang istri sedang mengarahkan pisau cukur ke tenggorokannya. Maka lelaki tersebut tidak lagi mempunyai keraguan bahwa istrinya ingin membunuhnya. Iapun bangun dari tempat tidurnya kemudian membunuh istrinya. Berita pembunuhan itu kemudian sampai ke keluarga istrinya. Merekapun datang kemudian membunuh lelaki tersebut. Demikianlah, kerusakan dapat terjadi dengan sebab fitnah dan adu domba.

Keempat, bentuk sihir yang lain yaitu dengan cara tipu muslihat. Dengan cara memberikan makan kepada manusia dengan dicampur obat-obatan yang dapat mempengaruhi akal. Atau memberikan kepada sebagian makanan yang dapat mempengaruhi akal pikiran serta kecerdasan manusia, seperti memberikan otak khimar yang apabila dikonsumsi maka manusia yang memakannya akan menjadi bodoh akalnya, akan berkurang kecerdasannya. Juga obat-obat lainnya yang sudah terkenal di buku-buku pengobatan. Ketika manusia mengkonsumsinya maka ia akan melakukan tindakan yang tidak semestinya. Kemudian manusiapun berkata, “Sebab itulah ia menjadi gila, atau ia telah terkena sihir!”.
Eengkau telah melihat, mereka telah meneliti tentang sihir yaitu adakalanya dengan cara menyembunyikan serta khayalan, dengan cara konspirasi, dengan cara fitnah dan adu domba, serta dengan cara tipu muslihat. Mereka tidak melihat kepada penyihir mampu melakukan sesuatu terhadap fisik-fisik orang lain, tidak mampu untuk memutus jarak-jarak yang jauh lalu menjadi dekat.

Abu Bakr Al-Jashash berkata, hikmah yang umum menjelaskan teruntukmu bahwa kesemuanya ini tidak lain hanya sebatas sihir-sihir dan khayalan-khayalan, bukanlah sebuah kenyataan sebagaimana yang mereka klaim. Bahwa sesungguhnya penyihir dan yang membaca mantera-mantera jika keduanya mempunyai kemampuan atas apa yang diklaim keduanya berupa memberi manfaat dan membawa bahaya kepada orang lain, memungkinkan keduanya dapat terbang, mengetahui persoalan-persoalan yang ghoib, berita-berita tentang negeri-negeri yang jauh, hal-hal yang disembunyikan, keberadaan para pencuri dan memberikan bahaya kepada orang lain tanpa melalui cara-cara yang telah kami sebutkan maka niscaya mereka mampu untuk menghilangkan kerajaan-kerajaan, mengeluarkan harta-harta yang terpendam, mengalahkan negeri-negeri dengan membunuh para penguasa tanpa mendapatkan kesukaran dan niscaya mereka tidak membutuhkan untuk meminta bantuan orang lain.
Jika memang kenyataannya tidak demikian, sementara orang-orang yang mengklaim demikian keadaannya lebih buruk dari yang lainnya, kebanyakan mereka rakus dan melakukan tipu daya, menjadi sarana untuk mengambil harta orang lain, mereka lebih terlihat fakir dan miskin, maka engkau mengetahui bahwa sesungguhnya mereka tidak mempunyai kemampuan sedikitpun dari itu semua.

Wa Allahu A’lam ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *