Pertemuan 2, Surat Al-Baqarah 1-5 Tafsir Jalalain, Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

Pertemuan 2, Surat Al-Baqarah 1-5
Tafsir Jalalain, Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi
Pengajian Yasinan, Blok B, Perum. Wahana Pondok Ungu, Babelan, Bekasi.
Kamis, 3 September 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

سورةُ الْبَقَرَةِ , ١−٥

Surat Al-Baqarah 1-5

مَدَنِيَّةٌ مائَتَانِ وَسِتٌّ وَثَمَانُوْنَ ﺁيَةً.

Surat Al-Baqarah termasuk kelompok surat yang diturunkan di Madinah. Terdiri dari 286 ayat.

بسم الله الرحمن الرحيم

١- الم – اللهُ أَعْلمُ بِمُرادِهِ

  1. Alif Laam Miim. Allah lebih mengetahui terhadap arti kalimat tersebut.

٢- ذلِكَ – أيْ هذا ( الْكِتَابُ ) الَّذِي يَقْرَؤُهُ محمدٌ ( لَا رَيْبَ ) لا شَكَّ ( فِيْهِ ) أَنَّهُ مِنْ عِنْدِ اللهِ وَجُمْلَةُ النَّفْيِ خَبَرٌ مُبْتَدَؤُهُ ذَلِكَ والْإِشَارَةُ بِهِ لِلتَّعْظِيْمِ ( هُدًى ) خبرٌ ثانٍ أيْ هَادٍ ( لِلْمُتَّقِيْنَ ) الصَّائِرِيْنَ إِلَى التَّقْوَى بِامْتِثَالِ الْأوَامِرِ واجْتِنَابِ النَّوَاهِيْ لِاتِّقَائِهِمْ بِذَلِكَ النَّارِ.

  1. Ini merupakan Kitab yang dibaca oleh Muhammad Alaihissalam. Tidak ada keraguan di dalamnya bahwasanya Kitab tersebut datang dari sisi Allah. Jumlah ‘nafi’, لا ريب menjadi ‘khobar’ dari lafaz ذلك yang menjadi ‘mubtada’nya. Adanya lafaz isyarah, ذلك berfungsi untuk mengagungkan. Kitab ini menjadi petunjuk bagi orang-orang yang menuju kepada takwa dengan cara melaksanakan setiap perintah-Nya dan menjauhi setiap larangan-Nya. Mereka menuju kepada takwa oleh karena kehati-hatian mereka terhadap api neraka. Lafaz هدى menjadi khobar yang kedua.

٣- الَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ- يُصَدِّقُوْنَ ( بِالْغَيْبِ ) بِمَا غَابَ عنْهُمْ مِن الْبَعْثِ والْجَنَّةِ والنَّرِ ( وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلَاةَ ) أيْ يَأْتُوْنَ بِهَا بِحُقُوْقِهَا ( وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ ) أَعْطَيْنَاهُمْ ( يُنْفِقُوْنَ ) فِي طَاعَةِ اللهِ.

  1. Orang-orang yang bertakwa merupakan orang-orang yang membenarkan kepada sesuatu yang ghoib, di antaranya membenarkan adanya hari dibangkitkannya manusia dari alam kubur, adanya surga dan neraka. Mereka adalah orang-orang yang melaksanakan shalat dengan menjaga hak-haknya shalat. Mereka juga memberikan nafkah di jalan Allah dari rizki yang telah Kami berikan kepada mereka.

٤- والَّذِيْنَ يُؤْمِنُوْنَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ – أيْ القُرْﺁنُ ( وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ ) أيْ التَّوْراةُ والْإِنْجِيلُ وَغَيْرُهُمَا ( وَبِاﻟﺂخِرَةِ هُمْ يُوْقِنُوْنَ ) يَعْلَمُوْنَ .

  1. Dan orang-orang yang membenarkan terhadap Al-Qur’an yang diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-Nabi sebelum engkau, di antaranya kitab Taurat, Injil dan yang lainnya. Terhadap akhirat merekapun meyakininya.

٥- أُلئِكَ – الْمَوْصُوْفُوْنَ بِما ذُكِرَ ( عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ ) الْفَائِزِيْنَ بِالْجَنَّةِ النَّاجُوْنَ مِنَ النَّارِ

  1. Mereka itulah (yang telah disifati dengan sifat-sifat yang telah disebutkan) yang telah mendapatkan petunjuk dari Tuhan mereka. Mereka termasuk orang-orang yang memperoleh keberuntungan. Mereka mendapatkan surga dan terbebas dari api neraka.

Wa Allahu A’lam …

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *