Nasakh (Pembatalan) Ayat Di Dalam Al-Qur’an

Pertemuan ke-31

النَّسْخُ فىِ القُرْآن
Nasakh (pembatalan) ayat di dalam Al-Qur’an

Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA
Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an
Minggu, 4 Oktober 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

Firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Baqarah ayat 106-108

مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْنُنْسِهَا نَأْتِ بِخَيْرٍ مِنْهَا أَوْمِثْلِهَا أَلَمْ تُعْلَمْ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللهَ لَهُ مُلْكُ السَّموَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَالَكُمْ مِنْ دُوْنِ اللهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيْرٍ. أَمْ تُرِيْدُوْنَ أَنْ تَسْأَلُوْا رَسُوْلَكُمْ كَمَا سُئِلَ مُوْسَى مِنْ قَبْلُ وَمَنْ يَتَبَدَّلِ الْكُفْرَ بِالْإِيْمَانِ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيْلِ.

‘Apabila Kami batalkan atau Kami tinggalkan satu ayat maka Kami mendatangkan dengan yang lebih baik atau yang semisalnya. Tidakkah engkau mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu? Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah adalah penguasa langit dan bumi? Tidak ada bagimu yang mengurusi persoalan dan yang menolong kecuali Allah. Bahkan kamu berkeinginan untuk meminta kepada Rasulmu sebagaimana yang diminta kepada Musa sebelumnya. Barang siapa yang memilih kufur sebagai ganti dari iman maka sungguh ia telah menyimpang dari jalan yang lurus’

اَلتَّحْلِيْلُ اللَّفْظِىَّ
Mengurai lafaz

نَسْخٌ : النَّسْخُ , Nasakh bermakna اَلْإِزَالَةُ (menghilangkan). Orang Arab berkata, نَسَخَتْ الشَّمْسُ الظِّلَّ أى أَزَالَتْهُ (matahari telah menghilangkan gelapnya malam). Seperti juga firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Hajj ayat 52, فَيَنْسَخُ اللهُ مَا يُلْقِى الشَّيْطَانُ (kemudian Allah menghilangkan apa-apa yang dimasukkan oleh setan).

Nasakh juga bermakna اَلنَّقْلُ (memindah) dari suatu tempat. Seperti perkataan mereka, نَسَخْتُ الْكِتَابَ أى نَقَلْتُ ما فيه مِنْ مَكَانٍ إلى مكانٍ أى نَقَلْتُهُ إلى كِتابٍ آخَرَ (saya telah memindahkan buku), maksudnya adalah saya telah berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain yang ada di buku tersebut, maksudnya saya telah berpindah kepada buku yang lainnya. Seperti firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Jasiyah ayat 29, إِنَّا كُنَّا نَسْتَنْسِخُ ما كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ (Sesungguhnya Kami telah memindahkan apa-apa yang telah kamu kerjakan).

Nasakh juga bermakna اَلتَّبْدِيْل (mengganti). Seperti perkataanmu, نَسَخَ الْقَاضِي الْحُكْمَ أي بَدّلَه وغَيَّرَهُ (Hakim telah mengganti hukum), maksudnya Hakim telah mengganti dan merubah suatu hukum. Dan perkataanmu, ونسخَ الشارعُ السورةَ أوْ اﻟﺂية أي بَدَّلها ﺑﺂيةٍ أُخْرَى (Allah telah mengganti surat atau ayat), maksudnya Allah telah menggantikan ayat dengan ayat yang lainnya. Seperti juga yang telah diisyaratkan dalam firman Allah Ta’ala, surat An-Nahl ayat 101, وَإِذَا بَدَّلْنَا آيَةً مَكَانَ آيَةٍ (Apabila Kami mengganti suatu ayat dengan ayat yang lain).

Nasakh juga bermakna اَلتَّحْوِيْل (pergantian), seperti saling bergantian harta waris dari satu ahli waris kepada ahli waris berikutnya.
Itu semua makna nasakh dari segi bahasa.

Nasakh menurut Syara (agama), yaitu berakhirnya suatu hukum yang digali dari satu ayat dan digantikan dengan hukum yang lainnya. Ahli fiqih dan ahli ushul memberikan definisi yang banyak terkait dengan nasakh. Kami memilih definisi yang paling komprehensif, yaitu definisi yang dipilih oleh Ibnu Hajib;

النَّسْخُ هو رَفْعُ الحُكْمِ الشَّرْعِيِّ , بِدَلِيْلٍ شَرْعِيٍّ مُتَأَخِّرٍ

‘Nasakh yaitu menghapus hukum syar’i dengan dalil syar’i yang datang dikemudian’

Wa Allahu A’lam ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *