Titik Pertautan Surat Al-Baqarah Ayat 106-108 Dengan Ayat-Ayat Sebelumnya (Pertemuan Ke-34)

Pertemuan ke-34

وَجْهُ الْاِرْتِبَاطِ بِاﻟﺂيَاتِ السَّابِقَةِ
Titik pertautan surat Al-Baqarah ayat 106-108 dengan ayat-ayat sebelumnya

Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA
Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an
Minggu, 25 Oktober 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

وجه الارتباط باﻟﺂيات السابقة

بعد أن بين سبحانه وتعالى حقيقة الوحي , ورق على المكذّبين به والكارهين له جملة وتفصيلا , ذكر هنا سرّ النسخ , وأبطل مقال الطاعنين فيه , بأنه تعالى يأمر بالشيء لما يكون فيه من المصلحة للعباد , ثم ينهى عنه لما يرى فيه من الخير لهم , فهو أعلم بمصالح عباده , وما فيه النفع لهم من أحكامه التى تعبدهم بها , وشرع لهم , وقد يختلف ذلك باختلاف الأحوال , والأزمنة والأشخاص , فينبغي تسليم الأمر لله , وعدم الاعتراض عليه , لأنه هو الحكيم العليم.

Titik pertautan surat Al-Baqarah ayat 106-108 dengan ayat-ayat sebelumnya.

Setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan tentang hakekat wahyu. Lalu dibacakan secara umum dan terperinci tentang orang-orang yang mendustakan dan tidak suka kepada wahyu Ilahi. Maka pada ayat ini Allah Ta’ala menjelaskan rahasia nasakh. Allah mentahkan perkataan orang-orang yang mencela nasakh. Nasakh merupakan ketentuan tentang perintah Allah yang pasti akan memberikan maslahat kepada manusia. Ada juga tentang larangan yang pastinya akan berdampak baik kepada manusia. Allah lebih mengetahui terkait kebaikan para hamba-Nya, juga lebih mengetahui manfaat hukum-hukum yang dibebankan dan disyariatkan kepada hamba-Nya. Ketentuan hukum yang berbeda sebab disesuaikan dengan kondisi, waktu serta identias kepribadian masing-masing. Sudah semestinya, seorang hamba menyerahkan persoalannya hanya kepada Allah dan tidak ada penentangan kepada-Nya. Sebab Dia Mahabijaksana, Maha Mengetahui ..

Wa Allahu A’lam ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *