Makna Ayat Secara Umum (Pertemuan ke-35)

Pertemuan ke-35

المعنى الإجمالى
Makna ayat secara umum

Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA
Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an
Minggu, 1 Nopember 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

المعنى الإجمالى
Makna ayat secara umum

Allah, Yang Maha Agung pujian-Nya berfirman tentang ayat yang maknanya sebagai berikut;

مَا نَنْسَخْ مِنْ ﺁيَةٍ , maksudnya adalah, “Apabila Kami mengganti hukumnya satu ayat lalu Kami menghilangkan hukum ayat yang tergantikan tersebut, atau Kami tinggalkan hukum ayat tersebut dengan tanpa menggantikannya kemudian Kami tetapkan sebagaimana keadaannya, maka Kami datangkan hukumnya ayat yang lebih baik teruntuk kalian wahai kaum mu’minin, di dunia atau di akhirat kelak, boleh jadi untuk menghilangkan kesulitan yang ada pada kalian atau menambah ganjaran dan pahala bagi kalian. Atau Kami datangkan yang semisal nilainya teruntuk hamba. Tidakkah kalian mengetahui wahai manusia, bahwa sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana, serta Maha Kuasa. Tidak datang dari-Nya terkecuali semua kebaikan. Sesungguhnya Allah Jalla wa ‘Ala mendatangkan agama ini, agama yang lurus, agama yang toleran, tidak lain terkecuali untuk membebaskan belenggu dan beban dari para hamba-Nya.

Maka jangan kalian menduga bahwa Allah menggantikan hukum-hukum oleh sebab ketidakmampuan-Nya atau karena ketidaktahuan akan kebaikan bagi hamba. Digantikannya hukum-hukum bertujuan untuk manfaat yang kembali kepada hamba. Allah adalah Maha Raja, yang mengatur seluruh kebutuhan makhluk. Dia memutuskan dan memerintahkan sesuatu yang dikehendaki-Nya. Dia mengganti dan menghapus hukum-hukum seusai dengan keinginan-Nya. Tidak ada bagi kalian wahai manusia selain Allah yang mengurusi untuk mengatur segala kebutuhan kalian, atau seorang penolong yang akan menolong kalian kecualia Allah. Maka jangan kalian percaya kepada selain-Nya. Jangan kalian berpegang kecuali hanya kepada-Nya. Dialah sebaik-baik penolong dan yang menyelamatkan.

Apakah kalian berkeinginan wahai kaum mu’minin meminta kepada rasul kalian, sebagaimana yang diminta oleh kaum Musa sebelum kalian? Maka kalian akan tersesat sebagaimana tersesatnya mereka. Kalian akan seperti kaum Yahudi yang meminta kepada nabi mereka dengan permintaan yang menyakitkan diiringi rasa sombong, seraya berkata, أَرِنَا اللهَ جَهْرَةً (Perlihatkanlah Allah kepada kami agar kami dapat melihat dengan mata kepala kami!) Mereka meminta sesuatu yang tidak diperkenankan untuk diminta. Sebagaimana yang mereka katakan, اَجَعَلَ لَنَا إِلهًا كَمَا لهم ﺁلِهَةٌ؟ (Dapatkah kami dibuatkan tuhan sebagaimana tuhan yang mereka punya?) Apakah layak bagi kalian menyusahkan nabi kalian? Kalian mengusulkan kepada nabi kalian sesuatu yang kalian sendiri inginkan? Jika demikian kalian seperti kaum Yahudi yang telah sesat.

Barang siapa yang menggantikan kufur ditukar dengan iman dan kesesatan ditukar dengan petunjuk maka sungguh ia telah melampaui batas, meninggalkan jalan istiqomah dan terjatuh ke dalam atmosfer kehancuran. Dia telah membuat rugi dirinya dengan cara menjatuhkan dirinya ke dalam azab Allah yang teramat pedih.”

Wa Allahu A’lam ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *