Pengajian Bulanan Masjid Jamie Assalam Wahana Pondok Ungu, Kec. Babelan, Kab. Bekasi (Pertemuan ke-5)

Pertemuan ke-5
Pengajian Bulanan Masjid Jamie Assalam Wahana Pondok Ungu, Kec. Babelan, Kab. Bekasi.
Minggu, 1 November 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

بَابُ الثُّنائِىِّ
Bab kedua

و المقالة التاسعة (عن سفيان الثورى رصى الله عنه) وهو شيخ الامام مالك (كل معصية) ناشئة (عن شهوة) أى اشتياق النفس إلى شيءٍ (فانه يُرجى غفرانها) أى المعصية (كل معصية) نشأتْ (عن كِبْرٍ) أى دعوى الفضل (فانه لا يرجى غفرانُها لأن معصية ابليسٍ كان أصلها) أى المعصية (من الكبر) يزعَم أنه خير من سيدنا آدم (و) لأن (زِلَّةَ) سيدِنا آدم عليه السلام (كان أصلها من الشهوة) بسبب استياقه إلى ذَوقِ ثمرة الشهوة المنهىِّ عنها.

Nasihat kesembilan (dari Sufyan As-Sauri Radiallahu ‘Anhu) yaitu gurunya Imam Malik. (Setiap maksiat) yang terlahir (dari syahwat), yaitu keinginan jiwa kepada sesuatu (maka bisa diharapkan untuk mendapatkan ampunan) sebab maksiat tersebut. (Setiap maksiat) yang terlahir (dari sifat sombong), yaitu mengklaim diri lebih baik (maka tidak bisa diharapkan mendapatkan ampunan, oleh karena maksiat Iblis berasal dari) (sifat sombong). Iblis menduga ia lebih baik dari Adam. (Dan kesalahan) Adam ‘Alaihissalam (berasal dari syahwat), oleh sebab keinginannya untuk merasakan buah pohon yang terlarang.

والمقالة العاشرة (عن بعض الزُّهَّاد) وهم الذين احتقروا الدنيا ولم يُبالوا بها بل أخذوا منها قدرَ ضرورتِهم (من أذْنبَ ذنْباً) أى تَحمّله (وهو يَضْحَكُ) أى والحال أنه يفرَح بِتَحَمُّله (فان الله يُدخله النارَ وهو يبكى) لأن حقه أن ينْدُم ويستغفر الله تعالى لذلك (ومن أطاع وهو يبكى) حياءً من الله تعالى وخوفاً منه تعالى على تقصيره فى تلك الطاعة (فان الله تعالى يدخله الجنة وهو يضحك) أى يفىرح غايةَ الفرح لحصول مطلوبه وهو عفوُّ الله تعالى.

Nasehat kesepuluh (dari sebagian ahli zuhud), yaitu orang-orang yang memandang rendah kepada kehidupan dunia. Mereka tidak peduli dengan dunia. Mereka hanya mengambil sekedar untuk memenuhi keberlangsungan hidup mereka. (Barang siapa yang berbuat dosa) dengan memikulnya (sambil tersenyum). Keadaannya bergembira sambil berbangga diri dengan dosanya tersebut (maka Allah Ta’ala akan memasukkannya ke dalam neraka sedangkan ia dalam keadaan menangis). Sebab wajib bagi dirinya untuk menyesal dan meminta ampunan atas dosanya tersebut. (Barang siapa yang ta’at kepada Allah Ta’ala sambil menangis) sebab malu serta takut kepada Allah Ta’ala atas setiap kelalaian dari keta’atannya itu (maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dalam keadaan tersenyum), dengan teramat bahagia karena mendapatkan apa yang dicari, yaitu ampunan dari Allah Ta’ala.

والمقالة الحادية عشرة (عن بعض الحكماء) أى الأولياء (لا تحقروا الذنوب الصغار) أى لا تعدوها صغارا (فانها تتشعب منها الذنوب الكبار) وأيضا ربما يكون غضب الله تعالى فى تلك الصغار.

Nasihat yang kesebelas (dari sebagian ahli hikmah), yaitu para wali (kekasih) Allah; (Jangan kalian anggap remeh terhadap dosa-dosa kecil). Maksudnya jangan kalian menganggap dosa-dosa kecil sebagai sesuatu yang kecil. (Sebab dosa-dosa besar berasal dari dosa-dosa kecil). Juga terkadang murka Allah Ta’ala berasal dari dosa kecil.

والمقالة الثانية عشرة (عن النبى صلى الله عليه وسلم (لا صغيرة مع الإصرار) فانها بالمواظبة عليها تعظم فتصير كبيرة , وأيضا انها على عزم استدامتها تصير كبيرة فان نية المرء فى المعاصى كانت معصية (ولا كبيرة مع الإستغفار) أى التوبة بشروطها فان التوبة تمحو أثر الخطيئة وإن كانت كبيرة. روى هذا الحديث الديلمى عن ابن عباس لكن بتقديم الجملة الأخيرة عن الأولى.

Nasihat yang kedua belas, (dari Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam: Tidak disebut dosa kecil ketika dilakukan secara terus menerus). Dosa kecil yang diperbuat secara terus menerus maka bisa menjadi besar kemudian menjadi dosa besar. Begitupun, ketika berniat untuk tetap melakukan dosa-dosa kecil maka dapat menjadi dosa besar, sebab niatnya seseorang utuk melakukan dosa kecil dapat menjadikan dirinya telah melakukan dosa besar.
(Tidak disebut dosa besar ketika disertai dengan istighfar, memohon ampunan Allah Ta’ala), yaitu bertaubat dengan syarat-syaratnya. Karena sesungguhnya taubat dapat menghapus bekas-bekas kesalahan meskipun besar. Hadis ini diriwayatkan oleh Ad-Dailami dari Ibnu Abbas, namun dengan redaksi mendahulukan jumlah kalimat terakhir dari jumlah kalimat pertama.

والمقالة الثالثة عشرة (قيل: هم العارف الثناء) أى مراد العارف بالله الثناء على الله تعالى بجميل صفاته (وهم الزاهد الدعاء) أى مراد المعرض عن الزائد على قدر الحاجة من الدنيا بقلبه الدعاء وهو التضرع إلى الله تعالى بسؤال ما عنده من الخير (لأن هم العارف ربه) لا الثواب ولا الجنة (وهم الزاهد نفسه) أى منفعة نفسه من الثواب والجنة ففرق بين من همته الحور ومن همته رفع الستور.

Nasihat ketiga belas, (dikatakan; Keinginan orang yang telah ma’rifat kepada Allah yaitu memuji). Maksudnya, yang diinginkan oleh orang yang telah mencapai ma’rifat kepada Allah yaitu memuji kepada Allah dengan sifat-sifat-Nya yang indah. (Sedangkan keinginan orang yang zuhud). Maksudnya, yang diinginkan oleh hatinya orang yang berpaling meninggalkan kelebihan dari yang diperlukan dengan hanya menyisakan kebutuhan untuk bekal hidupnya, yaitu berdoa. Berdoa berarti merendahkan diri kepada Allah dengan meminta kebaikan yang ada di sisi-Nya. (Motif dari keinginannya orang yang telah ma’rifat kepada Allah yaitu hanya dekat kepada Allah), bukan karena pahala maupun surga. Maka dapat dibedakan motif keduanya, pertama adalah menginginkan bidadari surga, kedua menginginkan untuk dapat berjumpa dengan Allah dengan dibuka tabir penutup.

Wa Allahu A’lam …

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *