Kajian Bulan Pertama Kitab Syarah al-Hikam, Syaikhul Islam, Syaikh Abdullah as-Syarqawi

Kajian Bulan Pertama
Kitab Syarah al-Hikam, Syaikhul Islam, Syaikh Abdullah as-Syarqawi

Majid Nurul Fattah, Perum. Bojong Mas Indah 2, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi
Selasa, 15 November 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

بسم الله الرحمن الرحيم.
معنى البسملة : البسملة هي قول القائل : (بسم الله الرحمن الرحيم). ومعناها : أبدأ بتسمية الله وذِكْرِهِ قبل كل شيئٍ , مستعينا به جلّ وعلا فى جميع أموري , طالبا العون منه , فإنه القادر على كل شيء (روائع البيان تفسير ﺁيات الأحكام من القرﺁن , الجزء الاول: ٢٠)

Aku mulai dengan menyebut nama Allah sebelum mengingat kepada selain-Nya. Seraya memohon pertolongan kepada-Nya atas seluruh persoalanku. Sesungguhnya Dia Maha Mampu atas segala sesuatu. Maha Pengasih, Maha Penyayang.

الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد وعلى ﺁله وصحبه وسلم (أما بعد) فيقول المرتجى غَفْرَ المساوى عبد الله بن حجازى الخلوتى المشهور بالشرقاى هذه تقييدات لطيفة على حكم العارف بالله سيدى أحمد بن عطاء الله قدس سره وقصدُه بها فى الغالب خطابُ المريدين الصادقين وترقيهم إلى مقام العرفان فينبغى لنا أن نقتصر على بيان مقصوده بحسب الإمكان.

Segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam. Mudah-mudahan rahmat Allah tercurahkan kepada junjungan kami, Sayyidina Muhammad, kepada keluarganya, kepada seluruh sahabatnya.
Setelah mengucapkan pujian kepada Allah, shalawat dan salam kepada Baginda Rasulullah, keluarga serta para sahabatnya. Berkata seseorang yang mengharapkan ampunan atas setiap kesalahannya, yaitu Abdullah bin Hijazi, yang mengikuti tarekat Khulwat, yang masyhur dengan sebutan as-Syarqawi: Kitab ini berisi batasan-batasan yang halus berupa hikmah-hikmah dari seorang yang telah ma’rifat kepada Allah, yaitu Sayyidi Ahmad bin Atha’illah. Mudah-mudahan Allah sucikan rahasianya berupa aib yang dapat menghalangi dia dan Allah. Tujuan Syekh Atha’illah lebih kepada pembicaraan orang-orang yang ingin menuju kepada Allah yang tulus dan naiknya mereka ke maqam ma’rifat. Maka seyogyanya bagi kami untuk mencukupkan diri kepada menjelaskan tujuannya tersebut dengan melihat dari sisi kemungkinan mencapai kepada ma’rifat.

قال رضى الله عنه (من علامة الاعتماد على العمل) أى عمل الجوارح من صلوات وأذكار وغيرها والمعتمد على ذلك العباد والمريدون فالأولون يعتمدون عليها فى دخول الجنة والتنعم فيها والنجاة من عذاب الله تعالى واﻟﺂخرون يعتمدون عليها فى الوصول إلى الله تعالى وكشف الأستار عن القلوب وحصول الأحوال القائمة بها والمكاشفات والأسرار كلاهما مذموم وناشئٌ من رؤية النفس ونسبة الأعمال إليها حتى ينتج نا ذكر

Syekh Atha’illah Radiallahu ‘Anhu berkata, “Termasuk tanda seseorang yang bersandar kepada amalnya.” Maksudnya amal dari setiap anggota badannya, baik shalat, zikir dan lainnya. Mereka yang berpegang kepada amalnya adalah para hamba dan orang-orang yang ingin menuju kepada Allah. Bagi para hamba, mereka berpegang kepada setiap amal dengan tujuan masuk ke dalam surga, memperoleh kenikmatan di dalamnya, serta terhindar dari azab Allah Ta’ala. Sedangkan mereka yang berkeinginan menuju kepada Allah, mereka berpegang kepada setiap amal dengan tujuan untuk bisa sampai kepada Allah, terbukanya rahasia dari hati-hati mereka, serta memperoleh kondisi batin pada maqam tertentu. Mukasyafaat (menyingkap sesuatu yang terselubung) dan asraar (rahasia-rahasia), keduanya dicela dan menjadi awal timbul riya dalam jiwa, serta mengkaitkan setiap amal kepada jiwa yang pada akhirnya timbul apa yang telah disebutkan, yaitu bersandar kepada amal.

Wa Allahu Al-Muwaffiq

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *