Pertemuan ke – 30, Kitab Ghaitsul Mawahib Al Aliyyah fi Syarhil Hikami Al ‘Athoiyah

Pertemuan ke – 30
Kitab Ghaitsul Mawahib Al Aliyyah fi Syarhil Hikami Al ‘Athoiyah
Syekh Abi Abdullah Muhammad bin Ibrahim bin ‘Abbad An Nafazi Ar Randi

Ranting NU Bogasari dan HMR
Selasa, 17 November 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

لاَ تَسْتَغْرِبْ وُقُوْعَ الْأَكْدَارِ مَا دُمْتَ فِي هَذِهِ الدَّارِ , فَإِنَّهَا ما أَبْرَزَتْ إِلَّا ما هُوَ مُسْتَحَقُّ وَصْفِهَا وَوَاجِبُ نَعْتِهَا

‘Jangan engkau merasa aneh terjadinya kecemasan-kecemasan selama engkau berada di kehidupan dunia ini. Sesungguhnya kehidupan dunia tidak menunjukkan terkecuali kepada sesuatu yang memang sudah menjadi sifat dunia dan menjadi keharusan’

Ketahuilah, sesungguhnya apa yang telah kami sebutkan di muka, yakni sifat sabar merupakan gabungan dari seluruh sifat keutamaan, pemilik dari seluruh hasil yang besar, dan perbuatan terhormat lagi mulia. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-A’raf ayat 137;

وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ الْحُسْنَى على بَنِى اِسْرَاءِيْلَ بِما صَبَرُوا

‘Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu sebagai janji untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka’

Firman Allah Ta’ala dalam surat As-Sajdah ayat 24;

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ اَئِمَّةً يَهْدُوْنَ بِاَمْرِنا لَمَّا صَبَرُوْا

‘Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami selama mereka sabar’

Firman Allah Ta’ala dalam surat Az-Zumar ayat 10;

اِنَّما يُوَفَّى الصَّابِرُونَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

‘Hanya orang-orang yang bersabarlah yang disempurnakan pahalanya tanpa batas’

Rasulullah berwasiat kepada Ibnu Abbas Radiallahu ‘Anhuma;

وإِنِ اسْتَطَعْتَ أنْ تَعْمَلَ لِله بِالرِّضَا في الْيَقِيْنِ فَافْعَلْ, وإِنْ لمْ تَسْتَطِعْ فاصْبِرْ, فإِنَّ في الصَّبْرِ على ما تُكْرِهُ خيرًا كثيرًا, واعلمْ أَنَّ النَّصْرَ مع الصَّبْرِ , والْفَرَجَ مع الْكُرَبِ, واليُسْرِ مع الْعُسْرِ

‘Jika kamu mampu berbuat dengan ridho karena Allah maka lakukanlah. Jika kamu tidak mampu melakukannya maka bersabarlah. Sesungguhnya sabar terhadap sesuatu yang tidak engkau sukai menimbulkan banyak kebaikan. Ketahuilah olehmu, sesungguhnya dalam kesabaran terdapat pertolongan, di dalam kesusahan terdapat kelapangan, dan di dalam kesulitan terdapat kemudahan’

Umar bin al-Khattab Radhiallahu ‘Anhu berkata kepada seorang lelaki;

إنْ صبرْتَ مَضَى أَمْرُ اللهِ وكُتْتَ مَأْجورًا, وإنْ جَزَعْتَ مَضى أمرُ اللهِ وكنْتَ ماْزُوْرًا

‘Jika engkau bersabar maka berlalu perintah Allah dan engkau diberikan ganjaran pahala. Jika engkau gelisah maka berlalu perintah Allah dan engkau mendapatkan dosa’

Ali Radhiallahu ‘Anhu berkata;

الصبْرُ مَطِيَّةٌ لا يَبْكُو, وسَيْفٌ لا يَنْبُو

‘Kesabaran itu laksana binatang tunggangan yang tidak akan terpeleset dan pedang yang tidak menangis’

Ibnu Abbas Radhiallahu ‘Anhuma berkata;

أَفْضَلُ الْعُدَّةِ الصبْرُ عن الشِّدَّةِ

‘Paling utamanya persiapan yaitu bersabar untuk meninggalkan kesulitan’

Di sebagian hadis;

اِنْتظارُ الْفَرَحِ بالصبْرِ عبادةٌ

‘Menantikan kegembiraan dengan bersabar merupakan ibadah’

Seorang penyair berkata;

إِنَّ الْأُمُورَ إِذَا انْسَدَّتْ مَسَالِكُها . فالصَّبْرُ يَفْتَحُ منها كُلَّ مَا اِرْتَتَجَا
لا تَيْأَسَنَّ, وإنْ طـالـَتْ مُطالَبَةٌ . إذا اسْتَعَنْتَ بِصبْرٍ أنْ تَرَى فَرَجً
أَخْلِقْ بِذى الصَّبْرِ أنْ يَحظَى بِحاجَتِهِ . ومُذَّ مِنَ الْقَرْعِ لِلْابوابِ أنْ يَلْجَأَ

‘Setiap pesoalan manakala tertutup jalan-jalannya. Maka sabar akan membuka setiap yang tetutup’
‘Jangan pernah putus asa engkau, meskipun telah cukup lama permintaan. Apabila engkau meminta pertolongan kepada kesabaran maka engkau akan melihat kelapangan’
‘Patutlah engkau menjadi pribadi yang sabar agar memperoleh kepada yang diinginkannya. Perbanyaklah mengetuk pintu-pintu agar dapat berlindung’

Barang siapa yang menjadikan kesabaran sebagai pegangan atas setiap musibah yang menimpanya. Dia perbanyak serta menjadikan sabar sebagai wasilahnya. Maka tidak keliru cara pandangnya. Sukses di dalam usahanya. Barang siapa merasa gelisah dan tergoncang ketika terjadi musibah yang menimpa kepadanya. Maka dia telah menjadi pelaku terhadap bertambahnya bahaya teruntuk dirinya. Dia telah melakukan dosa serta menghilangkan pahala. Cukup bagimu itu sebagai kerugian. Sebagaimana dikatakan oleh seorang penyair;

وإذا تُصِبْكَ مُصيبةٌ فاصْبِرْ لها . عظُمَتْ مصيبةُ مُبْتَلًى لا يَصْبِر

‘Apabila menimpa kepadamu musibah maka hendaklah engkau bersabar. Menjadi besar musibahnya seseorang yang mendapat ujian ketika tidak bersabar’

Sebagaimana pula yang dikatakan oleh seorang penyair;

وعُوِّضْتَ أجْرًا مِنْ فَقِيْدٍ فلا يكُنْ . فَقِيْدُكَ لا يَأْتِي وأجْرُكَ يذْهَب

‘Engkau akan diberikan pahala sebagai ganti sesuatu yang hilang. Maka jangan pernah sesuatu yang hilang darimu tidak datang sementara pahalamu pun menghilang’

Wa Allahu Ta’ala Waliyyu at-Taufik

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *