Pertemuan 3, Surat Al-Baqarah 6-10 Tafsir Jalalain, Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi

Pertemuan 3, Surat Al-Baqarah 6-10
Tafsir Jalalain, Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi
Pengajian Yasinan, Blok B, Perum. Wahana Pondok Ungu, Babelan, Bekasi.
Kamis, 20 November 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

سورةُ الْبَقَرَةِ , ٦−١٠
Surat Al-Baqarah 6-10

٦- إِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوا – كأَبي جَهْلٍ وأبي لَهبٍ ونَحْوِهما (سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذَرْتَهُمْ) بِتحْقيقِ الْهمزتَيْنِ وإبدالِ الثَّانيةِ ألفًا وتَسهيلِها وإدْخالِ ألِفٍ بين المُسَهَّلَةِ والأُخْرَى وترْكِهِ (أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لا يُؤْمِنُوْنَ) لِعِلْمِ اللهِ منهم ذلك فلا تَطْمَعُ في إيمانِهِمْ . والإنْذَارُ إعلامٌ مع تَخْوِيْفٍ.

  1. (Sesungguhnya orang-orang kafir), seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan selain keduanya. (Sama saja kamu «Muhammad», beri mereka peringatan). Dengan menetapkan dua hamzah «أَأَنْذَرْ » dan mengganti hamzah yang kedua dengan alif lalu mentashilnya kemudian memasukkan alif di antara huruf yang ditashil dengan huruf lainnya «ﺁنْذَرْ » atau dengan tidak memasukkan alif «أَانْذَرْ ». (Atau tidak kamu beri peringatan mereka, mereka tidak akan beriman). Sebab Allah mengetahui akan ketidak berimanannya mereka. Maka engkau jangan berharap mereka untuk beriman. الإنذار , maksudnya adalah memberitahukan dengan menakut-nakuti.

٧- خَتَمَ اللهُ عَلَى قُلُوْبِهِمْ – طَبَعَ عليها وَاسْتَوْسقَ فلا يَدْخُلُها خُيْرٌ (وَعَلَى سَمْعِهِمْ) أي مَواضِعِهِ فلا يَنْتفعون بما يَسمعون من الْحَقِّ (وَعَلَى أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ) غِطاءٌ فلا يُبْصِرون الحقَّ (وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيْمٌ) قَوِيٌّ دائمٌ.

  1. (Allah mengunci hati-hati mereka). Allah telah memastikan kepada hati-hati mereka, maka tidak masuk kebaikan di hati mereka. (Juga pendengaran mereka), maksudnya tempat pendengaran mereka sehingga tidak bermanfaat kebaikan yang mereka perdengarkan. (Penglihatan-penglihatan mereka tertutup), maka mereka tidak melihat kebenaran. (Bagi mereka azab yang berat), keras lagi kekal.

۸- ونَزَلَ في المُنافقين (وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُوْلُ ﺁمَنَّا بِاللهِ وَبِالْيَوْمِ اﻟْﺂخِرِ) أي يومِ الْقِيَامةِ لأنه ﺁخِرُ الأيَّامِ (وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِيْنَ) رُوْعِيَ فيه معنى مَنْ , وفي ضميرِ يقول لفظُها.

  1. Ayat berikutnya adalah berbicara tentang orang-orang munafiq. (Sebagian manusia berkata, kami beriman kepada Allah dan hari akhir), maksudnya adalah hari kiamat, sebab kiamat merupakan akhir hari di dunia. (Padahal mereka tidak termasuk orang-orang yang beriman). Dhomir هم , kembali kepada kata مَنْ , dari sisi maknanya. Sedangkan dhomir kalimat يَقُوْلُ kembali kepada من , dari sisi lafaznya.

٩- يُخَادِعُوْنَ اللهَ وَالَّذِيْنَ ﺁمَنُوْا – بِإظْهارِ خِلافِ مَا أبْطَنُوْا مِن الْكُفْرِ لِيَدْفَعُوا عنهم أحْكامَهُ الدُّنْيَوِيَّةَ (وَمَا يَخْدَعُوْنَ إِلَّا أَنْفُسَهُمْ) لأنَّ وَبالَ خِدَاعِهِمْ رَاجِعٌ إليهم فَيَقْتَضِحُوْنَ في الدنيا بِإِطْلاعِ اللهِ نبِيَّهُ على ما أبْطَنُوْهُ ويُعَاقَبُوْنَ في الأخِرَةِ (وَمَا يَشْعُرُوْنَ) يعلمون أنَّ خِداعَهُمْ لأنْفُسِهِمْ , والمخادعةُ هنا من واحدٍ كعاقبْتُ اللِّصَّ, وذِكْرُ اللهِ فيها تحسينٌ, وفي قراءةٍ: وَمَا يَخْدَعُوْنَ.

  1. (Mereka memperdaya nabi Allah dan orang-orang yang beriman), dengan menampakkan sesuatu yang berbeda dari apa yang mereka sembunyikan, yaitu kafirnya mereka agar mereka dapat terhindar dari hukum-hukum dunia. (Mereka tidak memeprdaya terkecuali diri mereka sendiri), sebab akibat buruk tipuan mereka kembali kepada diri nmereka sendiri. Maka kejelekan mereka terbuka ketika di dunia dengan Allah perlihatkan kepada nabi-Nya sesuatu yang mereka sembunyikan. Mereka akan disiksa di akhirat kelak. (Mereka tidak menyadari) bahwa tipu daya mereka akan kembali kepada diri mereka sendiri. Penipuan di sini datang dari satu pihak, seperti kata عاقبْتُ اللَّصَّ (Saya menghukum pencuri). Menyebut kata الله di dalam ayat dalam rangka untuk memperindah. Di dalam satu bacaan dibaca dengan وَمَا يَخْدَعُوْنَ (mereka tidak memperdaya), sebagai ganti dari وما يشعرون .

١٠- فِي قُلُوْبِهِمْ مَرَضٌ- شَكٌّ وَنِفَاقٌ يُمَرِّضُ قلوبَهم أي يُضَعِّفُها (فَزَادَهُمُ اللهُ مَرَضًا) بما أنزَل اللهُ من القرﺁن لِكفرهمْ به (وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيْمٌ) مُؤْلِمٌ (بِمَا كَانُوا يَكْذِفُوْنَ) بالتَّشْدِيْد أي: نبيَّ اللهِ وبالتَّخفيف أي: قولَهمْ ﺁمَنَّا.

  1. (Di hati-hati mereka terdapat penyakit), yaitu keraguan dan kemunafikan yang menjadikan hati mereka sakit hingga menjadi lemah. Lalu Allah menambahkan penyakit di hati mereka) dengan datangnya Al-Qur’an yang Allah turunkan. Mereka seperti itu disebabkan oleh kekufuran mereka terhadap Al-Qur’an. (Merekapun mendapatkan azab yang teramat pedih) (disebabkan mereka mendustakan para rasul). Dibaca dengan tasdid ( يُكَذِّبُوْنَ ), maksudnya mereka mendustakan nabi Allah. Jika dibaca tanpa tasdid ( يَكْذَبُوْنَ ), maksudnya mereka telah mendustakan ucapan mereka sendiri, yaitu ﺁمَنَّا (kami beriman).

Wa Allahu A’lam …

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *