Macam Ragam I’rab (Pertemuan ke-38)

Pertemuan ke-38

وجوه الإعراب
Macam ragam I’rab

Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA
Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an
Minggu, 22 Nopember 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

وجوه الإعراب
Macam ragam I’rab

  1. Firman Allah Ta’ala, ما ننسخْ من ﺁيةٍ أو ننسها نأت بخيرٍ منها ..

Ibnu Qutaibah berkata, Allah bermaksud mengatakan أَوْ نَنْسِكُهَا (atau Kami melupakan kepadamu akan satu ayat), dari kata النِّسْيَان . Huruf ما merupakan huruf syarat yang menjazamkan kepada Fi’il Mudhori. Lafaz نَنْسَخْ dibaca jazm sebab menjadi fi’il syarat. Lafaz مِنْ menjadi shilah yang bersifat taaddub (mendidik). Lafaz ﺁيَةٍ menjadi maf’ul (objek) dari kalimat نَنْسَخْ . Makna ayat sebagai berikut, ما ننسخْ ﺁيةً (Apabila Kami menghapus kepada satu ayat). Ibnu Malik berkata;

وزيدَ في نفيٍ وشِبههِ فجَرّ . نكرةً كما لباغٍ مِن مَفرّ
‘Lafaz مِنْ menjadi huruf ziyadah (tambahan/tidak beramal) manakala didahului oleh hurf nafi (ما ) dan huruf yang menyerupai nafi (nahi atau istifham) kemudian lafaz مِنْ tersebut memerintahkan Jar kepada isim nakirah, seperti contoh مَا لِباغٍ مِنْ مَفَرٌّ (tidak ada tempat untuk berlari bagi orang yang bertindak lalim)’

Adapun kalimat نُنْسِهَا diathafkan kepada kalimat نَنْسَخْ . Kalimat yang diathafkan kepada kalimat yang jazm maka dijazamkan pula. Lafaz نَأْتِ menjadi jawab dari fi’il syarat yang membuang huruf Illat. Lafaz بِخَيْرٍ , terdiri dari jar dan majrur yang dikaitkan dengan lafaz نَأْتِ .

Syekh al-Ukbari berkata, seseorang yang membaca dengan harkat dhommah huruf Nun نُنْسِهَا , dibawa kepada makna نَأْمُرُكَ بِتَرْكِهَا (Kami perintahkan kepadamu untuk meninggalkan satu ayat). Pada lafaz tersebut terdapat maf’ul yang dibuang. Maka perkiraan lafaz tersebut adalah نُنْسِكُهَا .

  1. Firman Allah Ta’ala, ألَمْ تعلمْ أن اللهَ على كُل شيءٍ قديرٌ؟
    Huruf Hamzah menunjukkan kepada ‘ketetapan’. Seperti yang terdapat pada firman Allah Subhanahu, ألمْ نشرحْ لك صدرَك (Bukankah Kami telah melapangkan dadamu, Muhammad?). Pihak yang diajak bicara adalah Nabi ‘Alaihi as-Shalatu wa as-Salam. Adapun firman Allah Ta’ala, أنّ الله على كلِّ شيءٍ قديرٌ , menurut Jumhur (mayoritas ulama) menempati dua maf’ul dari lafaz تَعْلَمْ , maf’ul yang kedua dibuang. Sedangkan menurut Imam Akhfasy hanya menempati satu maf’ul.
  2. Firman Allah Ta’ala, أمْ تُريدون أن تسألوا وسولَكم كما سُئِل موسى مِن قبل
    Lafaz أمْ termasuk أم مُنْقَطِعة berfungsi untuk berpaling. أَمْ bermakna بَلْ (bahkan). Perkiraan kalimatnya adalah, بِلْ أَتُرِيْدُوْنَ (bahkan apakah kalian berkeinginan). كَمَا سُئِلَ , huruf Kaf menempati tempat nashab, menjadi sifat dari masdar yang dibuang, yaitu سُؤَالًا كسُؤَالِ (sebuah permintaan seperti permintaan). Adapun lafaz مَا yaitu huruf masdariyah (huruf yang mengeluarkan isim masdar).

Wa Allahu A’lam ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *