Pengajian 2 – Kitab Maroqil Ubudiyah Imam Nawawi Bin Umar Al Bantani

Pengajian 2, 27 November 2020
Ranting NU Desa Setia Mulya, Kec. Tarumajaya
Kitab Maroqil Ubudiyah Imam Nawawi Bin Umar Al Bantani.
Majlis Ta’lim Al-Hambaliy, Kp. Bogor, Setia Mulya

Oleh. Usman Ali, S.PdI
Rois Syuriah Ranting NU Desa Setia Mulya

MENGKAJI KEUTAMAAN BISMILLAH

كل امر ذی بال لا يبدء ب بسم اللہ الرحمن الرحيم فہو ابتر

“Setiap perkara yang tidak diawali dengan bismillah maka ia terputus”
Isi kitab :

بسم الله الرّحمان الرّحيم) كلمات البسملة اربع ففيها اشارة الي اعانة الله تعالى عباد المسلمين على الشّيطان فإنّه قال لاتينّهم من بين ايديهم ومن خلفهم وعن ايمانهم وعن شمائلهم فاعطاهم الله تعالى هذه الكلماتا لاربع لئلا تضرهم وسوسته , واشارة الى أنّ معاصى المؤمنين في اربعة اوجه في السّرِ والعلانية والليل والنّهار فأعطاهم هذه ليغفرها لهم بها * ثمّ انّ معاني الحروف أنّ الباء براءة الله لأهل السّعادة والسّين ستر الله علي اهل الجهالة والميم محبته لأهل الاسلام والاليف ألفته والام لطافته والهاء هدايته والرّاء رضوانه على السّابقين والتّابعين والحاء حمله على المذنبين والميم منته علي المؤمنين والنون نور المعرفة في الدّنيا ونور الطّاعة في العقبى فاعطاهما لعباده المتّقين والياء يد الله اي حفظه على اهل الاسلام

(Mohon maap jika banyak kesalahan dalam penulisan teks Arab pada artikel ini. Untuk lebih jelasnya bisa langsung lihat kitab cetaknya)
Penjelasan :
Imam Nawawi Al Bantani memulai pembahasan Syarah kitabnya dengan bahasan bismillah yang cukup unik. Beliau memulai dengan mengatakan bahwa bismillahirrohmaanirrohim tersebut terdiri dari empat kalimat (dalam Bahasa Arab kalimat berarti kata). Kalimat pertama yaitu “Bismi”, kalimat kedua yaitu “Allah”, kalimat ketiga “Arrohmaan”, dan kalimat keempat yaitu “Arrohim”. Empat kalimat tersebut tersusun atas isyarat Allah untuk beberapa hal, yaitu :

  1. Sebagai perlindungan dari Allah untuk hamba- hambaNya dari godaan Setan.
    Setan menggoda manusia dari 4 sisi, yaitu sisi depan, sisi belakang, sisi kiri, dan sisi kanan. Empat kalimat basmalah tersebut adalah merupakan perlindungan Allah terhadap manusia dari empat sisi tersebut. Dengan membaca kalimat basmalah sebelum melakukan segala sesuatu, kita berharap Allah akan memberikan perlindungan kepada kita dari godaan “waswas” yang dibisikkan oleh setan.
    Waswas adalah keragu- raguan dalam bertindak, kecemasan, ketakutan, ketidakyakinan terhadap sesuatu yang terjadi karena bisikan dari setan. Setan akan mendatangi manusia dan berbisik kepada manusia untuk menggoda, mengaburkan pandangan, membelokkan fakta, dan mengelabui sehingga yang benar akan tampak bathil dan yang bathil akan tampak benar.
  2. Sebagai isyarat bahwa ma’syiyat terjadi pada empat keadaan.
    Perbuatan ma’syiyat yang dilakukan oleh manusia bisa terjadi pada empat keadaan. Yaitu pada saat sendirian, pada saat di keramaian, pada saat siang, dan pada saat malam. Dengan membaca bismillah di awal setiap melakukan kegiatan sehari- hari kita berharap Allah melindungi kita dari empat kondisi tersebut. Kita berharap Allah menjauhkan kita berbuat ma’syiyat baik saat sendirian atau saat bersama orang lain, baik di waktu malam ataupun di waktu siang.
    Sebuah kewajaran mungkin bagi kita bahwa kita dapat menghindari perbuatan ma’syiyat di saat bersama dengan orang dan juga di waktu siang hari. Namun yang perlu menjadi perhatian kita adalah perbuatan ma’syiyat yang kita lakukan saat sendirian dan di waktu malam hari. Banyak sekali dari kita yang selamat dari ma’syiyat di siang hari tapi terjerat dengan kemaksyiyatan di malam hari. Banyak sekali dari kita yang tampak sholeh di hadapan banyak orang tapi melakukan kemaksyiyatan saat sendirian. Hal ini menjadi ancaman khusus dari Allah berdasarkan ayat- ayat Al- Qur’an dan Hadits.
    Diantaranya:

لَأَعْلَمَنَّ أَقْوَامًا مِنْ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِحَسَنَاتٍ أَمْثَالِ جِبَالِ تِهَامَةَ بِيضًا فَيَجْعَلُهَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَبَاءً مَنْثُورًا قَالَ ثَوْبَانُ يَا رَسُولَ اللَّهِ صِفْهُمْ لَنَا جَلِّهِمْ لَنَا أَنْ لَا نَكُونَ مِنْهُمْ وَنَحْنُ لَا نَعْلَمُ قَالَ أَمَا إِنَّهُمْ إِخْوَانُكُمْ وَمِنْ جِلْدَتِكُمْ وَيَأْخُذُونَ مِنْ اللَّيْلِ كَمَا تَأْخُذُونَ وَلَكِنَّهُمْ أَقْوَامٌ إِذَا خَلَوْا بِمَحَارِمِ اللَّهِ انْتَهَكُوهَا

“Sungguh saya telah mengetahui bahwa ada suatu kaum dari umatku yang datang pada hari kiamat dengan membawa kebaikan sebesar gunung Tihamah yang putih. Kemudian Allah menjadikannya debu yang berterbangan.”
Tsauban bertanya, “Wahai Rasulullah, sebutkanlah ciri-ciri mereka dan jelaskanlah perihal mereka agar kami tidak menjadi seperti mereka tanpa disadari.”
Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka adalah saudara kalian dan dari golongan kalian, mereka shalat malam sebagaimana kalian, tetapi mereka adalah kaum yang jika bersendirian mereka menerjang hal yang diharamkan Allah.” (Shahih. HR. Ibnu Majah).
Selain itu, Allah ta’ala berfirman,

يَسْتَخْفُونَ مِنَ النَّاسِ وَلا يَسْتَخْفُونَ مِنَ اللَّهِ وَهُوَ مَعَهُمْ إِذْ يُبَيِّتُونَ مَا لا يَرْضَى مِنَ الْقَوْلِ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطاً

“Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi mereka tidak bersembunyi dari Allah, padahal Allah beserta mereka, ketika pada suatu malam mereka menetapkan keputusan rahasia yang Allah tidak ridhai. Dan adalah Allah Maha Meliputi (ilmu-Nya) terhadap apa yang mereka kerjakan” (QS. An-Nisaa : 108).
Selanjutnya Imam Nawawi juga menjelaskan makna perhuruf dari kalimat bismillah :

  1. Ba’ yang berarti kebebasan/ kebahagiaan dari Allah bagi orang- orang yang melakukan kebaikan.
    Hal ini dapat kita maknai bahwa orang- orang yang selalu melakukan kebaikan, selalu berada di jalan kebenaran akan memiliki kebebasan hati, kebebasan akal dan pikiran, juga kebebasan diri. Sedangkan orang- orang yang melakukan keburukan dan dosa akan selalu berada dalam kesulitan dan kesempitan. Banyak dari kita yang takut mengaktifkan HP karena terlilit berbagai masalah, takut keluar rumah karena banyak musuh, dan lain sebagainya. Jaminan Allah untuk orang yang selalu berbuat baik adalah Allah akan memberikan kebebasan di hatinya, ketenangan dalam menjalanii hidupnya, dan keleluasaan dalam pikirannya.
  2. Sin yang berarti hijab atau tutup Allah dari orang- orang bodoh
    Kata Satr disini dapat kita artikan menjadi dua arti, yang pertama adalah hijab atau penutup dan yang kedua bisa kita artikan sebagai perlindungan.
    Untuk arti yang pertama yaitu hijab atau tutup maka dapat kita simpulkan bahwa Allah menutup diriNya dari orang- orang bodoh. Orang orang yang tidak memiliki ilmu dan tidak berusaha untuk menuntut Ilmunya Allah maka akan terhijab dari Allah.
    Untuk arti yang kedua yaitu perlindungan maka dapat kita simpulkan bahwa Allah memberikan perlindungan kepada orang- orang bodoh dari siksa. Orang- orang yang melakukan dosa dan ma’syiyat karena ketidaktahuannya akan mendapat perlindungan dari Allah berupa pengampunan. Akan tetapi berbeda jika kebodohannya karena ketidakmauan untuk belajar.
  3. Mim yang berarti cinta Allah kepada orang Islam.
    Dalam kalimat bismillah terdapa tiga huruf mim yang mana dapat kita artikan bahwa perlambangan tiga huruf tersebut sebagai :
    a. Mim yang pertama pada lafadz bismi dapat kita artikan sebagai millatullah ملة اللہyaitu Islam
    b. Mim yang kedua pada lafadz Arrohmaan dapat kita artikan sebagai minnatullah منة اللہ yaitu Iman
    c. Mim yang ketiga pada lafadz Arrohiim dapat kita artikan sebagai ma’rifatullah معرفة اللہ yaitu Ihsan
  4. Alif yang berarti keramahan Allah kepada hamba- hamba yang beriman
  5. Lam yang berarti kelembutan Allah
    “sesungguhnya Robbku maha lembut terhadap apa saja yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia- lah yang maha mengetahui lagi maha bijaksana” (QS. Yusuf : 100)
    Apa itu kelembutan Allah?
    Kelembutan Allah adalah sesuatu yang kita rasakan yang merupakan bagian dari rahmatnya (Kasih sayangnya) Allah SWT. Kelembutan Allah bisa berupa sakit yang kita alami karena banyaknya dosa, yang bisa jadi merupakan penebus atau pembakar dari dosa- dosa yang telah kita lakukan. Kelembutan Allah bisa berupa rizki, kelembutan Allah bisa berupa dipertemukannya kita dengan orang- orang sholeh sehingga membawa kita pada ketaatan, dan banyak lagi macam- macam kelembutan Allah yang dapat kita cari penjelasannya dalam Al- Qur’an.
  6. Ha’ yang berarti hidayah atau petunjuk Allah
  7. Ro’ yang berarti ridhonya Allah kepada orang- orang terdahulu dan orang- orang yang bertaubat.
  8. Ha yang berarti pertanggungan kepada Allah atas orang- orang berdosa
  9. Mim yang berarti anugrah Allah kepada orang- orang mu’min
  10. Nun yang berarti nur Allah yang berupa pengetahuan di dunia dan ketaatan di akhirat.
  11. Ya’ yang berarti pemeliharaan Allah atas Islam dan orang- orang Islam.
    Selain dari hal di atas, kita juga banyak mengetahui riwayat bahwasanya banyak sekali keistimewaan dari kalimat basmalah. Kita tahu bahwa Ratu Balqis tunduk dan menjadi pengikut Nabi Sulaiman karena keistimewaan bismillah. Nabi Nuh selamat dari air bah saat naik di perahunya karena bismillah. Api Namrud terasa dingin oleh Nabi Ibrahim karena bismillah. Serta masih banyak lagi riwayat- riwayat keistimewaan bismillah yang sering sekali kita dengar.
    Semoga kita semua selalu menjadi hamba Allah yang berpegang teguh terhadap keyakinan Agama Allah dan selalu berbuat kebaikan atas nama Allah SWT.
    Bismillah
    Wallahu A’lam

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *