Latifah (Kelembutan) Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 106-108, 1- 6

Pertemuan ke- 40

لطائف التفسير, ١−٦
Latifah (kelembutan) tafsir surat Al-Baqarah ayat 106-108, 1- 6

Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA
Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an
Minggu, 6 Desember 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

اللطيفة الرابعةُ
Latifah yang keempat

Firman Allah Ta’ala, أَلَمْ تُعْلَمْ أَنَّ اللهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ (Tidakkah engkau mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu?). Pada ayat tersebut, Allah berbicara kepada Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam, namun ditujukan kepada umatnya, dengan berargumen kepada firman Allah pada ayat setelahnya, وَمَالَكُمْ مِنْ دُوْنِ اللهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيْرٍ (Tidak ada bagimu yang mengurusi persoalan dan yang menolong kecuali Allah). Atau pembicaraan ditujukan tidak hanya kepada umat, tapi juga kepada Nabi. Alasan penyebutan Nabi disendirikan oleh sebab Nabi menjadi imam dan tauladan bagi umat. Seperti firman Allah Ta’ala dalam surat At-Talaq ayat 1, يا أَيُّهَا النّبِيُّ إِذَا طَلَّقْتُمُ النِّسَاءَ فَطَلِّقُوْهُنَّ لِعِدَّتِهِنَّ (Wahai Nabi! Apabila kamu menceraikan istri-istrimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat menghadapi iddahnya). Pada ayat tersebut, umat diajak bicara dengan melalui perantara pribadi Nabi, dengan melihat Nabi sebagai imam dan pribadi yang harus diikuti.
Ditempatkannya nama Allah (أَنَّ اللهَ dan مِنْ دُونِ اللهِ) di tempat dhomir/kata ganti (نحن ), bertujuan untuk membuat haru dan takut di dalam jiwa-jiwa orang-orang mukmin, juga untuk memberi kesan bahwa ketercakupan kekuasaan Allah mencakup fenomena-fenomena yang bersifat Ilahi dan keagungan yang bersifat ketuhanan. Demikian pula keterangan yang terdapat dalam firman Allah Jalla wa ‘Ala, أَلَمْ تَعْلَمْ أَنَّ اللهَ لَهُ مُلْكُ السَّموَاتِ وَالْأَرْضِ (Tidakkah engkau mengetahui bahwa Allah adalah penguasa langit dan bumi?)

Al’Allamah, Abu Su’ud berkata, “Adapun makna ayat adalah, Tidakkah engkau mengetahui sesungguhnya Allah memiliki kekuasaan yang tak terkalahkan dan mengalahkan dengan nyata, keduanya menghendaki kepada kekuasaan Allah Yang Maha Sempurna untuk melakukan apapun, baik mengadakan dan meniadakan, memerintah dan melarang, sesuai dengan kehendak-Nya. Tidak ada pertentangan di setiap perintah-Nya. Tidak pula ada yang menolak kepada ketetapan-Nya”

اللطيفة الخامسةُ
Latifah yang kelima

Firman Allah Ta’ala, وَمَالَكُمْ مِنْ دُوْنِ اللهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيْرٍ (Tidak ada bagimu yang mengurusi persoalan dan yang menolong kecuali Allah). Makna دُونِ اللهِ , yaitu selain Allah, sebagaimana yang dikatakan oleh Umayyah bin Abi Al-Shalt;

يا نفسُ مَا لَكِ دونَ اللهِ مِنْ وَاقٍ . وما على حَدَثَانِ الدَّهَرِ مِنْ بَاقٍ

‘Wahai jiwa, tidak ada bagimu yang dapat melindungi selain Allah. Dan tidak ada yang dapat bertahan dari peristiwa dua zaman’

Berkata Syekh Sulaiman Al-Jamal dalam al-Futuhat al-Ilahiyyah, “Firman Allah Ta’ala, مِنْ وليٍّ ولا نصيرٍ , dengan menggunakan bentuk فعيل pada lafaz ولي dan نصيرٍ , disebabkan oleh makna yang lebih mendalam dari bentuk فاعل. Adapun perbedaan antara lafaz وَلِيٍّ dan نَصِيْرٍ , yaitu sesungguhnya الوَلِيٍّ (teman/sahabat) terkadang lemah untuk dapat menolong, sedangkanالنّصير ( yang menolong), boleh jadi orang yang tidak dikenal oleh orang yang ditolong. Maka diantara keduanya terdapat makna yang umum juga makna yang khusus”.

اللطيفة السادسةُ
Latifah yang keenam

Firman Allah Ta’ala, فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيْلِ (maka sungguh ia telah menyimpang dari jalan yang lurus) . Lafaz السَّواء , yaitu berarti di pertengahan setiap sesuatu. Kalimat سَوَاءَ السَّبِيْلِ , termasuk min idhafatissifah ilal mausuf (menyandarkan sifat kepada yang disifati), maknanya adalah الطَّرِيْقُ الْمُسْتَوِي بمعنى المُعْتَدِل (jalan yang lurus). Adapun makna أَضَلَّ adalah أَخْطَأَ (keliru, salah). Dalam konteks ini mempunyai arti sangat mencela dan mencaci maki terhadap orang yang melihat kebenaran kemudian menyimpang kepada yang batil. Seperti halnya seorang pemuda yang melihat kekasihnya di tengah jalan yang tampak terang benderang.

Wa Allahu A’lam ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *