MUHASABAH 2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

الحمد لله وحده . والصلاة والسلام على من لا نبى بعده سيدنا محمد ابن عبد الله وعلى اله وأصحابه ومن سار على نهجه الى يوم القيامة.

Segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Shalawat dan salam tercurahkan kepada penutup Nabi, junjungan kita, Muhammad Ibnu Abdillah, teruntuk keluarganya, para sahabatnya, beserta orang-orang yang berada di jalannya hingga hari akhir.

Anak-anakku sayang …

Ketahuilah bahwa setiap helaan napas yang kita hembuskan, laksana permata yang tak ternilai harganya, كل نفس من انفاس العمر جوهرة نفيسة لا عوض لها . Oleh karenanya bila kita menyia-nyiakan umur kita berarti kita telah membuang kesempatan berharga yang Allah telah berikan kepada kita.

Hidup tak ubahnya kita sedang berdagang. Harus cermat dalam menjalaninya agar tidak merugi. Dihitung untung rugi sebelum dan setelahnya agar kita berhati-hati. Allah SWT berfirman dalam surat An-Nisa ayat 94;

يا ايها الذين امنوا إذا ضربتم فى سبيل الله فتبيَّنُوْا..

‘Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi di jalan Allah, maka telitilah’

Nabi Muhammad bersabda:

إذا اردتَ امراً فتدبّرْ عاقبته فان كان رشداً فأَمْضِهِ وإن كان غَيًّا فانْتَهِ عنه

‘Jika kamu berkeinginan kepada sesuatu, maka pikirkanlah akibatnya. Jika baik maka lanjutkan, tapi bila buruk maka jangan teruskan’

Modal dagang kita adalah setiap kewajiban yang Allah perintahkan kepada kita. Keuntungan yang kita peroleh berasal dari kebaikan-kebaikan lainnya yang kita lakukan di luar kewajiban. Sedangkan kerugian perdagangan kita adalah setiap maksiat atau keburukan yang kita perbuat.

Anak-anakku sayang …

Hari ini kita memulai menapaki tahun baru, 2021 M. Mari sama-sama kita hitung umur kita, hari-hari yang telah kita lalui. Usia kian bertambah. Kematian kian mendekat. Sudahkah kita hitung setiap ucapan yang keluar dari mulut ini lebih banyak kebaikannya daripada keburukannya? Sudahkah langkah kita, genggaman tangan kita, pandangan mata kita, pendengaran kita, yang terbersit di hati kita, lebih banyak kebaikannya ketimbang keburukannya? Boleh jadi ibadah kita selama ini hanya sebatas ritual tanpa makna? Entah sudah berapa banyak, tanpa sadar, kita melukai hati orang lain dengan mengatasnamakan agama? Kita ditribusikan lewat tangan ini, ratusan, ribuan, bahkan mungkin jutaan tombol kebencian? Seakan diri ini lebih ahli dari ahlinya! Lebih dominan keinginan dibanding akal sehat kita? Sayyidina Umar Radiallahuanhu berkata;

حاسبوا انفسكم قبل ان تحاسَبوا وزِنُوْها قبل ان تُوزِنُوا

‘Hitunglah amal baik buruk kamu di dunia sebelum dihitung kelak di akhirat. Dan timbanglah sebelum kelak akan ditimbang’

Anak-anakku sayang …

Allah SWT memerintahkan kepada kita agar selalu menghitung setiap perbuatan yang telah kita lakukan,

يا ايها الذين امنوا اتّقُوا اللهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ

‘Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, yaitu akhirat’ (QS. Al Hasyr: 18)

Nabi Muhammad Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda;

من استوى يوماه فهو مغبون ومن كان يومه شرا من امسه فهو ملعون

‘Barang siapa yang sama kualitas dua hari yang dilaluinya maka ia telah tertipu. Dan barang siapa yang kualitas hari ini lebih buruk dari hari kemarin maka ia menjadi orang yang dihinakan’

Mudah-mudahan kita semua menjadi pribadi yang pandai berhitung, bermuhasabah tentang perbuatan yang akan kita lakukan agar kita berhati-hati dalam menjalani hidup ini. Segera kembali kepada Allah, bertaubat ketika ada kesalahan dalam perbuatan yang telah kita lakukan. Sehingga kita termasuk orang-orang yang beruntung dengan mendapatkan kebaikan di akhirat kelak. Tahun ini, pastinya lebih baik, lebih berkualitas!

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *