Pengajian kitab Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratul ‘Ain (ke- 20)

Syekh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibari

Ranting NU Bogasari dan HMR

Sabtu,  30 Januari 2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

وسن – للغسل الواجب والمندوب (تسمية أوله وإزالة قذر) طاهر كمنى ومخاط ونجس كمذى وإن كفى لهما غسلة واحدة وأن يبول من أنزل قبل أن يغسل ليخرج ما بقى بمجراه

Disunahkan bagi mandi yang wajib maupun yang disunahkan, yaitu membaca Bismillah di awal mandi, dan disunahkan juga membersihkan kotoran yang suci, seperti air mani dan ingus, juga kotoran yang najis, seperti air madzi, meskipun dicukupkan hanya satu basuhan teruntuk hadas dan kotoran. Bagi seseorang yang keluar air mani, hendaknya ia kencing terlebih dahulu sebelum mandi agar keluar sisa air mani yang berada pada saluran air kencingnya.

فــ-  بعد إزالة القذر (مضمضة واستنشاق ثم وضوء) كاملا للاتباع رواه الشيخان ويسن له استصحابه إلى الفراغ حتى لو أحدث سن له إعادته وزعم المحاملى اختصاصه بالغسل الواجب ضعيف والأفضل عدم تأخير غسل قدميه عن الغسل كما صرح به فى الروضة وإن ثبت تأخيرهما فى البخارى ولو توضأ أثناء الغسل أو بعده حصل له أصل السنة لكن الأفضل تقديمه ويكره تركه وينوى به سنة الغسل إن تجردت جنابته عن الأصغر وإلا نوى به رفع الحدث الأصغر أو نحوه خروجا من خلاف موجبه القائل بعد الاندراج ولو احدث بعد ارتفاع جنابة أعضاء الوضوء لزمه الوضوء مرتبا بالنية Setelah menghilangkan kotoran, disunahkan untuk berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung, kemudian berwudhu secara sempurna, karena mengikuti hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim. Disunahkan bagi orang yang mandi untuk memberlangsungkan wudhu hingga selesainya basuhan. Bila  sebelum mandi ia berhadas maka sunah untuk mengulangi wudhunya. Anggapan Imam al-Mahamili yang mengkhususkan wudhu kepada mandi yang wajib, adalah lemah. Yang paling utama, yaitu ketiadaan diakhirkan membasuh dua kaki ketika mandi. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Imam Nawawi di dalam kitab ar-Raudlah. Meskipun pula, dia tetap mengakhirkan untuk membasuh kedua kakinya, sebagaimana wudhunya Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori. Seandainya seseorang berwudhu di pertengahan mandinya atau setelah mandinya maka ia tetap mendapatkan kesunahan. Namun yang lebih utama adalah didahulukannya wudhu. Makruh apabila ditinggalkan. Niat ketika berwudhu kepada kesunahan mandi. Itu manakala saat junub ia tidak mempunyai hadas kecil. Jika mempunyai hadas besar maka berniat wudhu untuk menghilangkan hadas kecil atau lainnya.

Adanya niat menghilangkan hadas kecil untuk keluar dari perbedaan yang mewajibkan wudhu, yang mengatakan tidak secara otomatis hadas kecil masuk ke dalam hadas besar. Seandainya seseorang berhadas kecil setelah hilang junubnya anggota bagian wudhu, maka wajib baginya untuk berwudhu yang dikaitkan dengan niat, seperti hendak shalat.     

فتعهد معاطف-  كالأذن والإبط والسرة والموق ومحل شق وتعهد أصول شعر ثم غسل رأس بالإفاضة بعد تخليله إن كان عليه شعر ولا تيامن فيه لغير أقطع ثم غسل شق أيمن ثم أيسر

Kemudian setelah wudhu, sunah untuk memperhatikan tempat-tempat yang berkelok di dalam badan, seperti telinga, ketiak, pusat perut, saluran air mata, dan tempat-tempat yang retak. Sunah pula untuk memperhatikan pangkal rambut. Setelah itu, sunah membasuh kepala dengan cara menuangkan air, dengan terlebih dahulu menyelat-nyelati kepala yang memiliki rambut. Tidak disunahkan bagi orang yang terpotong tangannya untuk mendahulukan bagian kanan dari kepala, kemudian sunah membasuh sisi bagian yang kanan dari anggota tubuh, setelah itu bagian yang kiri.

ودلك-  لما تصله يده من بدنه خروجا من خلاف من أوجبه (وتثليث) لغسل جميع البدن والدلك والتسمية والذكر عقبه ويحصل فى راكد بتحرك جميع البدن ثلاثا وإن لم ينقل قدميه إلى موضع أخر على الأوجه (واستقبال) للقبلة وموالاة وترك تكلم بلا حاجة وتنشيف بلا عذر وتسن الشهادتان المتقدمتان فى الوضوء مع ما معهما عقب الغسل وأن لا يغتسل لجنابة أو غيرها كالوضوء فى ماء راكد لم يستبحر كنابع من عين غير جار Sunah menggosok-gosok bagian badan yang dapat digapai oleh tangan. Kesunahan tersebut sebagai jalan tengah dari pendapat yang mewajibkannya. Sunah pula mentigakalikan membasuh seluruh badan, mentigakalikan menggosok-gosok, mentigakalikan membaca bismillah, serta zikir setelah mandi. Pada air yang diam, kesunahan mentigakalikan dianggap cukup dengan menggerakkan seluruh anggota badan sebanyak tiga gerakan, meskipun posisi  kedua kakinya tidak berpindah ke posisi yang lain, menurut pendapat yang lebih diunggulkan. Disunahkan pula ketika mandi untuk menghadap ke arah kiblat. Sunah pula terus menerus, tidak berbicara tanpa ada kebutuhan, dan tidak dikeringkan dengan seumpama handuk, terkecuali jika membutuhkan. Disunahkan setelah mandi membaca dua kalimat syahadat, sebagaimana yang terdahulu dalam wudhu, juga bacaan yang mengiringi dua kalimat syahadat. Tidak diperbolehkan mandi sebab junub atau yang lainnya, sebagaimana di dalam wudhu,  pada air yang tenang yang tidak luas, seperti air yang keluar dari mata air yang tidak mengalir.

فرع-  لو اغتسل لجنابة ونحو جمعة بنيتهما حصلا وإن كان الأفضل إفراض كل بغسل أو لأحدهما حصل فقط (ولو أحدث ثم أجنب كفى غسل واحد) وإن لم ينو معه الوضوء ولا رتب أعضاءه

(Cabang) Seandainya seseorang mandi untuk junub dan untuk shalat jumat dengan dua niat sekaligus, maka dianggap cukup, meskipun yang lebih utama yaitu menyendirikan masing-masing dengan satu basuhan, atau niat dicukupkan bagi salah satunya maka dianggap cukup salah satunya. Seandainya ia berhadas kecil kemudian junub maka dicukupkan dengan satu basuhan, meskipun tidak disertakan dengan niat wudhu, dan tidak adanya tertib pada basuhan anggota wudhunya.  

فرع-  يسن لجنب وحائض ونفاس بعد انقطاع دمهما غسل فرج ووضوء لنوم وأكل وشرب ويكره فعل شيء من ذلك بلا وضوء وينبغى أن لا يزيلوا قبل الغسل شعرا أو ظفرا وكذا دما لأن ذلك يرد فى الاخرة جنبا (وجاز تكشف له) أى للغسل (فى خلوة) أو بحضرة من يجوز نظره إلى عورته كزوجة وأمة والستر أفضل وحرم إن كان ثم من يحرم نظره إليها كما حرم فى الخلوة بلا حاجة وحل فيها لأدنى غرض كما يأتى .

Sunah bagi orang yang junub, haid, dan nifas, setelah terhentinya darah, yaitu membasuh farji dan berwudhu ketika hendak tidur, makan, dan minum. Makruh melakukan itu semua tanpa wudhu terlebih dahulu. Sepatutnya sebelum mandi untuk tidak menghilangkan rambut dan kuku, demikian juga darah. Alasan pelarangan, yaitu yang dihilangkan akan dikembalikan di akhirat dalam keadaan junub. Diperbolehkan mandi dalam keadaan terbuka di tempat yang tersembunyi, atau di hadapan orang lain yang diperbolehkan untuk melihat auratnya, seperti istrinya dan budak perempuannya. Menutupinya lebih utama. Haram hukumnya mandi dalam keadaan terbuka di tempat yang tersembunyi ketika ada orang lain yang diharamkan melihat auratnya, sebagaimana juga haram dalam keadaan terbuka di tempat yang tersembunyi tanpa ada kebutuhan. Diperbolehkan dalam keadaan terbuka  di tempat yang tersembunyi karena ada sedikit kebutuhan, seperti mendinginkan tubuh. Sebagaimana keterangan yang akan datang tentang menutup aurat.       

Wa Allahu A’lam bi Shawab ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *