Menghadap ke Ka’bah ketika shalat (Al-Baqarah: 142-145)

Pertemuan ke- 48

التَّوَجُّهُ إلى الْكعبةِ فى الصَّلاةِ
Menghadap ke Ka’bah ketika shalat (Al-Baqarah: 142-145)

Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA
Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an
Minggu, 7 Februari 2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

التَّحْليلُ اللفْظِىُّ
Mengurai lafaz

عَقِبَيْهِ : اَلْعَقِبَانِ , merupakan bentuk isim tasniyah dari tunggal عَقِبٌ , yaitu akhir dari kaki (tumit). الْاِنْقِلَاب , bermakna الْاِنْصِرَاف والرُّجُوع (berpaling, kembali). Dikatakan, اِنْقَلَبَ على عَقِبَيْهِ إذا انْصَرَفَ عنه بِالرُّجُوعِ إِلَى الْوَرَاءِ (berpaling darinya untuk kembali ke belakang).
Makna ayat;

لنعلم من يثبت على الإيمان , ممن يرتد عن دين الإسلام , ويرجع إلى ما كان عليه من ضلال .

‘Agar Kami tahu siapa saja yang tetap dalam keimanannya, yaitu orang-orang yang meninggalkan agama Islam dan kembali kepada keadaan sebelumnya, di jalan sesat’
Pembicaraan di sini menggunakan majaz isti’arah (majaz yang alaqahnya/keterkaitan keduanya sama.

لَكَبِيْرَةً , maksudnya adalah keadaan yang memberatkan, menyusahkan. Engkau katakan, كَبُرَ عليه الأَمْرُ أى اِشْتَدَّ وثَقُلَ (persoalan menjadi berat atasnya)

تَقَلُّبَ وَجْهِكَ , maksudnya تقلب الوجه فى السماء (menghadapkan wajah ke langit), تردُّدَه المرَّةَ بعد المرّة فيها (berulang kali menoleh ke langit). Langit merupakan sumber wahyu dan menjadi kiblat setiap doa.

Az-Zajjaj berkata, “Maksudnya adalah menolehkan pandanganmu kelangit”. Sementara Qutrub berkata, “Memalingkan wajahmu ke langit”. Keduanya saling berdekatan maknanya.
Makna ayat;

كثيرا ما نرى تردُّد وجهك , وتصرف نظرك في جهة السماء متشوفا لنزول الوحي بتحويل القبلة إلى الكعبة.

‘Sering Kami melihat wajahmu berulang kali, seraya kamu palingkan pandanganmu ke arah langit, sangat merindukan turunnya wahyu agar dipindahkan arah kiblat ke Ka’bah.

فَلَنَوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً , maksudnya لَنُمَكِّنَنَّكَ من استقْبالِها (sungguh Kami perkenankan kepadamu untuk menghadap kiblat). Dari ucapanmu, وَلَّيْتُهُ كما إذا جعلته واليا له (Aku memberi kuasa atas sesuatu kepadanya, apabila aku jadikan dia orang yang mengurusi). Maka ini berasal dari kata الولاية (perwalian). Atau berasal dari kata التَّوَلِّى (menguasai).
Makna ayat;

فَلَنَجْعَلَنَّكَ مُتَوَلِّيًا جِهَّتَها . وهذه بِشَارَةٌ من الله تعالى لرسولِه الكريمِ بِتَوْجِيْهِ إلى القيلةِ التى يُحِبُّ.

‘Maka sungguh Kami jadikan teruntukmu sebagai pribadi yang mengurus arah kiblat. Ini merupakan kabar gembira dari Allah Ta’ala kepada rasul-Nya yang mulia, dengan menghadapkan rasul ke kiblat yang dia cintai’

شَطْرَ الْمَسْجِدِ: الشَّطْرُ secara bahasa, terkadang bermakna arah dan sisi. Sebagaimana dalam ayat ini. Searti dengan itu, yaitu perkataan penyair;

أقُوْلُ لِأُمِّ زِنْبَاعٍ أَقِيْمِيْ . صُدُورَ الْعِيْسِ شَطْرَ بَنِي تَمِيْم

‘Aku berkata kepada Ummi Zinba’: Hadapkanlah dada-dada unta yang baik ke arah Bani Tamim’

Terkadang bermakna separuh, sebagian dari sesuatu. Antara lain sabda Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam;

الطَّهُوْرُ شَطْرُ الإيمانِ

‘Kebersihan sebagian dari iman’
الشَّاطِر , yaitu seorang pemuda yang jauh dari keluarga dan tempat tinggalnya. Dia telah membuat jelek keluarganya. Sebagian mereka ditanya tentang الشاطر , mereka menjawab: Dia merupakan orang yang memulai melakukan apa yang dilarang Allah saat berada di tempat jauh.
Makna ayat;

فَوَلِّ وجْهَكَ جِهَةَ الْمَسِجِدِ الْحرامِ أي جهةَ الكعبة.

‘Maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam, yaitu ke arah Ka’bah’

أُوتُوْا الكِتَابَ (orang-orang yang diberi Kitab), yang dimaksud mereka yaitu para pembesar orang-orang Yahudi dan ulamanya orang-orang Nasrani. Yang dimaksud kitab di sini, yaitu Taurat dan Injil.

Wa Allahu A’lam ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *