Kitab Ghaitsul Mawahib Al Aliyyah fi Syarhil Hikami Al ‘Athoiyah

Pertemuan ke – 46

Syekh Abi Abdullah Muhammad bin Ibrahim bin ‘Abbad An Nafazi Ar Randi

Ranting NU Bogasari dan HMR

Selasa, 23 Maret  2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

العجَبُ كُلَّ العجب ممن يَهرُب ممن لا انفكاك له عنه, ويطلب ما لا بقاء له معه, فإنها لا تَعمى الأبصارُ ولكن تعمى القلوبُ التى فى الصدور

‘Sungguh amat mengherankan, seseorang yang lari dari Dzat yang tidak mungkin dirinya bisa lepas dari-Nya. Dia malah mencari sesuatu yang dirinya tidak abadi jika bersamanya. Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada’

Seorang hamba yang menjauh dari Tuhannya dengan mendekat kepada syahwatnya serta mengikuti keinginannya, dapat disimpulkan bahwa hatinya telah buta dan tidak mengetahui kepada Tuhannya. Sebab ia telah mengganti kepada sesuatu yang lebih rendah dari pilihan yang lebih baik. Dia telah mendahulukan kepada sesuatu yang binasa, yang tidak kekal dari yang abadi, yang tidak mungkin dirinya bisa lepas dari ketergantungan kepada-Nya. Seandainya ia mempunyai mata hati niscaya ia akan mendahului yang abadi ketimbang yang tidak abadi. Niscaya ia akan melakukan sesuatu yang diperbuat oleh para tukang sihir Fir’aun ketika mereka beriman kepada Tuhan mereka. Sebab mereka para tukang sihir Fir’aun tidak lagi memperdulikan kebaikan, kenikmatan, kedekatan dan kemuliaan yang dijanjikan oleh Fir’aun kepada mereka. Mereka juga tidak memperdulikan ancaman dari Fir’aun berupa siksaan, pembunuhan, dan akan disalib di atas pangkal pohon kurma;

قالُوا لنْ نُؤْثِرَك على ما جاءَنَا مِنَ الْبَيِّناتِ والذيْ فَطَرَنا

‘Mereka (para penyihir) berkata, “Kami tidak akan memilih (tunduk) kepadamu atas bukti-bukti nyata (mukjizat), yang telah datang kepada kami dan atas Allah yang telah menciptakan kami’ (QS. Taha: 72)

Kemudian mereka para penyihir Fir’aun berkata; واللهُ خيرٌ وَأبْقَى

‘Dan Allah lebih baik (pahala-Nya) dan lebih kekal (azab-Nya)’ (QS. Taha: 73)

Hati merekapun mendapatkan cahaya kebenaran. Mereka menyaksikan Dzat yang mereka cintai, sebagaimana keadaan yang telah dirasakan oleh sebagian dari mereka sebelumnya.  

Wa Allahu Ta’ala Waliyyu at-Taufik

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *