Kitab Ghaitsul Mawahib Al Aliyyah fi Syarhil Hikami Al ‘Athoiyah

Pertemuan ke – 49

Syekh Abi Abdullah Muhammad bin Ibrahim bin ‘Abbad An Nafazi Ar Randi

Ranting NU Bogasari dan HMR

Selasa, 6 April  2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

ويدل على إرادة صاحب الكتاب لهذا المعنى الذي ذكرناه في التنبيه على قوله «لا تصحب من لا ينهضك حاله» ما أعقبه به من قوله «ولا يدلك على الله مقاله» فيكون الحال والمقال متناسبين في كون كل واحد منهما متعلقا بالله تعالى عبودية ودلالة.

Keinginan Imam Ibnu Atha’illah terhadap makna yang telah kami tuturkan di dalam ungkapan beliau, لا تصحب من لا ينهضك حاله (Jangan engkau berkawan dengan seseorang yang kondisi batinnya tidak dapat membantumu untuk bangkit), yaitu disusul dengan makna dari ungkapan beliau selanjutnya, ولا يدلك على الله مقاله (dan perkataannya tidak dapat memberikan jalan kepadamu menuju kepada Allah). Maka kondisi kebatinan dan ucapan, keduanya harus sesuai antara satu dengan yang lainnya, yaitu bersambung kepada Allah Ta’ala, baik ibadahnya maupun petunjuknya.

قال سهل بن عبد الله رضي الله عنه: «احذر صحبة ثلاثة أصناف من الناس : الجبابرة الغافلين, والقراء المداهنين, والمتصوفة الجاهلين»

Sahal bin Abdullah Radhiallahu ‘Anhu berkata, “Berhati-hatilah bersahabat dengan tiga kelompok manusia. Pertama, para penguasa yang lupa hatinya. Kedua, para ahli qira’at yang penjilat. Ketiga, para ahli sufi yang bodoh”

وقال يوسف بن الحسين الرازي, رحمه الله تعالى, قلت لذي النون المصري  رضي الله تعالى عنه: «من أصحب؟ فقال: من لا تكتمه شيئا مما يعلمه الله منك»

Yusuf bin Husein al-Razi Rahimahullahu Ta’ala berkata, Aku berkata kepada Dzu an-Nun al-Misri Radhiallahu Ta’ala: “Siapakah sahabat itu?” Dia menjawab: “Seseorang yang sedikitpun tidak kamu sembunyikan kepadanya terhadap sesuatu yang Allah telah ajarkan kepadamu”   

Wa Allahu Ta’ala Waliyyu at-Taufik

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *