Pengajian kitab Syarah Ibnu Aqil (ke- 6)

Syekh Bahauddin ‘Abdullah bin ‘Aqil

Ranting NU Bogasari dan HMR

Sabtu, 17 April 2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

والاسـم منــه مــعـرب ومبنــــى       لشبـه مـن الحـروف مدنــى

‘Kalimat isim terbagi dua. Pertama mu’rab, kedua mabni. Alasan mabni yaitu karena ada kesamaan yang mendekati kepada huruf’

كالشبه الوضعي فى اسمى جئتنا      والمعنـوي فـى متى وفى هنا

‘Kesamaan isim kepada huruf, yaitu pertama dilihat dari kesamaan bentuknya, seperti dua isim dalam lafaz جِئْتَنَا  (تَ dan نَا ). Kedua, sama dari sisi makna, seperti مَتَى (sama dengan huruf إِنْ  dengan makna syarat, dan huruf  أ dengan makna istifham/pertanyaan), seperti juga هُنَا dengan makna isyarat (tanpa bentuk huruf)

وكنيــابــة  عـــن  الفعــل  بــلا      تأثـــر وكـــافتقـــــار أصــــلا

‘Ketiga, serupa dari sisi amal (dapat memerintah), tapi tidak dapat diperintah (seperti isim-isim fi’il). Keempat, serupa dari sisi butuh secara permanen (seperti isim-isim maushul yang wajib butuh kepada shilah).

Wabillahi Asta’inu Annahu Khoirun Mu’inun ..      

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *