Hukum-hukum Syar’i yang terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 142-145.

Pertemuan ke- 61

Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA

Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an

Minggu, 2 Mei 2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

الحكم الرابع: أين ينظر المصلى وقت الصلاة؟

Hukum yang keempat: Di mana posisi melihat ketika shalat?

Kalangan Malikiyah bependapat, bahwa sesungguhnya orang yang shalat ketika shalat yaitu melihat ke arah depannya.

Sementara Jumhur ulama (mayoritas ulama) berpendapat, disunahkan pandangan orang yang shalat ke arah tempat sujudnya.

Berkata Syarik al-Qadhi, orang yang shalat di saat posisi berdiri melihat ke arah tempat sujudnya. Ketika ruku melihat ke arah ke dua kakinya. Ketika sujud melihat ke arah hidungnya. Dan ketika duduk melihat ke arah pangkuannya.

Imam al-Qurthubi berkata, pada ayat ini terdapat argumentasi yang jelas bagi apa yang telah dikemukakan oleh Imam Malik dan ulama yang sepakat dengannya, bahwa hukum melihat bagi orang yang shalat yaitu ke arah depannya, bukan ke arah tempat sujudnya. Sebab firman Allah Ta’ala;

فَوَلِّ وجهَكَ شَطْرَ المسجدِ الحرامِ

‘Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam’

Ibnu al-Arabi berkata, sesungguhnya pandangan orang yang shalat yaitu melihat ke arah depannya. Maka jika ia memiringkan kepalanya akan hilang sebagian makna berdiri dengan menegakkan kepala yang diwajibkan kepadanya. Kepala merupakan anggota tubuh yang paling mulia. Jika ia harus menegakkan kepalanya dan merasa terbebani dengan mengarahkan pandangannya ke bumi, maka hal tersebut menjadikannya sukar dan sulit. Sedangkan Allah tidak menjadikan agama teruntuk kita menjadi sesuatu yang sulit.

الترجيح

Pendapat yang diunggulkan.

Pendapat yang benar yaitu pendapat Jumhur ulama. Sesungguhnya orang yang shalat apabila memandang ke tempat sujud tidaklah ia telah keluar dari menghadap ke arah Ka’bah. Mereka menjadikan itu sebagai kesunahan agar orang yang shalat tidak menyibukkan dirinya kepada selain shalat. Agar hatinya juga lebih khusu. Wa Allahu A’lam …

Wa Allahu Al Hadi ila Sawaissabil …

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *