Pengajian kitab Syarah Ibnu Aqil (ke- 10)
Syekh Bahauddin ‘Abdullah bin ‘Aqil

Ranting NU Bogasari dan HMR
Sabtu, 5 Juni 2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

وارفع بواو وانصبنّ بالألف واجرر بياء ما من الأسما أصف

‘Rafa’kanlah dengan huruf Wawu, nasabkanlah dengan huruf Alif, dan jarkanlah dengan huruf Ya, terhadap al-Asma as-Sittah yang akan aku sebutkan’

من ذاك ذو إن صحبة أبانا والفم حيث الميم منه بانا

‘ذو merupakan bagian dari al-Asma as-Sittah, dengan syarat bermakna tsuhbah (memiliki). Termasuk juga al-Asma as-Sittah adalah kalimat الفم , dengan syarat huruf mimnya dihilangkan’

Dikecualikan dari kalimat ذو yang bermakna memiliki, yaitu ذو الطائية (Dzu at-Thaiyah) yang bermakna الذى (seseorang) maka i’rabnya tidak lagi mu’rab tapi dimabnikan huruf akhirnya dengan huruf و. Seperti dalam syair yang berbahar thawil berikut;

فإما كرام موسرون لقيتهم فحسبى من ذو عندهم ما كفانيا

‘Apabila aku bertemu dengan orang-orang dermawan yang berkecukupan, maka cukuplah bagiku seseorang di antara mereka yang akan memberikan kecukupan kepadaku’

Wabillahi Asta’inu Annahu Khoirun Mu’inun ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *