Pengajian Bulanan Syarah Nashaihul Ibad, Syekh Nawawi Al-Bantani.

Pertemuan ke- 11

Masjid Jamie Assalam Wahana Pondok Ungu, Kec. Babelan, Kab. Bekasi.

Minggu, 5 September 2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

الباب الثلاثى

Bab Ketiga

والمقالة الخامسة (عن على رضى الله عنه) وكرم وجهه (ان من نعيم الدنيا يكفيك الاسلام نعمة) فان أعظم نعم الله للعبد اخراجه له من العدم الى الوجود واخراجه من الظلمات الكفر الى نور الاسلام (وان من الشغل يكفيك الطاعة شغلا) فطاعة الله تعالى أعظم الأشغال (وانّ من العبرة يكفيك الموت عبرة) فان الموت أكبر المواعظ للناس.     

Nasehat kelima, dari Ali Radiallahu ‘Anhu wa Karrama Wajhahu, “Sesungguhnya cukup bagimu Islam sebagai kenikmatan terbesar hidup di dunia.” Paling besarnya nikmat yang Allah berikan kepada seorang hamba yaitu dikeluarkan dia dari tidak ada menjadi ada, dikeluarkan dari kelamnya kekufuran menuju kepada cahaya Islam. “Sesungguhnya cukup bagimu menyibukkan diri dengan kebaikan.” Maka taat kepada Allah Ta’ala merupakan kesibukan terbesar. “Sesungguhnya cukup bagimu kematian sebagai sebuah nasehat.” Maka kematian merupakan nasehat yang terbesar bagi manusia.

والمقالة السادسة (عن عبد الله بن مسعود رضى الله عنه: كم من مستدرج) أى مأخوذ قليلا قليلا (بالنعمة) باكثارها (عليه وكم من مفتون) أى ممتحن بالبلاء (بالثناء) أى بكثرة ثناء الناس (عليه وكم من مغرور) أى مطمئن قلبه فى الدنيا وغافل عن اﻟﺂخرة (بالستر) أى بستر الله عيوبه (عليه)

Nasehat keenam, dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallau ‘Anhu: Berapa banyak orang yang tertipu dengan diberikan kenikmatan yang banyak kemudian perlahan diambil nikmatnya oleh Allah sedikit demi sedikit. Berapa banyak orang yang diuji melalui cobaan banyaknya pujian dari manusia. Dan berapa banyak pula orang yang tertipu dengan aib-aib ditutupi oleh Allah, hatinya merasa tenang hidup di dunia, sementara ia lupa dengan kehidupan akhirat.   

والمقالة السابعة (عن داود النبى) عليه السلام (قال أوحى فى الزبور) وهو كتاب أنزل عليه (حق على العاقل) أى واجب عليه (أن لا يستغل الا بثلاث) من الخصال (تزود لمعاد) أى ﻟﺂخرته بأداء الأعمال الصالحة (ومؤنة لمعاش) أى قيام بأمر كفايته وصونه وفى عبارة ومرمة لمعاش بفتح الميم والراء وتشدسد الميم أى اصلاحه (وطلب لذة بحلال) فان كسب الحلال واجب.

Nasehat ketujuh, dari Nabi Daud ‘Alaihissalam, dia berkata: Aku diberi wahyu di dalam kitab Zabur (yaitu kitab yang diturunkan kepadanya), tentang kewajiban bagi orang yang berakal, yaitu dia tidak boleh sibuk terkecuali dengan tiga persoalan. Pertama, sibuk mencari bekal untuk menuju ke tempat kembali, yaitu kehidupan akhirat dengan mengerjakan amal-amal baik. Kedua, sibuk untuk mencukupi serta menjaga kesejahteraan hidup di dunia. Dalam ibarat lain, menggunakan redaksi مَرَمَّةٍ لِمَاشٍ  , yang berarti untuk memperbaiki kehidupan. Ketiga, sibuk mencari kesenangan dengan cara yang halal. Sebab, berusaha dengan cara halal merupakan suatu kewajiban. 

والمقالة الثامنة (عن أبى هريرة رضى الله عنه) واسمه عبد الرحمن بن صغر (أنه قال) قال النبى صلى الله عليه وسلم (ثلاث منجيات) أى مخلصات لصاحبها من العذاب (وثلاث مهلكات) أى موقعات لفاعلها فى الهلاك (وثلاث درجات) أى منازل فى اﻟﺂخرة (وثلاث كفارات) لذنوب عاملها (اما المنجيات: فخشية الله تعالى فى السر والعلانية) قدم السر لأن تقوى الله فيه أعلى درجة (والقصد فى الفقر والعنى) أى التوسط فى المعيشة بأن لم يجاوز فيها الحد ورضى بذلك (والعدل فى الرضا والغضب) بأن يغضب الله ويرضى لرضاه

Nasehat kedelapan, dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘Anhu. Nama asli beliau adalah Abdurrahman bin Shakhr. Sesungguhnya dia berkata, Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Ada tiga hal yang dapat menyelamatkan pemiliknya dari azab Allah, tiga hal yang dapat menjerumuskan pelakunya ke dalam kebinasaan,  ada tiga tempat tinggal di kehidupan akhirat, dan tiga hal yang menjadi penebus dosa bagi pelakunya.

Adapun hal-hal yang dapat menyelamatkan pemiliknya dari azab Allah, yaitu takut kepada Allah, baik di tempat tersembunyi maupun di tempat yang terbuka. Tempat tersembunyi didahulukan dari tempat terbuka, karena taqwa kepada Allah di tempat tersembunyi itu lebih tinggi derajatnya. Kedua, di dalam penghidupan dia berada di pertengahan antara serba kekurangan dan serba kecukupan. Kehidupannya tidak melewati batas ambang keduanya, dan ridho dengan kehidupannya tersebut. Hal ketiga, menyamakan antara ridho dan murka Allah. Dia meyakini bahwa murka dan ridho Allah, itu semua adalah ridhonya Allah.

Wa Allahu A’lam …

Post Author: Haikal Syah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *