Pengajian kitab Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratul ‘Ain (ke- 47)

Syekh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibari

Ranting NU Bogasari dan HMR

Sabtu, 16 Oktober 2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

و – سن (قنوت بصبح) أى فى اعتدال ركعته الثانية بعد الذكر الراتب على الأوجه وهو إلى من شيء بعد.

Disunahkan membaca qunut di i’tidal pada rakaat kedua shalat subuh setelah zikir yang rutin, yaitu zikir yang dimulai dari سمع الله لمن حمده ربنا لك الحمد hingga من شيء بعد , ini berdasarkan pendapat yang lebih diunggulkan.  

و – اعتدال آخر (وتر نصف أخير من رمضان) للاتباع ويكره فى النصف الأول كبقية السنة.

Disunahkan pula membaca qunut di akhir witir pada separuh akhir bulan Ramadhan, sebab ikut kepada apa yang dilakukan oleh Nabi. Makruh membaca qunut di pertengahan awal, sebagaimana juga di sisa shalat sunah yang lainnya.

وبسائر مكتوبة – من الخمس فى اعتدال الركعة الأخيرة ولو مسبوقا قنت مع إمامه (لنازلة) نزلت بالمسلمين ولو واحدا تعدى نفعه كأسر العالم أو الشجاع وذلك للاتباع وسواء فيها الخوف ولو من عدو مسلم والقحط والوباء وخرج بالمكتوب النفل ولو عيدا والمنذورة فلا يسن فيهما.

Disunahkan pula membaca qunut di semua shalat fardu yang lima ketika i’tidal pada rakaat terakhir, meskipun berstatus sebagai makmum masbuk yang membaca qunut bersama imamnya. Bacaan qunut tersebut dalam rangka untuk menghilangkan bencana yang turun kepada kaum muslimin, meskipun bencana itu turun kepada seorang muslim yang bermanfaat bagi orang lain, seperti ilmuan atau pribadi pemberani. Kesunahan qunut nazilah berdasarkan apa yang telah dilakukan oleh Nabi. Bencana itu bisa berupa rasa takut, meskipun berasal dari musuh yang juga bragama Islam. Bisa juga berupa paceklik dan wabah. Dikecualikan dari shalat fardu, yaitu shalat sunah meskipun shalat ied, shalat yang dinazarkan, maka tidak disunahkan membaca qunut.    

رافعا يديه – حذو منكبيه ولو حال ثنائه كسائر الأدعية للاتباع وحيث دعا لتحصيل شيء كدفع بلاء عنه فى بقية عمره بجعل بطن كفيه إلى السماء أو لرفع بلاء وقع به جعل ظهر هما إليها ويكره الرفع لخطيب حالة الدعاء (بنحو اللهم اهدني فيمن هديت إلى آخره) أى وعافني فيمن عافيت وتولنى فيمن توليت أى معهم لأندرج فى سلكهم وبارك لي فيما أعطيت وقني شر ما قضيت فلك الحمد على ما قضيت أستغفرك وأتوب إليك . Posisi orang yang membaca qunut, yaitu dengan mengangkat kedua tangannya melurusi kedua pundaknya, meskipun saat membaca pujian yang terdapat dalam qunut, sabagaimana doa-doa lainnya, karena mengikuti apa yang dilakukan oleh Nabi. Ketika berdoa untuk mendapatkan sesuatu, seperti menolak bala di sisa umurnya, maka dijadikan bagian dalam kedua telapak tangannya menghadap ke arah langit. Atau berdoa untuk menghilangkan bala yang telah terjadi, maka dijadikan bagian luar kedua telapak tangannya menghadap ke arah

langit. Makruh bagi khatib mengangkat kedua tangannya ketika berdoa. Adapun bacaan qunut, yaitu seperti اللهم اهدني فيمن هديت وعافني فيمن عافيت وتولنى فيمن توليت وبارك لي فيما أعطيت وقني شر ما قضيت فلك الحمد على ما قضيت أستغفرك وأتوب إليك (Ya Allah, berikanlah aku petunjuk bersama orang yang telah Engkau berikan petunjuk. Berikanlah aku keselamatan bersama orang yang telah Engkau berikan keselamatan. Tolonglah aku bersama orang yang telah Engkau tolong. Agar aku bisa memasuki jalan mereka. Turunkanlah keberkahan pada sesuatu yang Engkau berikan padaku. Peliharalah diriku dari keburukan apa yang Engkau putuskan. Sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan hukuman kepada semua makhluk, dan tidak seorangpun yang memberikan keputusan atas-Mu. Sesungguhnya tidak menjadi hina seseorang yang Engkau tolong. Tidak akan menjadi mulia seseorang yang Engkau jauhkan. Maha Suci dan Maha Tinggi Engkau, wahai Tuhan kami. Bagi-Mu segala pujian atas setiap keputusan-Mu. Aku meminta kepada-Mu ya Allah pengampunan serta bertaubat dari segala dosa).

Wa Allahu A’lam bi Shawab .. 

Post Author: Haikal Syah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *