Pengajian kitab Syarah Ibnu Aqil (ke- 20)
Syekh Bahauddin ‘Abdullah bin ‘Aqil

Pengajian kitab Syarah Ibnu Aqil (ke- 20)
Syekh Bahauddin ‘Abdullah bin ‘Aqil

Ranting NU Bogasari dan HMR
Sabtu, 17 Oktober 2021
Oleh. Ahmad Lahmudin

واجعل لنحو يفعلان النونا رفعا وتدعين وتسألونا
‘Jadikanlah kepada seumpama kalimatيَفْفَلَانِ (tiap fi’il mudhori yang bertemu dengan alif tasniyah), تَدْعِيْنَ (tiap fi’il mudhori yang bertemu dengan ya muannats mukhotabah), dan تَسْئَلُوْنَ (tiap fi’il mudhori yang bertemu dengan wawu jama’), tanda rafa’nya yaitu dengan adanya nun’

وحذفها للجزم والنصب سمه كلم تكونى لترومى مظلمة
‘Sedangkan tanda jazam dan nashabnya yaitu dengan membuang nun, seperti pada kalimat لَمْ تَكُوْنِيْ لِتَرُوْمِيْ مَظْلَمَةً (Kamu perempuan, tidak berkeinginan berada dalam kegelapan). Contoh jazam لَمْ تَكُوْنِي , sedangkan contoh nashab لِتَرُمِيْ ’
Wabillahi Asta’inu Annahu Khoirun Mu’inun ..

Post Author: Apip Rahman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *