
فرع – الرجل أولى بغسل الرجل والمرأة أولى بغسل المرأة وله غسل حليلة ولزوجة لا أمة غسل زوجها ولو نكحت غيره بلامس بل بلف خرقة على يد فان خالف صح الغسل فان لم يحضر الا أجنبي في المرأة أو أجنبية في الرجل يمم الميت نعم لهما غسل من لا يشتهى من صبي أوصبية لحل نظر كل ومسه وأولى الرجال به أولاهم بالصلاة كما يأتي
Cabang pembahasan. Seorang laki-laki lebih utama dalam hal memandikan mayit laki-laki. Begitupun perempuan lebih utama untuk memandikan mayit perempuan. Suami boleh memandikan mayit istrinya. Seorang istri boleh pula memandikan mayit suaminya, tidak diperbolehkan bagi budak perempuan memandikan mayit majikannya. Boleh pula bagi mantan istri yang telah menikah, memandikan mayit mantan suaminya dengan tanpa menyentuhnya, namun dengan menggunakan sarung tangan. Seandainya tidak dengan cara tidak menyentuh, atau dengan cara tidak menggunakan sarung tangan, maka memandikannya di anggap sah. Apabila tidak dijumpai seorang pun bagi mayit perempuan atau mayit laki-laki, terkecuali lelaki atau perempuan yang bukan mahramnya, maka dengan cara tayammum. Namun demikian, boleh bagi keduanya memandikan anak kecil laki atau perempuan yang belum menimbulkan syahwat, oleh karenan dihalalkan melihat dan menyentuh keduanya di masa hidupnya. Paling utama orang laki-laki untuk memandikan mayit laki-laki, yaitu orang yang lebih utama dari mereka dalam hal menshalati si mayit (Ayah mayit terus jalur ke atas, anak mayit terus jalur ke bawah, saudara kandung, saudara seayah, anak-anak dari keduanya, paman, kemudian ashobah yang lainnya) ..
