
والإخلاص يُحصنُ الأَعْمَالَ. فأعلى مراتب الاخلاص تصفية العمل عن ملاحظة الخلق بأن لا يريد بعبادته الا امتثال أمر الله والقيام بحق العبودية دون اقبال الناس عليه بالمحبة والثناء والمال ونحو ذلك. والمرتبة الثانية أن يعمل لله ليعطيه الحظوظ الاخروية كالبعاد عن النار وإدخاله الجنة وتنعيمه بأنواع ملاذها. والمرتبة الثالثة أن يعمل لله ليعطيه حظا دنيويا كتوسعة الرزق ودفع المؤذيات. وأما عدا ذلك رياء مذموم
Ikhlas dapat menjadi benteng yang menjaga setiap amal baik. Derajat tertinggi dari ikhlas adalah dengan membersihkan amal dari perhatian makhluk, dengan cara tidak berkeinginan dalam melakukan ibadah terkecuali semata hanya melaksanakan perintah Allah, dan tetap berpegang kepada sifat kehambaannya. Ketika berada di hadapan manusia, tidak terbersit rasa cinta, pujian, harta, dan lainnya. Derajat yang kedua dari ikhlas, yaitu beramal semata karena Allah, untuk mendapatkan bagian-bagian yang bersifat ukhrawi, semisal dijauhkan dari api neraka, dimasukkan ke dalam surga, mendapatkan berbagai kelezatan yang ada di surga. Derajat ikhlas yang ketiga, yaitu beramal karena Allah semata, untuk mendapatkan bagian dunia, seperti keluasan Rizki, dan dijauhkan dari hal-hal yang menyenangkan. Ketika beramal keluar dari yang tiga tersebut, maka masuk kategori riya’ yang tercela .. (Hal. 37)
