Pengajian kitab Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratul ‘Ain (ke- 38) Syekh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibari

Ranting NU Bogasari dan HMR
Sabtu, 03 Juli 2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

فرع – لو شك فى أثناء الفاتحة هل بسمل فأتمها ثم ذكر أنه بسمل أعاد كلها على الأوجه

Cabang/sub bagian. Seandainya orang yang sedang shalat ragu-ragu di pertengahan bacaan al-Fatihanya, apakah telah membaca basmalah? Kemudian ia menyempurnakan bacaan al-Fatihanya. Ternyata ia tersadar bahwa ia telah membaca basmalah, maka ia wajib mengulang seluruh bacaan al-Fatihanya menurut pendapat yang diunggulkan.

ولا أثر لشك فى ترك حرف – فأكثر من الفاتحة أو آية فأكثر منها (بعد تمامها) أى الفاتحة لأن الظاهر حينئذ مضيها تامة

Tidak punya konsekwensi apapun ketika orang yang sedang shalat ragu-ragu meninggalkan satu huruf atau lebih, atau satu ayat dari surat al-Fatiha setelah usai bacaan surat al-Fatihahnya. Sebab di saat seperti itu, secara zohir dianggap telah sempurna bacaan surat al-Fatihanya.

واستأنف – وجوبا إن شك فيه (قبله) أى التمام كما لو شك هل قرأها أو لا لأن الأصل عدم قراءتها وكالفاتحة فى ذلك سائر الأركان

Wajib mengulangi bacaan surat al-Fatiha disebabkan ada keraguan meninggalkan satu huruf atau satu ayat pada saat belum sempurna bacaan surat al-Fatihanya. Sebagaimana dia mengulangi bacaan surat al-Fatiha di saat ia ragu-ragu apakah surat al-Fatiha telah dibaca atau belum? Berdasarkan alasan bahwa pada dasarnya tidak ada bacaan surat al-Fatiha yang ia baca. Kasus demikian pada surat al-Fatiha berlaku juga pada semua rukun-rukun lainnya di dalam shalat.

فلو شك فى أصل السجود مثلا أتى به أو بعده فى نحو وضع اليد لم يلزمه شيء ولو قرأها غافلا ففطن عند صراط الذين ولم يتيقن قراءتها لزمه استئنافها ويجب الترتيب فى الفاتحة بأن يأتى بها على نظمها المعروف لا فى التشهد مالم يخل بالمعنى لكن يشترط فيه رعاية تشديدات وموالاة كالفاتحة

Seandainya seseorang ragu-ragu apakah telah sujud atau belum maka wajib untuk mengulangi sujudnya. Atau setelah sujud ia ragu-ragu apakah telah meletakkan tangannya atau belum? Maka tidak ada kewajiban baginya untuk mengulanginya. Seandainya dalam kondisi lupa ia membaca surat al-Fatiha, kemudian ia teringat pada bacaan ayat صراط الذين , namun ia tidak meyakini bacaan surat al-Fatihanya tersebut, maka wajib baginya untuk mengulangi bacaan surat al-Fatihanya. Wajib membaca surat al-Fatiha secara teratur, dengan membacanya sesuai dengan rangkaian ayat sebagaimana yang telah diketahui. Tartib bacaan tidak berlaku pada bacaan tasyahud. Oleh karena itu tidak wajib tartib dalam bacaan tasyahud, dengan catatan tidak merusak kepada maknanya. Namun, tetap disyaratkan di dalam bacaan tasyahud dengan menjaga bacaan tasydid dan berurutan, sebagaimana dalam bacaan surat al-Fatiha.

ومن جهل جميع الفاتحة ولم يمكنه تعلمها قبل ضيق الوقت ولا قراءتها فى نحو مصحف لزمه قراءة سبع آيات ولو متفرقة لا ينقص حروفها عن حروف الفاتحة وهى بالبسملة والتشديدات مائة وستة وخمسون حرفا بإثبات ألف مالك

Barang siapa yang tidak tahu kepada keseluruhan bacaan al-Fatiha, atau tidak memungkinkan baginya untuk mempelajarinya sebelum tiba sempitnya waktu untuk melaksanakan shalat. Tidak memungkinkan pula baginya untuk dapat membacanya diseumpama papan tulis. Maka wajib baginya untuk membaca tujuh ayat, meskipun tidak sesuai urutan yang terdapat di dalam al-Qur’an, dengan tidak mengurangi huruf yang disesuaikan dengan huruf yang terdapat dalam surat al-Fatiha. Jumlah huruf dalam surat al-Fatiha, dengan ditambah basmalah dan huruf-huruf yang bertasydid, yaitu 156 huruf dengan menambahkan huruf alif pada kata مالك .

ولو قدر على بعض الفاتحة كرره ليبلغ قدرها وإن لم يقدر على بدل فسبعة أنواع من ذكر كذلك فوقوف بقدرها.

Seandainya ia mampu membaca sebagian surat al-Fatiha maka wajib baginya mengulang-ngulang agar tercapai seukuran bacaan sempurna surat al-Fatiha. Seandainya ia tidak mampu mengganti surat al-Fatiha dengan ayat yang terdapat dalam al-Qur’an maka boleh baginya diganti dengan tujuh macam zikir yang jumlah huruf-hurufnya tidak kurang dari huruf surat al-Fatiha. Jika tidak mampu pula dengan bacaan zikir maka wajib baginya berdiam selama ukuran bacaan surat al-Fatiha ..

Wa Allahu A’lam bi Shawab ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *