Pertemuan ke- 68 Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an


Minggu, 11 Juli 2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

سبب النزول
أ‌- عن عائشة رضي الله عنها أن (عروة بن الزبير) قال لها : أرأيتِ قول الله تعالى (إن الصفا والمروة من شعائر الله فمن حج البيت أو اعتمر فلا جناح عليه أن يطوفَ …) فما أرى على أحد جناحا ألا يطوف بهما, فقالت عائشة: بئسما قلتَ يا ابن أختي , إنها لو كانت على ما أولتها كانت (فلا جناح عليه أن لا يطوف بهما) ولكنها إنما نزلت أن الأنصار قبل أن يسلموا كانوا يُهلون لمناة الطاغية التي كانوا يعبدونها, وكان من أهل لها يتحرج أن يطوف بالصفا والمروة في الجاهلية فأنزل الله: (أن الصفا والمروة من شعائر الله … ) قالت عائشة ثم قد سن رسول الله صلى الله عليه وسلم الطواف بهما فليس لأحد أن يدع الطواف بهما.
ب‌- و أخرج البخاري والترمذي عن أنس رضي الله عنه أنه سئل عن الصفا والمروة فقال : كنا نرى أنهما من أمر الجاهلية, فلما جاء الإسلام أمسكنا عنهما, فأنزل الله: (إن الصفا والمروة من شعائر الله ..)

Sebab turunnya ayat.

  1. Dari ‘Aisyah Radhiallhu ‘Anha, bahwa sesungguhnya Urwah bin Zubair berkata kepada Sayyidatina ‘Aisyah, “Bagaimana pendapatmu tentang firman Allah Ta’ala, إن الصفا والمروة من شعائر الله فمن حج البيت أو اعتمر فلا جناح عليه أن يطوفَ … (Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (petunjuk) agama Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya). Maka aku tidak melihat kepada satu orang pun melakukan dosa bila tidak melakukan sa’i di antara bukit Safa dan Marwah.” ‘Aisyah berkata, “Betapa buruk ucapanmu, wahai putra dari saudariku. Sesungguhnya bila engkau menafsiri ayat demikian maka akan menjadi فلا جناح عليه أن لا يطوف بهما (tidak ada dosa baginya untuk tidak mengerjakan sa’i antara keduanya). Namun, sesungguhnya sebab turunnya ayat tersebut adalah tentang orang-orang Ansar sebelum mereka masuk Islam. Mereka bertalbiah seraya menyebut nama Manat, berhala yang mereka sembah. Orang yang pernah menyebut Manat merasa sungkan untuk bersa’i antara Safa dan Marwah seperti era jahiliyah. Maka Allah turunkan ayat إن الصفا والمروة من شعائر الله (Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (petunjuk) agama Allah).” Aisyah berkata, “Kemudian Rasulullah Shallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan contoh dengan melakukan sa’i antara keduanya. Maka tidak ada seorangpun diperbolehkan ketika berhaji atau umrah untuk meninggalkan sa’i antara bukit Safa dan Marwah.”
  2. Imam Bukhori dan Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Anas Radhiallahu ‘Anhu, bahwa ia pernah ditanya tentang Safa dan Marwah. Dia pun berkata, “Kami berpendapat bahwa Safa dan Marwah merupakan perbuatan jahiliyah. Setelah datang agama Islam, kami enggan untuk melakukan sa’i antara keduanya. Kemudian Allah turunkan ayat إن الصفا والمروة من شعائر الله (Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (petunjuk) agama Allah).”

وجوه القراءات
قرأ الجمهور : (ومنْ تَطَوَّعَ) بالتاء وفتح العين على أنه ماض من التطوع, وقرأ حمزة والكسائي (ومَنْ يطوَّعْ) بالياء مجزوم غلى أنه فعل مضارع إلا أن التاء أدغمت في الطاء لتقاربهما.

Ragam bentuk qiraat.
Ulama jumhur membaca ومنْ تَطَوَّعَ , dengan menggunakan huruf ta dan huruf ain yang berharkat fathah, yaitu fi’il madhi dari asal kata التَطَوُّع . Sementara Imam Hamzah dan Imam al-Kisa’i membaca ومَنْ يطوَّعْ , dengan menggunakan huruf ya dalam posisi dijazamkan, sebagai bentuk kalimat fi’il mudhori dengan menggabungkan huruf ta ke dalam huruf tho oleh karena keduanya berdekatan dari sisi makhrojnya.

وجوه الإعراب
أ‌- قوله تعالى : (إنَّ الصفا والمرْوةَ من شعائر الله)
قال العكبري: في الكلام حذف مضاف تقديره: إن سعي الصفا, وألف الصفا مبدلة عن (واو) لقولهم في تثنيته صفوان و (من شعائر الله) خبر إنّ
ب‌- قوله تعالى : (ومن تطوع خيرا فإن الله شاكر) خبر المبتدأ, وأجاز بعضهم أن تكون (مَنْ) شرطية والله أعلم.

Ragam i’rab.

  1. Firman Allah Ta’ala إنَّ الصفا والمرْوةَ من شعائر الله
    Imam al-‘Ukbari berkata, “Pada firman Allah Ta’ala tersebut dibuang mudhof. Perkiraan mudhof yang dibuang إن سعي الصفا . Huruf alif pada kalimat الصفا sebagai ganti dari huruf wawu, sebab bentuk tasniyahnya adalah صفوان . Adapun kalimat من شعائر الله menjadi khobar dari lafaz إنّ .
  2. Firman Allah Ta’ala ومن تطوع خيرا فإن الله شاكر menjadi khobar mubtada. Sebagian ahli nahwu memperbolehkan lafaz مَنْ merupakan kalimat syarat. Waallahu A’lam …

Wa Allahu Al Hadi ila Sawaissabil …

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *