Pengajian kitab Fathul Mu’in bi Syarhi Qurratul ‘Ain (ke- 41) Syekh Zainuddin Abdul Aziz Al-Malibari

Ranting NU Bogasari dan HMR
Sabtu, 4 September 2021

Oleh. Ahmad Lahmudin

فائدة – يسن سكتتة لطيفة بقدر سبحان الله بين آمين والسورة وبين آخرها وتكبيرة الركوع وبين التحرم ودعاء الافتتاح وبينه وبين التعوذ وبينه وبين البسملة.

Faedah – Disunahkan berdiam sebentar dengan seukuran membaca ‘Subhanallah’ antara bacaan Amiin dan bacaan surat, antara bacaan akhir surat dan takbir untuk ruku’, antara takbiratul ihram dan doa iftitah, antara doa iftitah dan bacaan ta’awuf, serta antara bacaan ta’awuf dan basmalah.

و – سن آية فأكثر والأولى ثلاث (بعدها) أى بعد الفاتحة ويسن لمن قرأها من أثناء سورة البسملة نص عليه الشافعى ويحصل أصل السنة بتكرير سورة واحدة فى الركعتين وبإعادة الفاتحة إن لم يحفظ غيرها وبقراءة البسملة لا يقصد أنها التى هى أول الفاتحة

Setelah membaca Alfatihah sunah membaca satu ayat atau lebih, yang lebih utama adalah tiga ayat. Disunahkan membaca basmalah bagi orang yang membaca ayat di pertengahan surat, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Syafi’i. Kesunahan membaca surat sudah bisa didapatkan dengan mengulang-ngulang satu surat di dua rakaat yang pertama dan dapat pula dengan mengulang bacaan Alfatihah apabila tidak hapal terkecuali surat Alfatihah, juga dapat pula dengan membaca basmalah dengan niat bukan basmalah yang terdapat di awal surat Alfatihah.

وسورة كاملة حيث لم يرد البعض كما فى التراويح أفضل من بعض طويلة وإن طال ويكره تركها رعاية لمن أوجبها وخرج ببعدها ما لو قدمها عليها فلا تحسب بل يكره ذلك

Satu surat yang sempurna, di mana hanya sebagian surat sebagaimana di dalam shalat tarawih, itu lebih baik dari sebagian surat yang panjang, meskipun sebagian surat tersebut lebih panjang dibandingkan dengan satu surat. Makruh meninggalkan bacaan ayat, sebab demi mejaga pendapat yang mengatakan bahwa membaca ayat adalah wajib. Keluar dari ungkapan ‘dibaca setelah bacaan Alfatihah’, yaitu apabila ayat dibaca sebelum Alfatihah maka bacaan ayat tidak dianggap, bahkan dihukumi makruh karena menyalahi sunah Nabi .

وينبغى أن لا يقرأ غير الفاتحة من يلحن فيه لحنا يغير المعنى وإن عجز عن التعلم لأنه يتكلم بما ليس بقرآن بلا ضرورة وترك السورة جائز ومقتضى كلام الإمام الحرمة.

Sudah sepatutnya untuk tidak membaca selain Alfatihah bagi seseorang yang dari sisi bacaannya keliru hingga dapat merubah makna bacaan, meskipun dia lemah ketika harus belajar sebab bodoh atau usia yang telah menua. Alasan untuk tidak membaca selain Alfatihah, yaitu karena dia berbicara di dalam shalat dengan sesuatu yang selain Al-Qur’an tanpa dharurat, sedangkan hukum asal meninggalkan bacaan surat adalah diperbolehkan. Itu juga sesuai dengan ungkapan dari Imam Ibnu Hajar yang mengatakan bahwa haram hukumnya membaca selain Alfatihah terhadap orang yang bacaannya keliru yang dapat merubah makna bacaan.

Wa Allahu A’lam bi Shawab ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *