Ngaji MWCNU Tarumajaya Kitab Durratun Nashihin, Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir al-Khaubawiyyi, Seri 03/05/23


حكى و أن يهوديا كان يدعى بسرقة جمل على رجل مسلم، فشهد عليه أربعة شهود من المنافقين زورا، فحكم النبي عليه الصلاة والسلام بالجمل لليهودى وبقطع يد المسلم، فتحير المسلم، فرفع رأسه إلى السماء وقال: إلهى ومولاى أنت تعلم بأني لم أسرق هذا الجمل ثم قال: يارسول الله إن حكمك حق، ولكن استخبر عنى هذا الجمل، فقال النبي صلى الله تعالى عليه وسلم ياجمل لمن أنت؟ فقال الجمل بلسان فصيح: يارسول الله أنا لهذا المسلم، وإن هؤلاء الشهود لكاذبون، فقال النبي صلى الله تعالى عليه وسلم : يا مسلم أخبرنى ماذا تفعل حتى أنطق الله تعالى الجمل في حقك؟ فقال المسلم يارسول الله أنا لا أنام الليل حتى أصلى عليك عشر صلوات، فقال النبي عليه الصلاة والسلام: نجوت من القطع فى الدنيا، وتنجو من عذاب الآخرة في العقبى، ببركة صلاتك علة

Dikisahkan. Seorang Yahudi mengklaim bahwa ontanya telah dicuri oleh seorang lelaki muslim. Dia membawa empat saksi palsu dari kalangan orang munafik. Nabi Alaihisshalatu Wassalam kemudian memutuskan bahwa onta tersebut adalah milik si Yahudi dan tangan si Muslim harus dipotong. Keputusan Nabi itu menjadikan si Muslim bingung. Ditengadahkan kepalanya kelangit, seraya berucap: “Wahai Tuhanku, Engkau Maha Mengetahui bahwa diriku tidaklah mencuri onta ini!” Kemudian dilanjutkan perkataannya kepada Nabi: “Ya Rasulullah, sesungguhnya keputusanmu adalah benar! Namun, mintalah informasi terkait diriku dari onta ini!” Nabi kemudian berbicara kepada onta: “Wahai onta, milik siapakah engkau?” Dengan suara fasih onta berucap: “Wahai Rasulullah, aku adalah milik muslim ini! Sesungguhnya para saksi itu adalah para pembohong!” Nabi Alaihisshalatu Wassalam lalu bersabda: “Wahai Muslim, ceritakanlah kepada kami, apa yang telah engkau perbuat sehingga Allah Ta’ala membuat onta dapat bicara terkait kebenaranmu?” Si muslim kemudian menjawab: “Aku tidak tidur di malam hari terkecuali aku bacakan shalawat teruntukmu sebanyak sepuluh kali!” Nabi pun bersabda: “Engkau dapat terhindar dari hukum di dunia yaitu potong tangan dan selamat dari hukum akhirat, itu sebab berkah shalawatmu padaku!” (Hal. 166)

Post Author: Apip Rahman

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *