Hukum-Hukum Syar’i Tentang Sihir Dalam Surat Al-Baqarah Ayat 101-103

Pertemuan ke-26

الأحكامُ الشرْعِيَّةُ

Hukum-hukum Syar’i tentang sihir dalam surat Al-Baqarah ayat 101-103

Pengajian IPNU-IPPNU PAC KECAMATAN TARUMAJAYA
Kitab Rawa’i Al Bayan Tafsir Ayat Al Ahkam Min Al-Qur’an
Minggu, 23 Agusutus 2020

Oleh. Ahmad Lahmudin

أَدِلَّةُ الْمُعْتَزِلَةِ

Dalil-dalil Mu’tazilah bahwa sihir tidak nyata

Kalangan Mu’tazilah berargumentasi dengan beberapa dalil yang menyatakan bahwa sihir tidaklah nyata. Kami ringkas dalil-dalil mereka sebagaimana berikut;

  1. Firman Allah Ta’ala dalam surat Al-A’raf ayat 116;

قَالَ اَلْقُوْا فَلَمَّا اَلْقَوْا سَحَرُوْا اَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَاءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ

‘Dia (Musa) menjawab, “Lemparkanlah lebih dahulu!” Maka setelah mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang-orang itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan).

  1. Firman Allah Ta’ala dalam surat Taha ayat 66;

قَالَ بَلْ اَلْقُوْا فَاِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ اِلَيْهِ مِنْ سِحْرِهِمْ اَنَّهَا تَسْعَى

‘Dia (Musa) berkata, “Silahkan kamu melemparkan!” Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang olehnya (Musa) seakan-akan ia merayap cepat,karena sihir mereka.

  1. Firman Allah Ta’ala dalam surat Taha ayat 69;

وَاَلْقِ مَا فِي يَمِيْنِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوْا اِنَّمَا صَنَعُوْا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ اَتَى

‘Dan lemparkan apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka buat. Apa yang mereka buat itu hanyalah tipu daya pesihir . Dan tidak akan menang pesihir itu, dari mana pun dia datang’

Pada ayat pertama menunjukkan bahwa sihir hanya ada pada mata, tidak lebih dari itu. Ayat kedua, menguatkan bahwa sihir ini hanya sebatas khayalan bukanlah kenyataan. Ketiga, dapat disimpulkan bahwa penyihir tidaklah mungkin berada dalam kebenaran, sebab ditiadakan keselamatan baginya.

  1. Mereka (Mu’tazilah) berkata, seandainya penyihir mampu berjalan di atas air atau dapat terbang di udara atau dapat menukar debu menjadi benar-benar emas maka dapat menjadi sia-sia pembenaran terhadap mu’jizat para Nabi. Menjadi samar antara yang benar dan yang batil. Maka tidak dikatakan melanggar oleh karena mendefinisikan Nabi dari seorang penyihir. Sebab tidak dapat dibedakan antara mu’jizat Nabi dan perbuatan para penyihir. Karena semuanya berasal dari satu macam.

أَدِلَّةُ الْجُمْهُوْرِ

Dalil-dalil Jumhur (mayoritas ulama) bahwa sihir itu nyata dan punya akibat.

Jumhur Ulama berargumentasi bahwa sihir itu nyata dan mempunyai akibat dengan dalil-dalil yang telah kami ringkas sebagai berikut;

  1. Firman Allah Ta’ala dalam surat Al-A’raf ayat 116;

سَحَرُوْا اَعْيُنَ النَّاسِ وَاسْتَرْهَبُوْهُمْ وَجَاءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ

‘Mereka menyihir mata orang banyak dan menjadikan orang-orang itu takut, karena mereka memperlihatkan sihir yang hebat (menakjubkan)’

  1. Firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Baqarah ayat 102;

فَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ

‘Maka mereka mempelajari dari keduanya (malaikat itu) apa yang dapat memisahkan antara seorang suami dengan istrinya’

  1. Firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Baqarah ayat 102;

وَمَاهُمْ بِضَارِّيْنَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللهِ

‘Mereka tidak akan dapat mencelakakan seseorang dengan sihirnya kecuali dengan izin Allah’

  1. Firman Allah Ta’ala dalam surat Al-Falaq ayat 4;

وَمِنْ شَرِّ النَّفّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ

‘dan dari kejahatan perempuan-perempuan penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya)’

Pada ayat yang pertama menunjukkan atas adanya hakekat sihir dengan berargumen kepada firman Allah Ta’ala, وَجَاءُوْ بِسِحْرٍ عَظِيْمٍ (mereka memperlihatkan sihir yang menakjubkan). Ayat yang kedua menetapkan bahwa sihir adalah nyata, di mana mereka (penyihir) dengan media sihir dapat memisahkan hubungan ikatan suami istri, menyebabkan adanya permusuhan serta kebencian di antara suami-istri. Ini menunjukkan bahwa sihir dapat berpengaruh dan nyata. Ayat yang ketiga menunjukkan adanya bahaya akibat sihir, namun itu terkait dengan kehendak Allah Ta’ala. Ayat yang keempat menunjukkan betapa besar akibat sihir sehingga kita diperintah untuk berlindung kepada Allah dari kejahatan para penyihir yang meniup pada talinya.

  1. Mereka, Jumhur Ulama berargumentasi pada hadis yang menceritakan seorang Yahudi telah meyihir Nabi Shallahu ‘Alaihi wa Sallam. Nabi pun merasakan sakit beberapa hari oleh sebab sihir tersebut.Kemudian datanglah malaikat Jibril seraya berkata;

إِنَّ رَجُلًا مِنَ اليَهُودِ سَحَرَكَ , عَقَدَ لك عُقَدًا في بِئْرٍ كذا وكذا , فَاَرْسَلَ صلى الله عليه وسلم فَاسْتَخْرَجَهَا فَحَلَّهَا , فَقَامَ كَأَنَّمَا نَشِطَ مِنْ عِقَالٍ

‘Sesungguhnya seorang lelaki Yahudi telah menyihir engkau. Dia telah membuat simbul kemudian ditiupkan untukmu yang diletakkan di dalam sumur. Kemudian Rasulullah mengutus agar simpul tersebut dikeluarkan. Jibril pun kemudian melepaskan simpul tersebut. Nabi kemudian berdiri seakan telah terlepas dari sebuah ikatan’

Wa Allahu A’lam ..

Post Author: Administrator

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *